Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 26


__ADS_3

"Kemana semua orang?" batin Alex.


Dia menelpon ke nomor Priska. Dan ternyata Priska sedang di luar mencari sesuatu.


Dia tidak mengatakan apa yang dia cari keluar, namun Alex menginyakan saja dan mematikan sambungan telepon.


Alex menoleh ke arah kamar Melati.


"Apa dia tidak keluar untuk makan malam? apa dia sudah makan malam?" ucap Alex berbicara sendiri.


Dan kebetulan sekali Melati membuka pintu dia tidak keluar langsung karena harus pelan-pelan sekali untuk berjalan.


Alex berpura-pura tidak melihat nya. Namun dia memerhatikan dari sudut mata nya.


"Kenapa aku jadi seperti ini sih? Tidak biasa nya aku seperti ini?" ucap nya kepada diri sendiri.


"Aku sudah berjanji kepada diri ku sendiri agar tidak memarahi melati, namun apa? Aku tidak bisa mengontrol diri ketika tau Gaga datang." ucap Alex.


"Melihat Gaga perhatian kepada Melati membuat aku tidak terima. Aku merasa sangat cemburu." batin Alex.


"Mau aku bantuin?" tanya Alex kepada Melati yang berjalan kesusahan. "Aku bisa sendiri." ucap Melati tidak mau di sentuh oleh suami nya.


"Kamu kenapa bisa Luka seperti ini? Apa kamu sengaja melukai diri kamu sendiri dan meminta Gaga membantu kamu?" tanya Alex.


Melati menatap Alex.


"Kau juga tidak mau Luka seperti ini, tidak ada orang yang ingin terluka. sangat bodoh aku kalau melukai diri sendiri." ucap Melati dengan tegas.


"Sudah lah jangan berbicara dengan ku, aku tidak ingin berbicara dengan kamu. Karena Ujung-ujungnya aku yang salah." ucap Melati.


Melati ke dapur. Ingin makan tidak ada yang bisa di makan. Alex menahan emosi nya akhirnya dia pergi dari ruang tamu memeriksa langsung Cctv di ruangan tersebut.


Setelah melihat CCTV Alex terperangah karena yang membuat kekacauan itu adalah kekasih nya.


Alex mengusap kepala nya dengan sangat kasar.


Menghela nafas panjang terdiam lama sambil memikirkan semua perkataan dan perlakuan kasar nya kepada Melati.


Tapi dengan semua perbuatannya Melati bahkan masih sabar, dia menghadapi Alex yang tidak tau diri sama sekali.


Tidak beberapa lama Priska pulang.


"Aku pulang sayang, aku bawain makanan untuk kamu." ucap priska sambil memberikan kepada Alex yang duduk termenung di atas kasur.

__ADS_1


"Singkirkan itu dari hadapan ku!" ucap Alex.


"Loh kamu kenapa sih? Kenapa tiba-tiba marah seperti itu?" tanya Priska.


"Kamu tidak perlu tau!" ucap Alex.


"Sayang aku salah yah? kamu marah karena aku pulang Malam?" tanya priska.


"Kamu belum sadar kesalahan kamu apa?" tanya Alex. Priska terdiam.


"kalau kamu gak ngomong aku juga gak tau." ucap priska.


"Kamu yang membuat Melati terluka dan memecahkan foto pernikahan kami. Dan setelah itu kamu memfitnah dia!" ucap Alex.


Priska menggeleng kan kepala nya. "Kamu tidak perlu berbohong, aku sudah melihat CCTV." ucap Alex.


"Kok kamu jadi kaya gini sih? Kamu lebih mengkhawatirkan dia dari pada aku." ucap priska.


"Kamu gak sayang sama aku lagi? Apa jangan-jangan kamu udah sayang sama istri kamu?" tanya priska.


"Bukan seperti itu maksud ku, kamu seharusnya tidak boleh melakukan itu. Aku jadi menyalah kan Melati dan berlaku kasar kepada nya." ucap Alex.


"Lalu aku harus melakukan apa kalau seperti ini?" tanya Alex.


"Kenapa? Apa kamu sudah menyesali perbuatan kamu sama melati? Kamu sudah mencintai dia kan?" tanya priska langsung.


"Sudah lah jangan di bahas lagi!" ucap Alex.


"Kamu sayang sama Melati kan? Kamu gak sayang sama aku lagi kan?" tanya priska.


Alex terdiam. Namun tiba-tiba Melati menangis.


"Hiks!! Hiks!! hiks!! Kenapa kamu begitu jahat sama ku?" ucap priska.


"Kamu kenapa nangis? Aku tidak melakukan apapun sama kamu." ucap Alex.


"Kamu lebih memilih Melati sekarang. Kamu tidak mencintai aku lagi." ucap priska.


"Kalau kamu tidak mencintai aku lagi, sebaik nya aku pergi saja, hubungan kita udah saja." ucap Priska.


"Jangan berbicara seperti itu, aku tidak mau, kata Siapa aku tidak mencintai kamu, aku sangat mencintai kamu." ucap Alex.


"Kamu memarahi aku dan membela istri kamu. Aku sedih..." ucap priska terus menangis.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku hanya merasa bersalah karena sembarangan marah kepada dia." ucap Alex.


"Sudah jangan menangis lagi, jangan tinggalkan aku yah, aku sangat mencintai kamu kok." ucap Alex memeluk Priska dengan sangat erat.


"Hiks.. hiks..,"


"Aku tidak akan membuat kamu bersama istri kamu, apa pun akan aku lakukan Membuat kamu meninggalkan istri kamu." ucap Priska dalam hati sambil tersenyum licik.


"Sayang aku mau ngasih ini sama kamu." ucap Priska membuka Tas nya dan memberikan hasil tes kehamilan.


"Apa ini?" tanya Priska.


"Garis dua? Tanda hamil. Ini milik siapa?" tanya Alex.


"Aku hamil sayang." ucap priska.


"Hamil? Bagaimana bisa? Bukan nya kamu pakai KB?' tanya Alex.


"Aku sudah lama membuka nya karena sudah waktunya di buka." ucap priska.


"Aku sudah memeriksa ke rumah sakit. Aku benar-benar hamil." ucap priska. Alex masih terdiam.


"Kok kamu diam sih? Bagaimana selanjutnya. Nanti keluarga ku akan tau." ucap priska.


"Kenapa kamu tidak mengatakan ini sebelum nya kepada ku? Aku akan menggunakan pengaman." ucap Alex.


"Kamu gak senang yah? Kamu gak mau tanggung jawab?" tanya priska.


"bukan nya tidak mau, hanya saja kamu tau sendiri aku memiliki istri, bagaimana cara nya aku mengatakan kepada Melati. Dan keluarga juga harus tau." ucap Alex.


"Kamu harus segera menikahi aku." ucap priska. "Kita gugur kan saja yah, aku belum siap menjadi ayah. Kamu tau kalau aku belum ingin punya anak." ucap Alex.


"Aku tidak mau mengugukar kan Anak ini, aku mau kita menikah. Aku tidak perduli menikah siri atau resmi." ucap priska.


Alex sudah terlihat sangat pusing sekali. "Aku butuh memikirkan semua nya." ucap Alex mau keluar namun di tahan oleh priska.


"Kalau kamu tidak mau menikahi aku, aku akan bunuh diri, aku tidak kuat menanggung semua nya ini sendiri." ucap priska.


"Jangan berbicara seperti itu Priska, kita pasti menemukan jalan keluar nya." ucap Alex.


"Jalan satu-satunya kamu dengan aku menikah." ucap Priska.


"Aku sudah bilang, aku butuh waktu. Aku butuh waktu untuk memikirkan semua nya dan cara meminta ijin kepada melati." ucap Alex keluar dari kamar dengan wajah yang begitu suram.

__ADS_1


Rambut berantakan dia duduk di teras rumah termenung.


"Apa yang akan terjadi selanjutnya?" batin Alex.


__ADS_2