
"Bagus lah nak, oh iya Kakak kamu Stevan sudah kembali dari luar negeri. Mereka hampir sampai di rumah.. Datang lah Besok ke sini nak, jangan lupa ajak suami kamu." ucap Orang tua nya.
"Kak Steven sudah datang? Horeee!!!" Ucap melati dia sangat senang. "Kamu datang yah nak." ucap mamah nya. Melati menginyakan, panggilan langsung mati.
"Aku sangat merindukan kak Steven." ucap Melati. Namun tiba-tiba dia melihat wajah nya.
Alex masuk ke dalam kamar dia melihat Melati. Alex duduk di pinggir kasur hanya diam sehingga membuat Melati bingung.
"Ada apa?" tanya Melati karena merasa Alex seperti ingin menyampaikan sesuatu.
"Aku ingin membiarkan Priska tinggal di rumah ini, aku harap kamu sama sekali tidak keberatan." ucap Alex.
Melati menghela nafas panjang.
Dia mengusap kepala nya.
"Apa kamu sama sekali tidak memikirkan perasaan ku? Aku adalah istri kamu." ucap Melati.
"Tetapi ini adalah rumah Saya!" ucap Alex. "Aku tidak setuju! Aku tidak akan pernah setuju." ucap Melati.
"Aku mencintai Priska. Aku ingin dia selalu bersama ku." ucap Alex.
Mendengar itu hati Melati begitu sangat sakit sekali.
"Kalau kamu ingin dia tinggal di sini, sebaiknya kamu menceraikan aku terlebih dahulu." ucap Melati.
Alex menatap Melati. "Kamu pikir bercerai semudah itu?" ucap Alex.
"Aku capek seperti ini terus! Aku sudah lelah aku memilih untuk menyerah tidak ada gunanya lagi aku memperjuangkan rumah tangga yang begitu berantakan ini." ucap Melati sambil menangis.
"Sekarang terserah kamu mau melakukan apa. Tapi sebelum kamu melakukan apa yang kamu mau ceraikan aku!" ucap Melati.
"Aku tidak tahan lagi Alex... Aku tau kalau aku tidak sempurna aku bukan wanita yang kamu inginkan. Sekarang tidak ada gunanya kamu bersama ku." ucap Melati.
Tiba-tiba Klakson depan rumah berbunyi. Alex dan Melati kaget siapa itu. Melati menghapus air mata nya dia melihat dari jendela dan ternyata itu adalah kakak nya.
"Kak Stevan..." ucap Melati. Melati mau keluar namun di tahan oleh Alex, Melati menepis tangan suami nya dan langsung keluar.
Melati berlari memeluk Stevan.
"Melati...." panggil Stevan. Mereka berpelukan. Alex mengikuti nya turun ke bawah yang pertama dia lihat adalah Dinda, Mantan Kekasih nya yang sekarang sudah menjadi istri dari kakak ipar nya.
"Dinda..." Batin nya.
__ADS_1
"Bagaimana kabar kamu dek? Kakak sangat merindukan kamu." ucap Stevan.
"Aku baik-baik aja Kak, aku juga sangat merindukan kakak." ucap Melati. Stevan melihat memar di bagian wajah Melati.
"Ada apa dengan wajah mu? kenapa bisa seperti ini?" tanya Stevan. "Gak apa-apa kok kak, aku tidak sengaja jatuh pas olahraga di luar." ucap Melati.
"Ya ampun Melati, kamu harus hati-hati." ucap Dinda.
Melati melihat Dinda. "Mbak Dinda apa kabar? Aku sangat merindukan Mbak." ucap melati memeluk kakak ipar nya itu.
"Mbak juga sangat merindukan kamu. Kamu tau selama di sana mbak berusaha menghubungi kamu namun tidak bisa." ucap Dinda. Melati menoleh ke arah suami nya.
Stevan melihat Alex yang memasang wajah datar.
Alex dengan Stevan tidak pernah akur.
"Aku ingin ikut dengan kakak." ucap Melati.
"Apa suami kamu sudah mengijinkan? sebaiknya kamu ijin dulu." ucap Stevan.
Melati menoleh ke arah Alex.
"Besok saja." jawab Alex. Melati tidak bisa membantah.
"Ayo.." Ajak Stevan menarik tangan Dinda.
"aku masih merindukan kakak." ucap melati.
"Kita masih bisa bertemu besok, kakak juga masih merindukan kamu." ucap Stevan. Melati menganguk.
Kakak nya pun pergi. "Kenapa kamu sangat tega meninggalkan Melati seperti itu sayang? apa kamu tidak melihat bagaimana dia sangat merindukan kamu?" ucap Dinda.
"Kamu tau sendiri kalau Alex tidak pernah menyukai aku, di tambah lagi seperti nya dia belum move on dari kamu." ucap Stevan.
"Mana mungkin tidak move on sayang, dia sudah menikah dengan melati. Kelihatan kalau mereka saling mencintai." ucap Dinda.
Melati melihat mobil kakak nya pergi. Melati menatap wajah suaminya.
"Aku tidak habis pikir kalau Pria seperti kamu sangat brengsek." ucap Melati. Alex menaikkan Alis nya.
"Kamu meninggalkan Menghianati mbak Dinda dan tidak terima ketika mbak Dinda menikah dengan kak Steven. Dan akhirnya kamu menikah dengan ku karena balas dendam, setelah menikah dengan ku kamu selingkuh." ucap Melati.
Alex menatap Melati. "Kenapa? Kamu mau marah?" ucap Melati sudah berani melawan.
__ADS_1
Alex tidak mengatakan apapun dia langsung masuk ke dalam.
Waktu malam tiba..
"Assalamualaikum Mamah, papah.." Melati Vc dengan keluarga nya di rumah. Kebetulan Alex turun dari lantai atas dia melihat Melati.
Melati mengabaikan nya, Alex berjalan ke arah dapur mau makan.
Alex membuka tudung nasi dia tidak melihat ada makanan yang bisa di Makan sementara perut nya lapar.
Dia berjalan ke ruang tamu dan mematikan laptop Melati.
"Apa kamu tidak masak?" tanya Alex berdiri menatap Melati.
"Aku tidak kuat masak, kepala ku pusing. Sebaiknya kamu memesan gofood Saja." ucap Melati.
"Sejak kapan saya Makan makanan dari luar? Tugas kamu apa saja?" ucap Alex.
"Aku bukan pembantu kamu, aku adalah istri kamu, aku sudah memberikan alasan ku, kalau aku bisa aku pasti melakukan nya." ucap Melati.
Alex mau menampar wajah Melati namun tiba-tiba terhenti melihat air mata Melati lagi-lagi keluar.
"Aarrrrhhhhhh!!!!" dia kesal sendiri.
"Kenapa tidak jadi menampar ku? Bukan kah itu sudah hal yang biasa kamu lakukan Tampa ragu?" ucap Melati.
Alex Langsung pergi.
Melati melihat Alex ke dapur. Melati kembali berbaring karena kepala nya sangat sakit.
Namun tiba-tiba dia terbangun karena mendengar barang jatuh dan suara teriakan Alex.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Melati kaget melihat Alex. Alex memasak mie instan namun tangan nya licin tidak kokoh sehingga semua nya langsung tumpah .
Melati dengan sangat panik langsung membawa tangan Alex yang terkena panas ke wastafel membasahi nya.
Alex melihat Melati yang meniup tangan nya yang sudah merah, dan kekacauan yang sudah di buat oleh nya.
Terpaksa Melati harus menahan rasa pusing nya membersihkan semua nya dan setelah itu memasak kan untuk suami nya.
Tidak ada percakapan di antara mereka, setelah memberikan suami nya makan dia mengistirahatkan tubuh nya kembali.
Dia harus minum obat agar cepat sehat, setelah minum obat dia tertidur pulas. Alex baru saja selesai makan dia menyimpan piring nya sendiri. Dia hendak ke kamar namun melihat Melati yang ketiduran di sofa.
__ADS_1