Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 7


__ADS_3

"Dasar istri yang bodoh. Masak sarapan untuk Saya sekarang!" ucap Alex.


Melati kaget karena Alex melemparkan sendok ke lantai.


"Aku akan memasaknya." ucap melati langsung ke dapur. Dia mengusahakan nya dengan cepat.


Hanya mie instan yang cepat, Alex sudah marah-marah. Setelah Masak dia membawa nya ke Meja makan.


"Kenapa hanya Mie?" tanya Alex meninggikan suara nya.


"Aku minta maaf, aku hanya bisa memasak ini dengan cepat." ucap Melati. Alex sudah sangat lapar namun tidak berselera memakan mie yang di Masak oleh istri nya.


"Saya akan memesan makanan dari luar." ucap Alex mendorong mangkuk mie itu. Melati melihat mie itu.


"Tangan kamu kenapa?" tanya Gaga.. Melati hanya diam. Gaga menarik nya ternyata sudah merah mungkin terkena Panci atau kompor yang panas.


Gaga langsung mengobatinya. Sudah kamu istirahat saja, Tuan Alex juga sudah makan di depan." ucap Gaga. Melati meninggalkan Alex.


Di Ruang tamu Alex makan begitu lahap.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Orang tua Melati tidak biasa nya menelpon ku, ada apa yah?" batin Alex.


Dia pun menjawab nya. Setelah selesai makan dia mencari Melati. Ternyata Melati sedang mencuci pakaian.


"Non Melati, anda di panggil oleh Tuan Alex." ucap Pengawal kepada Melati.


"Baiklah saya akan ke sana." ucap Melati.


Dia mencuci tangan nya dan setelah menyusul suami nya.


melihat istrinya datang dia langsung berdiri.


"Orang tua kamu meminta kita malam ini ke rumah nya untuk makan malam." ucap Alex.


"Sungguh?" ucap Melati sangat senang.


"Ehh ingat yah jangan coba-coba untuk mengatakan apapun keburukan saya kepada orang tua kamu kalau kamu tidak mau saya melakukan hal yang lebih buruk lagi!" ancam Alex sambil memegang rahang Melati.


"Baiklah, aku tidak akan mengatakan apapun, aku sangat merindukan orang tua ku." ucap Melati. Alex melepaskan wajah Melati dengan kasar.


"Anak pintar!" ucap nya.


"Perjalanan ke sana cukup jauh siap-siap lah. Saya tidak ingin melihat penampilan Buruk mu ini." ucap Gaga. Melati menganguk.

__ADS_1


Dia langsung masuk ke dalam kamar. "Akhirnya aku bisa bertemu dengan keluarga ku lagi, aku sangat merindukan mereka." ucap Melati.


Di Sore hari Melati sudah selesai siap-siap dia menunggu Alex di ruang tamu.


Tidak beberapa lama Alex keluar dia menatap Melati dan penampilan nya.


"Hufff baju mahal sekali pun kamu pakai terlihat sangat murahan sekali!" ucap Alex. Mendengar itu Hati Melati sakit namun dia harus bersyukur dengan apa adanya diri nya.


"Apa aku harus mengganti nya?" tanya Melati.


"Tidak perlu! Setidaknya Luka-luka dan bekas-bekas yang sangat menjijikkan itu tertutup!" ucap Alex.


"Ya Allah kalau bukan karena Kamu aku tidak akan memiliki kulit yang cacat, namun sekarang kamu berusaha untuk menghina ku seakan kamu tidak Salah." batin Melati.


"Tunggu apa lagi? Ayo segera berangkat." ucap Alex kepada melati yang bengong.


Melati menganguk dia langsung mengikuti Alex.


Di dalam mobil Tidak ada percakapan sama sekali. Alex fokus dengan jalanan sementara Melati fokus mendengar kan musik sampai dia ketiduran karena belum tidur siang sama sekali.


Alex melihat Melati tidur.


"Bisa nya hanya tidur saja!" ucap Alex, dia menendang kaki Melati agar dia terbangun namun sepertinya Melati kecapean sehingga tidak menyadari nya.


"Kita sudah sampai." ucap Alex.. Melati Masih tidur.


"Heyyyyy!!!" ucap Alex membuat Melati terkejut.


"Ada apa? apa kita menabrak sesuatu?" tanya Melati.


"Kita sudah sampai!"' ucap Alex.


"Sampai?" ucap nya langsung duduk dengan benar memastikan tempat yang dia lihat itu di mana.


"Wahhh ini benar-benar di rumah?" ucap Melati sangat senang sekali dia langsung turun..


"Mamah... Papah..." Dia berteriak masuk ke dalam. Orang tua nya sudah menunggu dan langsung memeluk Melati dengan sangat erat melepaskan kerinduan mereka.


"Mamah, papah aku sangat merindukan kalian." ucap Melati.


"Kami juga sangat merindukan kamu." ucap Papah nya. Mereka berpelukan sampai Melati menangis.


Alex Masuk dengan wajah biasa saja. Dia menyalim kedua orang tua nya.


"Cuman hanya kami yang datang Pah? Kakak apa tidak datang?" tanya Melati.

__ADS_1


"Kakak kamu tidak bisa meninggal kan istri nya yang sedang sakit karena kurang istirahat." ucap Papah nya. .


Melati menoleh ke arah Alex. Kelihatan sekali wajah Alex langsung khawatir.


"Ya udah kita duduk dulu.. Bibik akan datang membawa teh." ucap papah nya.


"Mamah..." melati bermanja-manja di pelukan mamah nya.


Dia adalah anak perempuan satu-satunya. Dia juga anak bungsu jadi dia benar-benar sangat di manjakan dan di sayang oleh orang tua nya.


"Bagaimana kabar kamu di sana nak? Apa kamu dengan suami Kamu baik-baik saja?" tanya Mamah nya.


"Alhamdulillah Baik mah. Aku dengan Mas Alex sangat serasi. Dia juga sangat baik kepada ku." ucap Melati.


"Humm karena sudah nyaman bersama suami kamu, kamu jadi jarang datang untuk melihat Mamah sama papah." ucap Mamah nya.


"Gak Gitu juga mah, aku hanya tidak memiliki waktu yang tidak tepat, suami ku bekerja setiap hari, perjalanan ke sini cukup jauh." ucap melati.


"Iyah deh Mamah percaya sama kamu." ucap Bu Linda..


Melati tersenyum. "Ya udah kalau begitu bantuin Mamah menyiapkan makanan di atas meja yok.. Kamu dan suami kamu pasti kelaparan." ucap Mamah nya.


Melati menganguk. Setelah selesai menata makanan mereka Makan bersama. Alex berbincang-bincang dengan Mertua nya sementara Melati mengelilingi rumah itu.


"Aku berfikir akan Ada rumah yang sama nyaman nya seperti di sini, namun ternyata tidak." ucap Melati.


Dia tidur di ranjang nya. "Aku sangat merindukan mu kasur." ucap Melati.


Melatih melihat Foto-fotonya yang masih seperti semula. Bahkan barang-barangnya Lengkap Masih di sana.


"Melati..." Panggil Mamah nya masuk ke dalam kamar nya. Melati tersenyum. Mamah nya duduk di pinggir kasur.


"Mamah selalu memerhatikan dari tadi kalau kamu kelihatan nya sangat Sedih sekali. Bahkan Mata kamu bengkak dan juga memiliki lingkar hitam.. Apa ada masalah?" tanya Mamahnya.


Melati tersenyum.


"Untuk hal-hal seperti ini Mamah pasti paham aku sedih karena apa. Aku merindukan keluarga ku, orang tua ku teman-teman ku. Aku selalu di manja terkadang aku tidak bisa melakukan apapun untuk suami ku itu sebab nya aku sedih." ucap Melati.


"Pelan-pelan yah Sayang. Nanti juga kamu bakalan bisa. Tapi kamu sama Alex gak bertengkar kan?" tanya mamah nya.


"Enggak lah Mah, dia sangat paham d


sifat kekanak-kanakan aku." ucap Melati..


"Bagus deh kalau begitu. Mamah sangat lega mendengar nya." ucap mamah nya.

__ADS_1


__ADS_2