
"Aku tadi Makan roti banyak. Terimakasih yah Sayang sudah mau datang membawa makanan untuk ku." ucap Alex mencium kening Priska.
"Aku mau kembali bekerja, sebaiknya kamu pulang duluan yah." ucap Alex. "Aku langsung ke rumah kamu yah." ucap Priska. Alex Menggeleng kan kepala nya.
"Sebaiknya jangan dulu, aku harus memastikan Melati kapan pulang." ucap Alex.
Di malam hari nya Alex duduk sendirian di ruang tamu dia melihat Rumah begitu Sepi karena biasanya pasti ada Melati yang masih mondar-mandir.
Alex membuka ponsel nya melihat postingan istri nya bersama keluarga besar nya.
"Aaarggghh!!! kenapa aku harus memikirkan dia. Bodo amat dia mau bahagia atau tidak." ucap Alex mematikan handphone nya.
Ia sudah mengantuk namun perut nya lapar. Pergi ke meja makan tidak ada yang bisa di makan, bahkan untuk memasak saja tidak ada bahan-bahan nya.
Meminum Air putih yang banyak menurut nya sudah cukup menahan lapar nya sampai besok pagi. Alex berbaring di kasur nya.
melihat tempat tidur Melati yang kosong. "Kenapa baru satu malam saja dia tidak ada Rasa nya begitu sepi?" Batin Alex. Dia mengambil bantal Melati memeluk dan mencium Aroma istri nya.
Sementara Melati malam ini memutuskan untuk keluar bersama Kakak dan Dinda.
"Melati kapan kamu akan pulang ke rumah mu? Apa suami mu tidak Marah?" tanya Stevan.
"Kakak ngusir aku yah? Apa Kakak tidak merindukan aku? Baru saja kita bersama namun kakak sudah bertanya kapan aku pulang." ucap Melati.
"Bukan begitu maksud kakak, suami kamu pasti tidak bisa sendiri di rumah." ucap Stevan. Melati menghela nafas panjang.
"Tidak apa-apa kok kak, nanti kalau dia butuh dia pasti menelpon ku. Aku Masih ingin di rumah bersama kakak." ucap Melati.
"Sudah lah sayang biarkan saja Melati di sini bersama kita. Dia masih merindukan kamu." ucap Dinda kepada suami nya.
"Kakak hanya mengkhawatirkan hubungan kalian." ucap Stevan.
"Aku baik-baik saja kok kak, kalau begitu aku ke kamar mandi dulu yah." ucap Melati. Stevan dan Dinda menganguk.
"Kamu jangan menunjukkan kalau kita tau hubungan nya dengan suami nya sedang tidak baik." ucap Dinda.
"Aku hanya khawatir Dinda." ucap Stevan. "Melati sudah dewasa dia pasti tau yang terbaik seperti apa." ucap Dinda.
"Kamu benar juga. Sebaiknya aku percaya kepada dia dan suaminya." ucap Stevan.
Karena sudah puas bermain di luar mereka akhirnya pulang. Melati selesai menukar pakaian dia duduk di kasur sambil membuka Handphone nya.
__ADS_1
Setelah itu dia berbaring dan tertidur begitu pulas, Ibu nya masuk ke kamar Melati.
"Maafin Mamah yang selalu menekan kamu nak, Mamah minta maaf." ibu nya mencium kening Melati dan setelah itu keluar.
"Mamah dari mana? Kok belum tidur?" tanya Stevan.
"Mamah dari kamar Adik kamu." ucap Mamah nya.
"Oh iya nak, mamah ingin kamu berbicara baik-baik kepada Melati agar segera mengandung, jangan menunda-nunda nya lagi." ucap Mamah nya.
"Mah itu adalah kuasa Tuhan, kalau belum rejeki mau gimana lagi." ucap Stevan.
"Mamah sudah tua, kalau salah satu dari kalian mempunyai keturunan, Mamah pasti sangat tenang, senang." ucap Mamah nya.
Stevan Menghela nafas panjang. "Bagaimana aku membicarakan ini kepada Melati. Kelihatan nya dia sudah banyak masalah." ucap Stevan kepada Mamah nya.
"Mungkin kalau kamu yang membicarakan itu dia lebih paham dan mengerti." ucap Mamah nya. "Mah aku gak bisa, aku takut dia kefikiran." ucap Stevan lagi.
"Kalian tidak sayang sama mamah dan papah." ucap Mamah nya.
"Bukan seperti itu mah maksud nya." ucap Stevan. Mamah nya sudah langsung pergi. Stevan bingung jadinya.
"Mamah aku minta maaf." batin Stevan.
"Selamat siang sayang..." Sapa Priska masuk ke ruangan Alex.
Alex Menghela nafas panjang melihat Priska.
"Kenapa kamu baru datang? Aku sudah meminta kamu datang dari pagi tadi." ucap Alex.
"Maafin ku sayang, aku minta maaf. aku ada urusan yang mendadak." ucap Priska. Alex diam.
"Ya udah kalau begitu aku sudah di sini , kamu butuh apa?" ucap Priska.
Alex Menggeleng kan kepala nya. "Kenapa kelihatan nya kamus sedih gitu sih? Ada apa?" tanya Priska. Priska duduk di pangkuan Alex.
"Apa kamu memiliki masalah? Apa kamu masih marah pada ku? Tidak biasa nya melihat kamu seperti ini." ucap Priska.
Alex Menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa, hanya kelelahan saja. Tadi malam aku tidak bisa tidur." ucap Alex.
"Loh kenapa? Bukan nya semalam istri kamu gak ada, jadi bisa tidur dengan nyenyak deh." ucap Priska. Alex Menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Kamu mulai sekarang tinggal di rumah saja." ucap Alex. "Kamu seriusan?" tanya Priska. "Iyah serius. Aku tidak bisa sendiri saja di rumah." ucap Alex.
"Ya udah aku mau kok, aku sangat senang sekali." ucap Priska mencium bibir Alex namun tiba-tiba staf masuk ke dalam.
"Permisi Pak, Maaf kalau saya mengganggu." ucap Staf.
Priska langsung berdiri.
"Ada apa? Lain kali ketuk pintu terlebih dahulu." ucap Alex.
"baik pak, saya salah. Saya minta maaf." ucap staf. "Ada apa?" tanya Alex.
"Ini daftar pelamar yang mau menjadi asisten Bapak." ucap Staf.
Alex melihat nya. Kedua nya perempuan.
"Apa tidak ada laki-laki?" tanya Alex. "Tapi yang memiliki nilai Bagus adalah mereka berdua Pak." ucap Staf.
"Baiklah kalau begitu bawa mereka ke ruangan saya besok pagi." ucap Alex.
"Baik Pak." ucap staf dan setelah itu keluar dari ruangan itu.
"Kalau sekretaris kamu perempuan jangan sampai kamu jatuh cinta kepada mereka yah, aku Cemburu." ucap Priska.
"Prinsip saya tidak akan pernah Jatuh cinta pada anggota atau bawahan saya." ucap Alex. Priska tersenyum.
"Kamu membuat ku semakin mencintai kamu." ucap Priska.
"Anak Mamah lagi masak apa?" tanya mamah Melati yang baru saja turun dari lantai atas namun melihat Melati memasak di dapur.
"Aku biasa masak sendiri di rumah untuk Mas Alex Mah, dua hari tidak memasak jadi terasa aneh." ucap Melati.
Mamah nya tersenyum.
"Mamah muda cicip dong." Mereka Makan berdua. "Oh iya mah boleh gak aku pergi sama teman-teman ku nanti malam?" tanya Melati.
"Kalau Mamah sama papah boleh-boleh saja, kamu juga sudah jarang berkumpul dengan mereka. Teman-teman kamu sering bertanya kamu ada di mana." ucap Mamah nya.
Melati tersenyum. "Makasih yah mah." ucap melati.
"Lagi membicarakan apa Sih?" ucap Stevan yang baru saja datang.
__ADS_1
"ini Adik kamu mau main sama teman-teman nya." ucap Mamah nya.
Stevan menatap Tania. "Kamu yakin mau pergi? Apa kamu sudah ijin sama suami kamu?" ucap Stevan.