Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 29


__ADS_3

Dia mengetuk pintu kamar namun tidak kunjung dibuka. "Tidak mungkin jam segini dia belum bangun." ucap Alex langsung membuka pintu namun di kamar Tidak ada siapa-siapa.


"Melati! Melati!" panggil Alex. Melihat ruangan itu kosong membuat nya Curiga kalau Melati pergi dari rumah nya.


setelah melihat koper tidak ada dia membuka lemari dan pakaian Melati berkurang.


"Apakah dia kembali ke rumah nya tanpa ijin dari ku?" ucap Alex. Dia panik sekali.


bukan takut ketahuan dia menikah melainkan Melati benar-benar ingin berpisah dengan dia.


"Sayang...." Panggil Priska. namun Alex melewati Priska berlari keluar dari rumah. Priska melihat itu sampai Heran dan terkejut.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya priska. Tidak ada jawaban Alex melajukan mobilnya ke rumah mertua nya.


"Loh Alex kenapa sih?" ucap Priska.


"Tadi dia keluar dari kamar Melati." Priska memeriksa Melati sudah tidak ada di sana.


"Melati pasti mengadukan tentang pernikahan ini kepada orang tua nya. Siap-siap saja kamu di kasih hukuman oleh Alex." ucap priska.


Alex tidak lagi perduli dengan pakaian nya yang tidak rapi karena biasanya Melati selalu merapikan nya.


Sesampainya di depan rumah mertua nya dia merapikan rambut, baju dan dasi nya.


Namun yang dia Heran kan adalah mobil Istri nya tidak ada di sana.


Alex turun dari mobil.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Dinda langsung menahan Alex yang mau masuk ke dalam rumah.


"Aku ingin bertemu dengan istri ku." ucap Alex.


"Istri?" ucap Dinda. "Aku tau Melati pasti ke sini, dia tidak ada di rumah dan membawa sebagian pakaian nya." ucap Alex.


"Dia tidak ada di sini!" ucap Dinda.


"Tidak mungkin." ucap Alex terus memaksa untuk masuk namun Dinda tidak mengijinkan nya.


Namun Alex terus menerobos masuk. Dia melihat Stevan dan juga kedua mertua nya sedang duduk di ruang tamu.


"Nak Alex.." ucap Mamah mertua nya. Alex menyalim tangan mereka semua kecuali Stevan.


"Kamu sendiri saja? Melati mana?" tanya papah Mertua nya.

__ADS_1


Alex menoleh ke arah Dinda.


"Humm Melati di rumah Pah." jawab Alex. "Kenapa gak sekalian di ajak?" tanya mereka lagi.


Alex bingung harus menjawab apa. sekarang dia panik kemana istri nya pergi karena tidak ada di rumah orang tua nya.


Cukup banyak perbicangan mereka, Alex mencoba agar tidak gugup.


Setelah dari sana dia keluar. "Dinda kamu pasti tau kan kemana Melati." ucap Alex.


"Aku meninggalkan dia di rumah kamu, seharusnya kamu yang tanggung jawab dan harus tau dia ada di mana. Bukan hanya wanita murahan itu yang kamu pikirkan!" ucap Dinda.


"Kamu jangan membawa-bawa dia ke Masalah ini." ucap Alex.


"Justru dia harus di bawa, dia penyebab Melati kabur dari rumah. Sekarang kita harus mencari dia kemana coba." ucap Dinda.


"Kamu pasti tau dia ada di mana. Cepat beri tau aku Dinda." ucap Alex.


"Apa aku pernah berbohong kepada mu? Kalau aku tau di Mana Melati aku akan menyusul nya sekarang, aku tidak akan membiarkan dia sedih hanya karena pria seperti kamu!" ucap Dinda.


Alex Menghela nafas panjang.


"Kamu harus mencari Melati sampai ketemu! Kalau tidak kamu akan tau apa yang akan terjadi kepada kamu." ucap Dinda.


Alex semakin panik, dia jadi takut. Alex meninggalkan rumah mertua nya.


"Aku memperingati dia agar tidak macam-macam kepada Melati, hanya itu saja." ucap Dinda.


"Jujur saja aku sangat cemburu kalau kamu dekat-dekat dengan dia." ucap Stevan.


"Tidak akan terjadi apa-apa kok, aku hanya mencintai kamu, tidak perlu cemburu seperti itu." ucap Dinda. Stevan memeluk istrinya.


"Aku sadar diri banyak kekurangan. Maafin aku yah " ucap Stevan.


"Justru aku yang banyak kekurangan." ucap Dinda. Mereka berpelukan.


"Mamah senang deh kalau melihat kalian berdua akur seperti ini, romantis Terus." ucap mamah nya.


"Ahh mamah bikin malu aja deh." ucap Stevan. Mamah nya tersenyum.


"Kalian setuju gak kalau mamah sama papah saranin untuk mengadopsi Anak?" tanya Mamah nya.


"Hah Mamah serius?" tanya Dinda. Mamah nya menganguk.

__ADS_1


"Maafin Mamah sebelum nya melarang untuk mengadopsi anak karena Mamah ingin Cucu kandung. Tapi Mamah rasa tidak ada salah nya." ucap Mamah nya.


"Kamu sudah memiliki anak yang akan di adopsi mah kalau begitu." ucap Stevan.


"Bagus deh kalau begitu, boleh Mamah ketemu dengan anak itu?" tanya Mamah nya.


"Boleh Mah." ucap Stevan. hari ini mereka juga mau ketemu dengan anak yang di maksud.


"Bagaimana kalau kita sekalian ngajakin Melati?" tanya Mamah nya.


"Melati pasti sangat sibuk mengurus suami dan sekarang sudah menulis mah " ucap Dinda.


"Oohh begitu yah, ya udah kita saja." ucap mamah nya. Mereka berangkat ke panti asuhan yang sering di kunjungi oleh Dinda dan Stevan waktu pacaran dan menyukai salah satu anak laki-laki...


Di dalam mobil Alex sudah mencari kemana yang menurut nya Istri nya pergi.


Namun yang dia tau hanya toko buku saja.


"Melati kemana kamu?" tanya Alex. Dia sangat panik, dia tidak tau harus bagaimana lagi karena istri nya sudah pergi meninggalkan Dia.


Alex sudah kelelahan mendatangi satu persatu teman Melati, namun tidak ada satu pun yang tau Kemana Melati pergi.


Alex duduk di taman kota sambil meminum Aqua yang di beli nya tadi. Dia berharap salah satu mobil yang dia perhatikan adalah mobil Istri nya.


Hari semakin Siang namun dia tidak bisa menghubungi nomor nya melati.


Hari semakin sore tak ada juga kabar dari istri nya, dia sudah bingung harus mencari kemana.


"Aku suami yang sangat jahat sekali, aku bahkan tidak tau istri ku sering Kemana dan tidak tau kepribadian nya." ucap Alex menyalah kan diri nya sendiri.


"Melati pulang lah, aku mohon..." Alex melihat matahari sudah hampir terbenam, handphone nya Berdering dari tadi.


Dia menjawab telpon sekertaris nya itu.


Alex juga meminta untuk mengosongkan jadwal nya terlebih dahulu untuk beberapa hari.


Setelah selesai di memutuskan untuk kembali ke rumah. Namun dia teringat Gaga. "Pasti bersama Gaga, mana mungkin dia pergi." batin Alex.


Tidak jadi kembali ke rumah dia Menuju ke rumah kediaman Gaga yang baru.


Dia memencet bel rumah yang begitu besar berlantai empat.


"Gaga keluar kamu!" ucap Alex menendang pintu."

__ADS_1


"Apa maksud Tuan menendang pintu rumah saya?" tanya Gaga yang baru Saja keluar.


"Jangan banyak basa-basi, di mana istri ku? Kamu pasti menyembunyikan dia kan?" tanya Alex. "Jangan menuduh saya sembarangan, Melati tidak ada Ken sini sama sekali." ucap Gaga.


__ADS_2