
"Apa yang kamu maksud? Sudah terbukti ini adalah anak alex." ucap priska. Gaga tertawa.
"Kalau itu benar-benar anak Alex kenapa kamu terlihat sangat takut ketika aku Bertanya seperti itu?" tanya Gaga.
"Tangkap dia!" ucap priska.. Namun anggota Gaga cukup banyak sehingga sekarang yang di tangkap adalah Priska.
Melati sudah di tangan Gaga. Gaga berusaha untuk membuka tali ikat tangan Melati.
Melati menangis dan memeluk Gaga karena sangat takut dan juga panik.
"Kamu sekarang aman melati, kamu Jangan takut, aku ada di sini." ucap Gaga.
"Gaga kamu jangan macem-macem yah! Sekarang lepas kan Aku!" ucap priska. Gaga tersenyum tipis.
"Alex akan menghukum mu." ucap Priska.
"Alex? Bukan kah dia sudah di tembak oleh anggota kamu sendiri? Mungkin sekarang dia sudah terbaring di rumah sakit dengan lumuran darah." ucap Gaga.
"Apa?" ucap priska syok mendengar nya. Melati sudah tidak menghiraukan apa percakapan nya. Sekarang dia sudah tidak berdaya.
"Bagaimana caranya dia akan menghukum ku sementara dia tidak bisa bangun?" ucap Gaga.
"Kurang ajar! Sekarang lepas kan aku!" ucap Priska..Gaga menggeleng kan kepala nya.
"Bawa dia kembali ke rumah saya." ucap Gaga. anggota Gaga mengiyakan. Priska berontak.
"Kita pulang yah. Kamu masih kuat kan?" tanya Gaga kepada melati namun ternyata melati sudah pingsan di pelukan nya dari tadi.
"Melati... Melati bangun..." Ucap Gaga mengoyang kan tubuh Melati dan ternyata Melati sudah tidak sadar, badan nya sangat dingin bibir Pucat seperti mayat.
Gaga mengendong melati dan segera membawa nya ke rumah sakit terdekat yang ada.
"Melati akan mati..." ucap priska yang melihat Gaga pergi.
"Apa yang kamu berikan kepada adik saya?" tanya Stevan dan Dinda yang baru saja datang.
Priska melihat Stevan dan juga Dinda.
"Aku memberikan minuman yang akan membuat Melati meninggal dunia. Dia tidak akan bisa Selamat." ucap Priska sambil tertawa.
"Kamu wanita yang tidak memiliki hati, hanya karena laki-laki kamu menyakiti perempuan lain." ucap Dinda.
"Aku melakukan nya karena cinta dan keutuhan rumah tangga ku, apalagi aku sudah mengandung. Adik kalian hanya bisa menghancurkan rumah tangga ku!" ucap Priska.
"Entah apa yang di pikirkan Alex sampai dia mau menikah dengan wanita yang memiliki hati iblis seperti kamu!" ucap Dinda.
"Bawa dia! Jangan membiarkan dia lepas." ucap Stevan..
"Kalau aku mati, Melati juga harus mati." ucap priska.
__ADS_1
"Sudah sayang ayo kita menyusul Melati, aku sangat mengkhawatirkan keadaan dia sekarang." ucap Stevan.
Mereka mengejar mobil Gaga.
"Melati kamu pasti bisa, kita sebentar lagi sampai." ucap Gaga yang menyetir namun sambil melihat Melati ke belakang.
Jalanan sangat macet, dia tidak perduli lagi dengan aturan jalan terpaksa dia menerobos Lampu Merah.
"Ya Allah semoga Melati selamat." Dinda tidak berhenti berdoa sepanjang jalan.
Orang tua nya menelpon mereka. Dan mereka sangat lega karena Melati sudah di temukan.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit.
"Dokter tolong segera periksa teman saya, tolong dokter." ucap Gaga berteriak sekeras mungkin.
Suster langsung membawa ke ruangan untuk di periksa.
Gaga mau ikut masuk namun di larang. Gaga berontak mau masuk namun langsung d tahan oleh Stevan.
"Biar Melati di tangani oleh dokter dulu." ucap Stevan.
Gaga akhirnya menunggu di luar..
"Kamu harus terlihat tenang sayang, jangan sampai Gaga ikut semakin panik melihat kamu panik." ucap Dinda kepada Stevan.
"Aaaaarrrr!!!!" Gaga menangis.
"Tenang Gaga... Melati pasti akan selamat, kamu harus percaya kepada Allah. Dia pasti selamat." ucap Stevan..
Tidak beberapa lama orang tua Melati datang.
"Di mana melati? di mana dia? Kenapa kalian di depan ruangan ICU, melati tidak kenapa-napa kan?" tanya Mamah nya.
"Melati di jebak Mah, dia cukup parah karena sudah beberapa hari. Kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan nya." ucap Dinda.
Orang tua nya yang mendengar itu sangat lah sedih.
Dinda mencoba meminta mereka sabar, berdoa banyak-banyak.
Sementara di tempat lain.
Kakak nya Gaga membawa Alex ke rumah sakit dan sudah bisa keluar karena dia tidak terlalu parah hanya tergores saja.
"Kamu mau kemana?" tanya kakak nya Gaga menahan tangan tangan Alex.
"Saya harus menyelematkan Melati." ucap Alex.
"Sudah tidak ada gunanya kamu ke tempat itu, kamu hanya pahlawan kesiangan!" ucap kakak nya Gaga.
__ADS_1
Alex terdiam.
"Sekarang Melati dan semua orang sudah di rumah sakit.. Kita harus ke sana." ucap kakak nya Gaga.
Alex menganguk. Mereka segera ke rumah sakit.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana. Alex berjalan terseok-seok ke lantai tempat istri nya di tangani oleh dokter.
Namun ketika Stevan Melihat Alex dari jauh dia langsung berdiri.. Namun Dinda dan orang tua nya menahan.
Alex menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"Berani-beraninya kamu menunjuk kan Wajah mu itu di sini?!" ucap Stevan marah.
"Sayang/ Stevan." mereka mencoba menahan Stevan yang sudah sangat emosi.
"Ini di rumah sakit, kalau kalian ribut itu akan membuat Dokter di dalam tidak konsentrasi." ucap Orang tua Stevan.
"Apa yang terjadi kepada Melati?" tanya Alex.
"Untuk apa kamu bertanya? Bukan kah yang kamu inginkan Melati meninggal? Bukan kah itu yang kamu mau?!" ucap Stevan semakin emosi.
"Sudah Stevan, ini di rumah sakit." ucap Orang tua nya. Stevan di bawa keluar oleh Dinda.
"Lepaskan aku! Seharusnya kamu jangan menahan ku, aku akan memberikan pelajaran yang setimpal kepada Alex." ucap Stevan.
"Jangan emosi.. Kamu tarik nafas dalam-dalam lalu buang, kalau dengan emosi tidak akan membuat masalah selesai." ucap Dinda.
"Aku tidak ingin dia ada di sana, jangan sampai dia bertemu dengan Melati lagi." ucap Stevan.
Dinda menghela nafas panjang.
"Kalau Melati tau kamu marah dan emosi serta kasar seperti ini dia akan lebih marah kepada kamu, karena setau dia kakak nya adalah orang yang sabar." ucap Dinda.
Stevan langsung menghela nafas. Dia duduk memegang kepala nya.
"Arrrrhgggggg!!!! Aku sangat mengkhawatirkan Melati. Tidak bisa aku memaafkan diri ku sendiri mau pun Alex kalau terjadi hal yang tidak di inginkan." ucap Stevan.
"Aku mengerti, kita hanya bisa banyak berdoa untuk sekarang." ucap Dinda.
Stevan Menatap wajah istri nya. Dia memeluk nya.
Sementara di dalam Gaga dan Alex tidak bercakapan sama sekali.
"Kamu sudah banyak terluka, kamu harus segera di periksa oleh dokter sebelum terinfeksi." ucap kakak nya Gaga kepada Gaga.
Gaga menggeleng kan kepala nya.
"Aku harus memastikan Melati Selamat." ucap Gaga.
__ADS_1