
"Pelan-pelan yah Sayang. Nanti juga kamu bakalan bisa. Tapi kamu sama Alex gak bertengkar kan?" tanya mamah nya.
"Enggak lah Mah, dia sangat paham dengan
sifat kekanak-kanakan aku." ucap Melati..
"Bagus deh kalau begitu. Mamah sangat lega mendengar nya." ucap mamah nya.
"Maafin aku Mah. Aku harus berbohong demi Mamah sama papah tidak khawatir kepada ku, aku yang ingin menikah dengan Alex, aku pasti kuat." ucap Melati di dalam hati nya.
"Humm sudah hampir Enam bulan kamu menikah dengan Alex, apa tidak ada tanda-tanda kamu hamil?" tanya Mamah nya.
Tania menunduk kan kepala nya sambil menggeleng kan kepala nya.
"Sudah jangan sedih, mamah hanya bertanya saja." ucap mamah nya.
"Kamu tau sendiri Kakak laki-laki kamu belum memiliki anak. Mamah sudah ingin punya Cucu." ucap Mamah nya.
"Aku juga ingin memberikan Mamah Cucu. Tapi bagaimana bisa kalau aku saja hanya di aniaya oleh suami ku." batin nya.
"Ya udah kalau begitu Mamah keluar dulu yah." ucap Mamah nya. Melati menganguk.
Dia berbaring di kasur nya sampai dia ketiduran karena malam tadi dia sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Alex melihat Melati mau mengajak pulang karena sudah larut malam juga.
"Ya ampun malah tidur nih anak!" ucap Alex kesal.
"Sudah biarkan saja dulu istirahat nak, seperti nya dia sangat kelelahan." ucap mamah Mertua nya.
"Tapi besok aku harus bekerja Mah." ucap Alex.
"Kalau begitu kamu pulang sendiri saja dulu. Besok Mamah sama Papah mengantarkan Melati pulang ke rumah." ucap Mamah nya.
Alex terdiam sejenak.
"Gak bisa Mah. Aku tidak enak kalau seperti itu." ucap Alex.
"Mamah sama papah Masih merindukan Melati. Kalau begitu menginap lah satu malam saja di sini." ucap mertua nya.
"Huff sebaiknya aku menginap saja dari pada membiarkan Melati di sini sendirian dan menceritakan semua nya." ucap nya.
"Ya sudah mah, aku akan menginap di sini." ucap Alex. Mertua nya tersenyum.
"Kamu istirahat di dalam bersama istri kamu." ucap Mamah Mertua nya. Alex menganguk.
Dia masuk ke dalam dan mengunci pintu.
__ADS_1
"Heii...Bangun!" ucap Alex membangun Melati.
Melati langsung bangun.
"Iyahhh.." ucap Melati kaget langsung duduk.
"Kamu tau tidak!? karena kamu tidur kita tidak diijinkan pulang oleh orang tua kamu!" ucap Alex.
"Maafin aku, kasur ini sangat nyaman sekali.. Tadi malam aku tidak bisa tidur begitu nyenyak." ucap Melati.
"Jangan mencoba menyindir saya!" ucap Alex. Melati Menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak menyindir, aku hanya memberi tahu." ucap Melati.
"Jangan mentang-mentang ini di rumah kamu seenaknya melawan saya!" ucap Alex.
"Kenapa kamu tidak pulang saja?" tanya Melati.
"Aku tidak akan membiarkan kamu di sini sendirian!" ucap Alex.
"Kenapa? Kamu takut aku menceritakan semua keburukan kamu? Kamu takut kalau pencitraan kamu ini terbongkar?" ucap melati.
"Sudah berani melawan kamu yah!" ucap Alex menarik rambut Melati.
"Ini semua karena Kakak kamu! Pria mandul itu!" ucap Alex. Melati tiba-tiba mendorong Alex.
"Itu tidak benar!" ucap Melati.
"Orang tua kamu sendiri yang mengatakan kalau mereka belum mempunyai anak dan penyebab nya dan masalah nya ada di kakak laki-laki kamu!" ucap Alex.
Melati mendorong Alex. Alex tertawa melihat wajah kecewa istri nya.
"Seperti nya orang tua kamu sangat ingin memiliki Cucu. Namun sayang seperti nya itu tidak akan pernah terkabul!" ucap Alex.
"Kenapa?" tanya Melati.
"Jangan berfikir aku mandul! Aku wanita yang subur. aku bisa memberikan cucu kepada Orang tua ku." ucap Melati.
"Saya tidak mengatakan itu. Saya hanya tidak bisa tidur dengan wanita seperti kamu. Dan menanam Bibit di rahim kamu!" ucap Alex.
"Kenapa? Apa kamu merasa Jijik? Apa kamu lebih tertarik dengan wanita yang bukan mahram yang sudah di gilir oleh pria lain sebelum kamu?" ucap Melati.
"Plakk!!!" Alex menampar wajah Melati.
"Bukan kah yang aku katakan benar. Semua wanita selingkuhan kamu bukan wanita yang baik!" ucap Melati.
"Jaga mulut kamu!" ucap Alex mau menampar lagi namun langsung di tepis oleh Melati.
__ADS_1
"Justru kamu lah wanita yang sangat murahan! Kalau bukan karena kamu yang melakukan nya terlebih dahulu aaku tidak akan seperti ini!" ucap Alex.
Melati tertawa.
"Aku tidak seperti Kamu, jangan pernah menyamakan hidup wanita selingkuhan mu dengan aku!" ucap Melati.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Ada apa ribut-ribut nak? suara kalian kedengaran? Di dalam baik-baik saja kan?" tanya papah nya Melati.
Alex menghela nafas panjang menatap Melati. Melati mau membuka nya namun di tahan oleh Alex karena pipi Melati sangat merah bekas tamparan nya.
"Tidak apa-apa kok pah, kami menonton Tv." ucap Alex.
"Oohh begitu. papah pikir ada yang marah-marah." ucap papah mertua nya.
"Ya udah kalau begitu papah Istirahat dulu." ucap papah mertua nya. Alex menganguk.
Alex menutup pintu kembali dan melihat Melati yang sudah berbaring membelakangi nya.
Alex tidur di samping Melati, namun jarak nya cukup jauh karena Melati terlalu kepinggir sekali.
Alex baru saja mau memejamkan mata nya namun mendengar isak tangis istri nya. Dia pura-pura tidur namun suara isak tangis istri nya tidak bisa di abaikan oleh nya.
Dia menoleh ke arah Melati yang juga dia belakangi. Dia menatap punggung Melati.
Tangan nya mau menarik bahu Melati namun dia tidak berani.
"Ini sudah malam aku ingin istirahat, suara mu mengganggu aku." ucap Alex. Namun Melati tak kunjung Diam.
"Kamu bisa diam gak?" tanya Alex dengan kasar menarik bahu Melati. Dan ternyata Melati sedang mengigau dia menangis Tampa henti.
"Hikss..... Hiksss..." Dia menangis sambil memejamkan mata nya. "Hey bangun! Melati bangun!" ucap Alex menepuk pipi Melati.
Namun tiba-tiba Melati memeluk Alex.
"Aku sangat mencintai kamu, aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Melati. Alex terdiam.
Tidak beberapa lama Melati mulai tenang. Alex tidak bisa melepaskan pelukan Melati karena sangat erat sekali, dia juga tidak berani mengganggu Melati takut bangun.
Dia memerhatikan wajah Melati yang mulai membiru bekas tamparan nya. Dan dua bekas merah di belakang telinga nya.
Dia mengelus nya. "Sssttt!!" Melati kesakitan. Alex pun langsung mengangkat tangan nya.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi telepon dari Priska.
"Halo.." Jawab Alex.
__ADS_1
"Kamu ada di Mana? aku udah di depan rumah kamu Nih!" ucap Priska.