
"Jangan berbicara seperti itu Priska, kita pasti menemukan jalan keluar nya." ucap Alex.
"Jalan satu-satunya kamu dengan aku menikah." ucap Priska.
"Aku sudah bilang, aku butuh waktu. Aku butuh waktu untuk memikirkan semua nya dan cara meminta ijin kepada melati." ucap Alex keluar dari kamar dengan wajah yang begitu suram.
Rambut berantakan dia duduk di teras rumah termenung.
"Apa yang akan terjadi selanjutnya?" batin Alex.
Melati melihat pintu terbuka.
"Siapa yang Membuka pintu tapi tidak ditutup lagi?" ucap Melati dengan Kesal.
Dia sudah sangat sulit berjalan namun harus menahan nya di luar sudah mau hujan dia tidak bisa membiarkan pintu terbuka.
Menutup pintu namun dia baru sadar ada Suami nya di depan.
"Aku akan menutup pintu. Apa kamu tidak masuk?" tanya Melati.. Namun Suami nya tidak mendengar. Melati menghela nafas panjang.
"Alex aku akan menutup pintu. Di luar sudah mau hujan." ucap Melati Sedikit kuat.
Alex langsung menoleh ke arah Melati.
"Maaf aku tidak mendengar nya." ucap Alex. Dia berdiri.
"Kamu mau di luar saja atau masuk? aku mau menutup pintu." ucap Melati. "Tutup saja. Aku masih ingin duduk di sini." ucap Alex.
"Angin kencang, dan sudah mulai gerimis. Ini juga sudah tengah malam, kenapa kamu di luar?" tanya Melati. Alex menoleh ke arah melati lagi.
"Tidak apa-apa." ucap Alex. "Kamu memiliki masalah? Tidak pernah sebelumnya kamu seperti ini." ucap Melati.
"Bicara pada ku, kalau ini menyangkut tentang ku." ucap Melati.
"Kita berbicara di dalam saja." ucap Alex karena dia takut Melati masuk angin duduk di luar.
Melati datang ke meja ruang tamu sambil membawa kopi.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Melati.
"Aku ingin menikahi Priska." ucap Alex.. Melati yang tadi nya biasa saja sekarang tiba-tiba terdiam seribu bahasa.
"Aku tidak salah dengar kan?" tanya Melati..
"Kamu tidak salah dengar, aku benar ingin menikahi priska karena dia sudah mengandung anak ku." ucap Alex.
Melati lagi-lagi terdiam kaget. "Aku minta maaf kepada kamu. Aku juga tidak menginginkan semua nya seperti ini.. Namun sudah terlanjur dia sudah hamil karena aku." ucap Alex.
__ADS_1
Melati menghela nafas panjang.
"Kuat kan hamba ya Allah." ucap nya kepada diri sendiri.
"Baiklah kalau begitu kamu boleh menikah, asal kamu meninggalkan aku, kembali kan aku kepada orang tua ku." ucap Melati.
Alex Menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin bercerai dengan kamu. Aku menikah dengan Priska hanya menikah siri saja." ucap Alex.
Melati bingung harus menghadapi nya bagaimana. Perasaan nya sudah tidak karuan lagi, pikiran nya sudah tidak bisa fokus.
"Untuk apa kita bersama kalau kamu memiliki istri..Dan kamu juga tidak mencintai aku." ucap Melati.
Alex menatap wajah Melati.
"Aku mohon bantu aku kali ini, aku ingin kamu melindungi aku." ucap Alex. Melati tidak bisa berfikir jernih.
"Bagaimana kecewa nya orang tua nya sendiri kalau tau tentang ini. Dia yang akan malu kepada keluarga.
"Kamu mau kan?" tanya Alex.
"Aku tidak mengijinkan kamu menikah kalau kamu belum mencerai kan aku." ucap Melati..
"Tidak bisa Melati. Kita berdua akan malu kepada keluarga." ucap Alex.
"Ini benar-benar tidak adil!! Kamu yang melakukan kesalahan aku yang harus ikut menanggung semua nya." ucap Melati sambil menangis.
"Terserah kamu saja, aku tidak ingin ikut campur lagi tentang hubungan kamu dengan Priska." ucap Melati. Dia meninggal kan Alex.
"Setelah ini apa yang harus aku lakukan? Aku sangat bingung, aku benar-benar tidak sangat jahat." batin Alex.
"Aku bisa saja menceraikan Melati dan menikah dengan Priska. Tapi entah mengapa aku merasakan ada yang aneh tentang perasaan ku kepada Melati.
Aku sangat merasa bersalah, aku tidak bisa jauh dari dia, aku tidak bisa menghilangkan dia dari pikiran ku." ucap Alex.
Pagi hari nya Alex terbangun karena mendengar priska yang muntah-muntah di kamar mandi.
"Aku sangat lelah priska, jangan berisik, tutup pintu kamar mandi." ucap Alex.
Tidak beberapa lama Priska keluar dari kamar mandi.
"Kamu kenapa gak perduli sih sama aku? Aku mual-mual kamu malah marah-marah." ucap priska.
"Ini hari libur, aku ingin istirahat, aku mohon jangan mengganggu ku terlebih dahulu." ucap Alex.
"Sayang badan ku terasa sangat sakit sekali." ucap priska.
"Kamu oleskan saja minyak urut." ucap Alex dan lanjut tidur lagi.
__ADS_1
"Sayang ihhh. bangun." ucap Priska. Alex tidak mau. Priska Menghela nafas panjang.
"Huff kenapa perut ku seperti ini sih? rasa nya sangat aneh sekali." batin priska.
Tiba-tiba handphone nya berdering teman-teman nya menelpon dan ingin nongkrong sama-sama.
Priska menolak karena tidak mungkin dia pergi dengan keadaan seperti itu.
"Aku tidak bisa datang teman-teman, kalian saja yang nongkrong." ucap Priska.
Priska lapar dia turun ke bawah, Melati melihat Priska ke bawah.
Dengan wajah yang sangat pucat dan juga lemas Priska ke dapur.
Melati sudah selesai Masak sarapan dari tadi dia memakan apa yang ada di meja makan.
"Hanya beberapa suap saja namun dia sudah mengeluarkan nya lagi.
Melati yang duduk sambil mengetik di laptop nya menoleh ke arah priska.
"Apa benar Priska hamil anak Alex? Kelihatan nya dia benar-benar hamil." batin Melati.
"Aaaa!!!" Tiba-tiba priska berteriak karena kepala nya tiba-tiba Sangat pusing sekali.
Melati langsung berlari ke dapur membantu priska namun langsung di Tolak oleh priska. Untung saja Alex datang.
"Kamu kenapa?" tanya Alex.
"Kepala ku sangat pusing sekali sayang." ucap Priska dengan sangat manja.
Melati menghela nafas panjang.
"Alex sangat perhatian sekali kepada Priska. Seandainya aku di posisi priska aku pasti sangat senang sekali." ucap Melati di dalam hati.
Tidak beberapa lama dokter datang untuk memeriksa kesehatan Priska.
Melati mengantarkan dokter keluar setelah selesai di Periksa.
"Usia kandungan Nya Masih sangat muda, jadi Masih sangat sensitif. Tidak boleh kecapean dan tidak boleh stres." ucap dokter.
"Oohh. Baiklah dokter. Terimakasih banyak sudah mau datang ke sini." ucap Melati.
"Kalau boleh tau wanita yang hamil itu Siapa?" tanya Dokter.
"Dia saudara kami." ucap Melati. "Oohh begitu.. Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu." ucap dokter kepada Melati.
Setelah dokter pergi Melati masuk ke dalam. Dia melihat Priska Masih bermanja-manja kepada suami nya. Bukan cemburu dia jadi merasa geli karena sangat lebay menurut dia.
__ADS_1
"Melati tolong buatkan air hangat untuk Priska." ucap Alex.
"Loh kenapa jadi aku?" ucap Melati dengan kesal namun dia tetap mengerjakan nya.