
"Dia saudara kami." ucap Melati. "Oohh begitu.. Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu." ucap dokter kepada Melati.
Setelah dokter pergi Melati masuk ke dalam. Dia melihat Priska Masih bermanja-manja kepada suami nya. Bukan cemburu dia jadi merasa geli karena sangat lebay menurut dia.
"Melati tolong buatkan air hangat untuk Priska." ucap Alex.
"Loh kenapa jadi aku?" ucap Melati dengan kesal namun dia tetap mengerjakan nya.
Setelah memberikan air hangat dia langsung pergi. Alex melihat Melati pergi dia langsung berhenti perduli kepada Priska.
"Kenapa Melati kelihatan nya biasa saja? Biasanya dia selalu memasang wajah cemburu namun sekarang dia biasa saja." ucap Alex dalam hati.
"Aku ke kamar mandi dulu." ucap Alex pergi meninggalkan priska di ruang tamu.
"Kenapa dia malah pergi? Padahal aku Masih merasa mual dan pusing." batin Priska.
Satu Minggu berlalu...
Sekarang Priska sudah kelihatan seperti orang hamil. Dia baru saja pulang bersama Alex dari rumah sakit.
"Sayang kapan kamu akan menikahi aku?" tanya priska.
"Perut ku akan semakin membesar." ucap Priska.
"Sebaiknya kamu istirahat saja dulu yah." ucap Alex mengantarkan priska ke kamar.
"Tidak ada pilihan lain aku harus bertanggung jawab, aku harus segera menikahi priska karena anak yang di dalam perut nya adalah anak ku." batin Alex.
"Melati aku ingin berbicara dengan kamu." ucap Alex menyusul Melati ke kamar nya.
Melati yang tadi nya enak-enak nonton Drakor jadi terganggu karena kedatangan Alex.
"Ada apa?" tanya Melati berjalan mendekati Alex mau keluar dari kamar itu namun tidak sengaja dia ke injak lantai licin.
Dia hampir saja jatuh namun langsung di tolong oleh Alex. Alex menangkap pinggang Melati.
"Kenapa jantungku berdetak begitu cepat? Dan kenapa juga Melati kelihatan sangat cantik." batin Alex.
Melati langsung berdiri.
"Hati-hati." ucap Alex.
"Terimakasih." jawab Melati.
"Kita berbicara di luar saja." ucap Melati. Alex mengikuti Melati.
"Sekarang Melati sangat enggan untuk aku sentuh."
__ADS_1
Dia duduk di depan Melati.
"Kenapa diam saja?" tanya Melati. Sementara Alex berusaha untuk menenangkan diri karena masih sangat gugup.
"Kalau membahas tentang kamu dan juga Priska aku sudah bisa menjawab nya." ucap Melati.
Alex menatap Melati.
"Aku tidak ingin berpisah dengan kamu." ucap Alex.
"Menikah lah dengan Priska. Aku tidak apa-apa." ucap Melati.
"Tapi aku tidak ingin berpisah dengan kamu." ucap Alex.
"Sebagai pria kamu harus bisa mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab apa yang kamu lakukan." ucap Melati.
"Kalau begitu aku tidak akan menikahi priska, kalau kamu mau tetap berpisah." ucap Alex.
"Tidak bisa seperti itu Alex, kamu harus menikah dengan nya." ucap Melati.
"Aku tidak ingin kita berpisah." ucap Alex lagi.
"Lebih baik aku bercerai dari pada harus berbagi suami dengan wanita lain." ucap Melati.
Namun Dua hari kemudian Alex dan juga Priska menikah siri. Melati menahan tangis, sakit dan juga duka di hati nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sah, patah hati yang begitu hebat di rasakan oleh Melati.
Alex ketika mengucapkan ijab kabul dia tidak berhenti menoleh ke arah Melati. Setelah sah dia merasa menyesal sekali karena Melati langsung pergi air mata nya keluar.
"Hari ini Aku melihat suami ku menikah dengan wanita lain. Kenapa Allah memberikan cobaan yang begitu berat kepada ku?" batin Melati.
Melati sengaja mengundang Dinda. Agar dia memiliki teman di sana karena hanya beberapa orang yang datang di sana.
Dinda memeluk Melati.
"Kamu kuat, kamu pasti kuat." ucap Dinda.
Alex setelah selesai acara dia langsung mencari Melati namun dia tidak tau kemana melati pergi.
"Akhirnya kita sah juga yah sayang." ucap Priska memeluk Alex.
"Kamu istirahat yah sayang, kamu pasti sangat capek kan?" ucap Alex.
"Kamu Temanin aku yah, seperti nya ini adalah bawaan bayi nya deh. Aku tidak bisa jauh-jauh dari kamu." ucap Priska.
Alex menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Ayo istirahat sajaa Sayang, semua tamu sudah pergi." ucap Priska.
"Nanti aku nyusul yah, aku ada urusan sebentar dengan penghulu." ucap Alex.
"Ya udah, aku ke atas duluan yah." ucap Priska.
Alex berbicara sebentar dengan penghulu setelah itu penghulu pergi. Alex melihat mobil Dinda masih ada di sana.
"Kamu sudah puas membuat Melati menderita?" tanya Dinda yang baru saja keluar. Dan melihat Alex menatap nya.
"Aku bisa menjelaskan semuanya!" ucap Alex.
"Plakk!!!! Tamparan di pipinya.
"Kamu pantas menerima ini, karena dari dulu sampai sekarang sifat kamu tidak pernah berubah!" ucap Dinda.
"Kamu yang membuat aku seperti ini, kamu meninggalkan aku dan menikah dengan Stevan." ucap Alex.
"Karena aku? Justru kamu yang meninggal kan aku dan memilih wanita selingkuhan kamu" ucap Dinda. Alex terdiam.
"Aku sama sekali tidak memiliki perasaan pada kamu, sekarang aku sangat membenci mu!" ucap Dinda.
"Kalau bukan karena melati yang selalu menutupi kelakuan kamu dan juga masalah ini mungkin sekarang kamu tidak bisa tersenyum." ucap Dinda.
"Melati mencintai kamu dengan tulus, dia benar-benar tulus namun kamu mematahkan semua harapan nya, masa depan, kebahagiaan nya kamu menghalangi semua nya." ucap Dinda.
"Aku mohon sama kamu untuk meninggalkan Melati.. Kembali kan dia kepada orang tua nya dan jelas kan apa yang terjadi.. Karena dia tidak pernah bahagia dengan pria seperti kamu." ucap Dinda.
"Kamu tidak perlu ikut campur, aku sudah tidak pernah menyinggung kamu lagi!" ucap Alex.
"Tinggalkan Melati! Biarkan dia bahagia." ucap Dinda.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan Melati. Aku juga tidak akan meninggalkan kan priska." ucap Alex.
"Kamu jangan serakah menjadi Pria! Ingat yah semua ini akan ada karma nya kepada kamu." ucap Dinda mengancam Alex.
Setelah itu Dinda pergi begitu saja.
"Aaargggh!!!" Alex sangat marah dia menendang pintu setelah Dinda pergi.
Di hari pernikahan nya dia bukan bahagia malah sebaliknya. Melihat wajah Melati membuat nya juga ikut sedih, dia sangat merasa bersalah dia menyesal sekali.
Keesokan harinya..
Alex hendak berangkat bekerja dia mau sarapan seperti biasa namun dia tidak melihat ada sarapan dimeja makan. "Loh Melati tidak makan yah?" batin Alex.
Dia mengetuk pintu kamar namun tidak kunjung dibuka. "Tidak mungkin jam segini dia belum bangun." ucap Alex langsung membuka pintu namun di kamar Tidak ada siapa-siapa.
__ADS_1
"Melati! Melati!" panggil Alex. Melihat ruangan itu kosong membuat nya Curiga kalau Melati pergi dari rumah nya.
setelah melihat koper tidak ada dia membuka lemari dan pakaian Melati berkurang.