Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 30


__ADS_3

Dia memencet bel rumah yang begitu besar berlantai empat.


"Gaga keluar kamu!" ucap Alex menendang pintu."


"Apa maksud Tuan menendang pintu rumah saya?" tanya Gaga yang baru Saja keluar.


"Jangan banyak basa-basi, di mana istri ku? Kamu pasti menyembunyikan dia kan?" tanya Alex. "Jangan menuduh saya sembarangan, Melati tidak ada Ke sini sama sekali." ucap Gaga.


"Tidak mungkin! Kamu pasti menyembunyikan dia!" ucap Alex.


"Tidak mungkin saya menyembunyikan istri tuan di sini." ucap Gaga. Alex masih belum percaya dia menerobos masuk ke dalam rumah Gaga.


"Ada apa ini?" tanya orang tua Gaga.


"Anak Ibu dan Bapak sudah menyembunyikan istri saya. Dia membawa kabur istri saya." ucap Alex. Gaga menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ayah, aku tidak melakukan itu." ucap Gaga.


"Melati... Melati.. Alex memanggil Melati ke seluruh ruangan yang ada di rumah itu.


"Pak Alex sebaiknya bapak keluar dari rumah saya. Bapak membuat kekacauan di rumah kamu." ucap Orang tua Gaga.


"Mana mungkin Anak kami membawa Istri bapak ke sini. Kami juga pasti melarang nya." ucap Orang tua Gaga.


"Kalian semua pasti sudah bersekongkol untuk menyembunyikan istri saya kan?" ucap Alex.


"Kalau tuan belum percaya, Tuan bisa memeriksa ke seluruh ruangan di sini." ucap Alex.


"Aku sama sekali tidak membawa Istri tuan ke sini atau menyembunyikan nya." ucap Gaga.


Alex menatap Gaga dengan tatapan penuh kebencian dan marah.


"Terserah tuan msu percaya atau tidak. Tapi ini di depan kedua orang tua saya, tidak mungkin saya berbohong." ucap Gaga.


"Kamu tidak bisa di percaya sama sekali! Itu sebabnya saya memecat kamu!" ucap Alex.


"Sebaiknya bapak pergi dari sini!" ucap Orang tua Gaga mengusir Alex dari sana.


Alex pergi dari sana. Di dalam mobil dia mencoba menelpon nomor Melati namun tidak aktif.


"Kamu kemana Melati?" ucap Alex sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Halo Melati kamu di mana?" tanya Alex langsung tanpa melihat siapa yang menelpon dia.

__ADS_1


"Ini aku sayang.." ucap Priska.


Alex melihat nama kontaknya.


"Oohh kamu." ucap Alex.


"Kenapa kamu berfikir aku Melati? Apa kamu sedang mencari nya sekarang?" tanya Priska. Alex Diam.


"Kenapa kamu diam? Kamu ngapain sih nyariin dia?" tanya priska kesal.


"Dia menghilang dari malam tadi entah kemana. " ucap Alex.


"Palingan dia pergi dengan Gaga." ucap Priska.


"Tapi tidak ada bersama Gaga. Aku sudah dari sana." ucap Alex.


"Pasti bersembunyi. Mana mungkin Gaga mau jujur. Aku yakin Gaga pasti menyembunyikan Melati." ucap Priska.


"Sudah lah sayang kenapa kamu mengkhawatirkan dia sih? Justru bagus dong kalau dia pergi bersama pria lain. Jadi kita bisa bersama." ucap Priska.


"Semua nya tidak semudah itu Priska." ucap Alex.


"Apa yang kamu pikirkan lagi? Bukan nya kalau istri kamu pergi dan pisah sama kamu justru bagus untuk kita berdua?" ucap Priska.


"Aku sudah memiliki perasaan kepada Melati. Aku begitu bodoh selama ini, aku benar-benar sangat bodoh sekali." ucap Alex merutuki diri nya sendiri.


"Sekarang tidak ada gunanya penyesalan. Melati sudah pergi meninggalkan aku. Ini semua adalah kesalahan ku." ucap Alex.


"Sayang kenapa kamu Diam saja?" tanya priska. "Aku akan mematikan sambungan telepon nya." ucap Alex.


"Loh kenapa? Kamu mau kemana lagi? Aku ingin kamu pulang karena perut ku sakit lagi." ucap priska.


"Aku harus mencari Melati.. Kalau Keluarga nya tau aku akan terkena masalah." ucap Alex.


"Sudah tidak perlu perduli kan dia sayang, sekarang aku mau kamu pulang. Aku juga istri kamu, aku lagi mengandung anak kamu." ucap Priska.


"Baiklah-baiklah aku akan pulang." ucap Alex. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang.


Di rumah orang tua Melati.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Stevan kepada Dinda yang sudah rapi membawa kunci mobil dan juga Tas.


"Aku keluar sebentar yah, aku ada urusan mendadak." ucap Dinda.


"Aku anterin yah, aku tidak ada kerjaan di rumah kok." ucap Stevan.

__ADS_1


"Kamu di rumah saja istirahat. Minggu depan kita sudah pulang. Ini waktu nya kamu istirahat." ucap Dinda.


"Kamu yakin gak mau di anterin pergi sama aku? Jarang-jarang aku bisa mengantar kan kamu seperti ini." ucap Alex.


"Gak apa-apa kok sayang." ucap Dinda. dia menyalim tangan suami nya setelah itu langsung pergi. Stevan menghela nafas panjang.


"Kenapa aku merasa Dinda menyembunyikan sesuatu yah? Aku juga melihat Alex tadi ke sini dan mereka berbicara sangat serius sekali." ucap Stevan.


"Istri kamu mau kemana?" tanya Orang tua nya kepada Stevan.


"Aku gak tau mah." ucap Stevan.


"Loh kamu kok gak tau sih? Di temanin kalau istri keluar." ucap mamah nya. "Aku sudah menawarkan diri mah, tapi Dinda tidak mau dan meminta aku untuk istirahat." ucap Stevan.


"Hari ini kamu dan Dinda janji Akan mengajak Mamah dan papah menemui anak yang akan kalian adopsi." ucap mamah nya.


"Ya Allah aku lupa Mah, aku sama sekali tidak ingat. Maafin aku mah. Aku akan menghubungi Dinda dulu." ucap Stevan.


Stevan menelpon istri nya.


"Stevan kenapa menelpon aku?" ucap Dinda melihat Handphone nya berdering. Dia mengabaikan namun di telpon lagi.


"Halo sayang kamu belum jauh kan?" tanya Stevan akhirnya di jawab oleh Dinda.


"Kenapa?" tanya Dinda.


"Hari ini kita sudah sepakat akan membawa Mamah sama Papah menemui anak yang kita bicara kan itu." ucap Stevan.


"Seperti nya tidak bisa hari ini sayang. Aku tidak bisa meninggal kan urusan ku Dulu. Besok kalau ada waktu kita pasti pergi kok." ucap Dinda.


"Kamu mau kemana nak? Kenapa kamu terlihat menyembunyikan sesuatu sampai suami kamu tidak tau kamu mau kemana." ucap Mamah mertua nya namun tidak di jawab karena jaringan hilang.


Stevan menghela nafas panjang. "Sebaiknya kamu mengikuti istri kamu saja. Mamah mengkhawatirkan dia." ucap mamah nya.


"Tidak mungkin dia aneh-aneh Mah." ucap Stevan.


"bukan masalah aneh-aneh, hanya saja Mamah takut dia kenapa-kenapa." ucap Mamah nya.


"Aku tidak tau sekarang posisi dia ada di Mana mah, biarkan saja, nanti kalau dia membutuhkan aku dia pasti menelpon." ucap Stevan.


Di dalam mobil Dinda mencoba menghubungi Melati.


"Kamu kemana Melati? Kenapa kamu membuat mbak khawatir seperti ini?" ucap Dinda. Dia menghubungi Melati Terus menerus namun tidak bisa.


"Mbak harus mencari kamu kemana?" ucap Dinda sangat bingung. Dia berfikir kalau Melati pasti ada di tempat yang biasa di kunjungi oleh mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2