Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 17


__ADS_3

"Kalau Mamah sama papah boleh-boleh saja, kamu juga sudah jarang berkumpul dengan mereka. Teman-teman kamu sering bertanya kamu ada di mana." ucap Mamah nya.


Melati tersenyum. "Makasih yah mah." ucap melati.


"Lagi membicarakan apa Sih?" ucap Stevan yang baru saja datang.


"ini Adik kamu mau main sama teman-teman nya." ucap Mamah nya.


Stevan menatap Tania. "Kamu yakin mau pergi? Apa kamu sudah ijin sama suami kamu?" ucap Stevan.


"Nanti aku ijin Kak." ucap Melati. "Oohh bagus deh kalau begitu." ucap Stevan.


Tiba di malam hari...


"Kamu mau kemana?" tanya Dinda kepada Melati.


"Aku mau keluar bertemu teman-teman Mbak." ucap Melati.


"Tunggu dulu deh, kamu keluar seperti ini sama teman-teman kamu?" tanya Dinda. "Iyah mbak, emang nya kenapa?" tanya Melati.


"Ini tidak bisa di biarkan. Kamu harus mulai merubah penampilan kamu." ucap Dinda.


"Merubah? Merubah bagaimana maksud mbak?" tanya Melati.


"Masa iya sih selama ini kamu tidak sadar penampilan kamu ini sungguh tidak ikut jaman." ucap Dinda.


"Aku sudah nyaman seperti ini mbak, walaupun banyak yang tidak suka dan banyak yang mengkucil kan tapi aku tetap suka yang seperti sekarang ini." ucap Melati.


"Ini tidak bisa di biarkan. Kamu tidak boleh membiarkan orang lain menghina kamu." ucap Dinda.


Dinda membawa Melati ke kamar nya menukar pakaian nya menjadi dress. Memakai sepatu hak tinggi dan juga memoles wajah Melati.


Tidak lupa juga Dinda mengikat rambut melati dan menyisakan sedikit rambut di kiri dan di kanan.


"Kamu harus melihat penampilan kamu sekarang." ucap di Dinda.


Melati melihat pantulan diri nya di cermin.


"Wahh..." Dia terpukau sendiri dengan penampilan nya.


"Ini benar-benar aku kan mbak? Cantik banget." ucap melati. Dinda tersenyum.


"Mulai dari sekarang Mbak Akan mengajari kamu mempercantik diri. Karena itu juga untuk suami kamu." ucap Dinda. Melati tersenyum.


"Mamah, papah aku berangkat dulu yah." ucap Melati Ijin.


"Melati..." Tiba-tiba kakak nya berteriak kaget. Melati tersenyum melihat wajah kaget dari mereka bertiga.


"Ada apa Mah, pah, kak?" tanya Melati.

__ADS_1


"Sangat cantik sekali dek." ucap Stevan. "Humm kakak bisa saja." ucap Melati.


"Siapa dulu dong tukang makeup nya." ucap Dinda.


"Jadi teringat waktu pernikahan kamu, sangat cantik." ucap Papah nya.


Melati tersipu malu.


"Tin.. Tin.." Klakson mobil di depan rumah membuat Melati harus segera keluar.


"Teman-teman ku sudah menunggu di luar, aku berangkat dulu." ucap Melati bersalaman dan pergi.


Dia masuk ie dalam mobil mewah milik teman nya itu.


"Hah... Ini sungguh kamu Melati?" ucap Teman nya terpukau pada penampilan Melati.


"Jangan lebay deh." ucap Melati.


"Kamu cantik sekali. Kau rasa suami mu sangat pintar menjadikan istri nya menjadi cantik." ucap teman-teman nya.


Melati hanya tersenyum saja.


"Huff seandainya kalian tau." batin Melati. Dia merasa tidak senang kalau suami nya di puji.


Sampai di sebuah restoran.


Teman-teman nya menganguk. Cukup banyak teman nya karena ada dua mobil. Mungkin sekitar delapan orang dan semua itu anak orang kaya.


Melati berjalan ke kamar mandi dengan terburu-buru karena sudah kebelet sekali.


Setelah keluar dari kamar mandi dia melihat dirinya di cermin.


"Wajah ku terlihat sangat bersinar, tapi tidak dengan hati ku. Aku tidak bisa membayangkan sekarang mas Alex bersama Priska." batin Melati.


Tidak ingin sedih, dia ingin menghabiskan waktu nya untuk bahagia tanpa memikirkan orang lain. Dia keluar dari sana namun tidak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf-maaf Mbak saya tidak sengaja." ucap Alex mengambil Barang Melati yang jatuh.


Melati menatap Alex. Begitu juga dengan Alex.


"Aku minta maaf, aku yang tidak melihat jalan." ucap melati langsung pergi begitu saja.


"Itu Melati kan? Aku tidak salah lihat kan?" ucap Alex kaget.


"Aku yakin itu Melati. Tapi dia sangat cantik sekali, benar-benar sangat cantik." ucap Alex.


Dia kembali ke kursi nya bersama Priska.


"Sayang kamu lama banget sih?" ucap Priska. Alex hanya diam, mata nya tertuju pada istri nya yang berkumpul dengan wanita-wanita cantik.

__ADS_1


"Kamu lihatin wanita-wanita itu yah? Kamu gak mikirin perasaan aku." ucap Priska belum sadar kalau salah satu dari mereka adalah istri dari kekasih nya itu.


"Sayang.." ucap Priska kesal.


"Maaf-maaf." ucap Alex. Dia membuka handphone nya mengirimkan pesan kepada melati.


Melati membuka pesan itu. "Siapa yang mengijinkan kamu keluar? Kamu tidak ijin pada ku, dan keluar seperti wanita murahan memakai pakaian yang begitu seksi dan makeup yang menor." isi pesan.


Namun Melati tidak perduli. Karena melihat Priska bersama nya membuat Melati sakit hati.


Kebetulan teman-teman laki-laki mereka semua sudah datang.


"Hayy melati... Kamu apa kabar?" tanya pria yang lumayan tajir dan juga sangat tampan.


"Baik Kok Reja.." jawab Melati. Mereka bersalaman. Alex bisa melihat melati sangat akrab dengan semua teman-teman prianya.


"Kamu kok dari tadi diam saja sih?" tanya Priska kepada Alex. "Enggak kok, gak apa-apa." ucap Alex.


melihat Melati keluar Alex mengikuti nya. Dia menarik tangan Melati ke samping.


"Sakit... Lepaskan Aku!!" ucap Melati menepis tangan suami nya.


"Dasar wanita murahan!" ucap Alex kepada melati.


"Murahan? justru kamu pria yang murahan!" ucap Melati mendorong Alex.


"Kamu sudah menjadi istri ku, tapi tetap aja melayani pria-pria yang mendekati kamu!" ucap Alex.


"Mereka semua teman ku, sebelum nya aku juga sudah mengenal kan mereka kepada kamu. Aku bukan seperti kamu." ucap melati.


"Maksud kamu apa?" ucap Alex.


"Aku tidak ingin berbicara dengan kamu, sebaik nya kamu mengurus selingkuhan kamu itu. Aku dekat dengan pria lain, penampilan ku seperti apa itu adalah urusan ku." ucap Melati pergi begitu saja.


Alex marah, dia menatap Melati pergi meninggalkan dia.


"Ini tidak bisa di biarkan, semakin lama dia di rumah orang tua nya dia akan kurang ajar dan tidak menganggap ku Sama sekali." batin Alex.


Alex dan Priska sudah pulang. Mereka tidur di kamar Alex dan Melati.


Priska sudah tidur tapi Alex belum. Dia sama sekali tidak bisa tidur karena memikirkan Melati.


Sementara Di tempat lain Melati menangis.


"Maafin aku.. Maafin aku.. Aku sudah sangat berdosa melawan suami ku, namun aku tidak tahan kalau di rendah kan terus menerus." ucap Melati.


Dinda mendengar itu, dia masuk ke dalam dan melihat Adik iparnya sudah menangis di sudut tempat tidur.


"Ada apa Melati? Coba ceritakan sama mbak." ucap Dinda dengan sangat lembut.

__ADS_1


__ADS_2