Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 34


__ADS_3

"Dinda menemui Alex? Untuk apa?" ucap Stevan. Dia mengikuti sampai ke lobby.


"Apa jangan-jangan mereka memiliki hubungan lagi? Aku tidak bisa membiarkan ini, aku harus mencari tau." ucap Stevan.


"Bagaimana dengan Melati? Apa sudah ketemu?" tanya Dinda. Alex Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada pilihan lain, aku harus melaporkan ini ke polisi." ucap Dinda.


"Aku mohon jangan Dinda." ucap Alex.


"Kamu harus tanggung jawab atas perbuatan kamu sendiri." ucap Dinda. G G G G G


"Kalau orang tua ku tau, dan juga orang tua melati tau, mereka akan marah. Aku tidak meminta semua nya seperti ini, aku mohon jangan." ucap Alex.


Dinda menggeleng kan kepala nya.."Aku minta maaf, aku yakin sekarang Melati dalam keadaan yang tidak baik-baik saja." ucap Dinda.


Setelah itu dia pergi dari ruangan Alex.


"Dinda..." Stevan memanggil Dinda di saat mau keluar dari perusahaan itu. Dinda menoleh ke arah Suara yang memanggil namanya tadi.


"Sayang..." Ucap Dinda. "Ada hubungan apa kamu dengan Alex? Tidak sekali ini kamu datang menemui dia kan?" ucap Stevan.


"Kamu jangan salah paham dulu, Aku mohon. Kita bicarakan ini di dalam mobil yah." ucap Dinda. Stevan menepis tangan istrinya.


"Kamu sangat tega melakukan ini kepada ku." ucap Stevan.


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap Dinda menarik tangan Stevan ke dalam mobil.


"Aku dengan Alex tidak berselingkuh, kamu harus percaya." ucap di Dinda.


"Kalau tidak selingkuh lantas apa? Kenapa kamu sering menemui dia?" tanya Stevan.


Dinda Menghela nafas panjang beberapa kali.


"Tidak ada pilihan lain, aku harus memberi tahu kamu kalau Melati kabur dari rumah suaminya Enam hari yang lalu dan sampai sekarang tidak kunjung di temukan." ucap Dinda.


"Kabur?" ucap Stevan sangat kaget sekali, wajah nya tidak bisa berbohong.


"Iyah.. Aku minta maaf karena tidak memberi tau kamu langsung." ucap Dinda.


"Kenapa kamu tidak memberi tau kepada ku sebelum nya?" tanya Stevan. "Aku minta maaf, aku berfikir kalau Alex bisa bertanggung jawab." ucap Dinda.

__ADS_1


"Kenapa Melati bisa pergi? Apa rumah tangga mereka sedang tidak baik-baik saja?" tanya Stevan sambil menahan amarahnya.


"Maafin aku, maafin aku menutupi semua nya, ini adalah permintaan Melati. satu Minggu yang lalu Alex baru saja menikah dengan selingkuhannya yang sudah hamil di luar nikah." ucap Dinda.


Mendengar itu membuat Stevan Menghela nafas panjang, kepalanya terasa sangat pusing dan wajah nya memerah.


"Melati sangat sedih, dan pada akhirnya dia kabur ." ucap Dinda.


Stevan sangat syok mendengar itu, dia bingung harus mengatakan apa. Kepala nya terasa sangat pusing sekali.


"Kenapa kamu tidak mengatakan Ini sebelum nya kepada ku Dinda? Kenapa kamu menutupi semua nya? Kenapa?" tanya Stevan.


"Maafin aku... Aku hanya mengikuti perkataan melati." ucap Dinda. Stevan memegang kepala nya. Dia keluar dari dalam mobil.


"Kamu mau kemana? Sayang!!! Sayang!!" Dinda mengikuti Melati keluar dari dalam mobil.


"Sayang...." Stevan masuk ke dalam perusahaan Alex. Dia di halangi oleh security tidak bisa, wajah nya sudah merah.


Dia memasang wajah yang benar-benar sangat marah sekali.


"Kamu harus merasakan perburuan kamu Alex." ucap Stevan terus berjalan cepat ke ruangan Alex.


"Sayang aku mohon jangan membuat keributan di sini, aku mohon..." ucap Melati menahan tangan Suami nya namun tidak bisa karena suami nya benar-benar sangat kuat sekali.


"Bukkk!!! Satu tujuan mendarat di wajah Alex.


"Kamu benar-benar membuat saya emosi!" ucap Stevan menarik baju Alex lebih tinggi dan mendorong nya sangat kuat ke dinding.


"Apa yang kamu lakukan Stevan?" ucap Alex.


"Kamu masih bertanya apa yang aku lakukan? aku harus memberikan kamu pelajaran!" ucap Stevan menendang Alex.


"Sayang aku mohon jangan lakukan itu." ucap Dinda memohon namun tidak ada gunanya kata Stevan Sama sekali tidak mendengarkan nya.


"Adik ku di Mana? Melati di mana?" tanya Stevan.


"Aku minta maaf kak, aku mohon jangan melakukan ini kepada ku. Aku juga sedang mengusahakan mencari Melati." ucap Alex.


"Berani-beraninya kamu berbicara seperti itu? Kurang ajar!" ucap Stevan menghajar wajah Alex sekali lagi.


"Kamu membuat adik ku sengsara. Sekarang dia sudah menghilang, dan kau begitu tenang bekerja dan menikmati hari-hari dengan istri baru mu!" ucap Stevan.

__ADS_1


"Bukan seperti itu kak, aku mohon jangan seperti ini, Ku akan mencari Melati kemna pun. Berikan aku kesempatan kak." ucap Alex.


"Kesempatan apa lagi ? M M M" ucap Stevan sangat marah sekali. "Sekarang Melati sudah hilang, entah dia selamat atau tidak apa kamu mau tanggung jawab?" ucap Stevan.


"Aku yakin Melati pasti Selamat Sayang, kamu tenang kan diri Dulu.. Jangan Emosi seperti ini." ucap Dinda.


"Bagaimana aku tidak emosi Dinda? Adik ku entah di Mana sekarang? kalau kamu di posisi ku, kamu mungkin tidak akan bisa berfikir dengan jernih. sekarang kepala ku terasa sangat sakit sekali." ucap Stevan.


Stevan menatap Alex. "Kalau aku tau pria seperti kamu berengsek, aku tidak akan membiarkan Adik ku bersama mu!" ucap Stevan sambil menunjuk ke arah Alex yang Babak belur.


"Kamu harus menanggung semua perbuatan kamu ini!" ucap Stevan.


"Sudah sayang, sudah..." ucap Dinda.


"Kamu harus mencari Melati! Kalau hari ini dia tidak kunjung ketemu, kamu akan Mati di tangan saya! jangan harap kamu Bisa lepas dari saya." ucap Stevan.


"Ayo kita keluar sayang.. Kamu harus menenangkan diri terlebih dahulu." ucap Dinda menarik tangan suami nya keluar.


Dia sudah sangat berkeringat sekali karena sangat marah.


Alex berdiri. Badan nya dan semua area wajah nya terasa sangat sakit sekali.


"Apakah Tuan baik-baik saja?" tanya orang yang baru saja datang.


"Saya harus pergi sekarang." ucap Alex.


"Tapi tuan terluka parah." ucap karyawan nya.


"Jangan menghiraukan saya. Istri saya pasti lebih merasakan sakit." ucap Alex. Dia keluar terburu-buru dari ruangan nya Itu.


"Kenapa ini semua tidak adil kepada Melati? Kenapa dia harus merasakan kehidupan yang begitu jahat." ucap Stevan.


"Ini semua adalah kesalahan ku. Aku sebagai kakak tidak pernah mengerti dia, tidak pernah memerhatikan dia." ucap Stevan menyalah kan diri nya sendiri.


"Sudah jangan menyalah kan diri kamu, kita akan mencari Melati secepatnya sayang. Berhenti berfikir yang tidak-tidak." ucap Dinda.


"Sekarang Melati mungkin pasti akan sangat sedih sekali." ucap Stevan.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh, aku yakin sekarang Melati baik-baik saja kok." ucap Dinda.


Stevan menangis di pelukan istri nya, dia tidak bisa melakukan apapun sekarang.

__ADS_1


__ADS_2