Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 21


__ADS_3

"Kamu pasti capek, ayo langsung istirahat saja." ucap Priska.


"Saya lapar, apa kamu sudah Masak?" tanya Alex.


"Aku gak bisa masak, kok kamu nanya ke aku sih?" tanya Priska.


"Uang belanja aku kasih ke kamu." ucap Alex.


"Tapi uang itu udah aku pakai belanja keperluan aku tadi, aku tidak tau harus membeli apa " ucap Priska.


Alex Menghela nafas panjang. "Aku pesan makan dari luar aja yah." ucap Priska. "Kamu sudah tau kalau aku tidak suka makan di pesan dari luar terus di Makan di rumah." ucap Alex.


"Jadi mau nya gimana? Aku juga capek, aku baru pulang." ucap Priska.


Melati mendengar keributan itu. Dia melihat ke arah meja Makan sudah lengkap semua makanan kesukaan suami nya.


"Ah sudahlah, aku malas ribut." ucap Alex dia masuk ke kamar. Dia melihat kamar Masih berantakan.


"Priska apa yang kamu lakukan di kamar? Kenapa ini masih sangat berantakan sekali?" tanya Alex.


"Kamu protes sama istri kamu, bisa-bisa nya dia hanya mengumpulkan pakaian kotor kamu saja dan mencuci nya." ucap Priska.


Alex turun kebawah. "Melati kenapa kamu tidak merapikan kamar?" tanya Alex.


"Aku tidak tidur di Situ, aku tidak memiliki tanggung jawab untuk membersihkan kamar itu." ucap Melati.


Alex terdiam sejenak, yang di katakan istri nya ada benarnya juga.


"Aku mendengar kamu lapar, aku sudah memasak untuk kamu." ucap melati.


"Siapa bilang aku lapar? aku tidak lapar!" ucap Alex. Namun perut nya tiba-tiba berbunyi.


"Iyah aku lapar, kamu Masak apa?" ucap Alex. Melati berjalan ke arah dapur, dia menyendok kan nasi ke piring Alex.


Tiba-tiba Priska datang. Alex menawarkan dia makan sementara istri nya di depan nya tidak di cakapi oleh nya.


Melati berfikir dengan cara seperti ini Alex Akan baik kepada nya namun ternyata tidak, dia sudah menghabiskan uang dan tenaga untuk Makan. semua nya sia-sia.


"Semoga keselek!" gumam melatih. Tiba-tiba Priska batuk-batuk. Namun Melati sangat Cemburu karena Alex sangat perhatian kepada dia.


"Apa yang kamu lihat? Kalau kamu tidak mau makan pergi sana, mengganggu saja." ucap Alex. Melati pergi dia membawa laptop,buku ke dalam kamar nya.


"Tau seperti ini aku tidak akan Masak lagi." ucap Melati.


"Tapi tidak mungkin aku tidak Masak, itu sudah kewajiban ku. aku adalah istri Alex dan Masih jadi istri nya sekarang." batin Melati.

__ADS_1


Tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari kakak ipar nya.


"Halo mbak Dinda." ucap Melati.


"Kamu ada di mana? Kamu bisa menemui mbak di Cafe yang tidak jauh dari rumah kamu gak?" tanya Dinda.


"Boleh kok mbak." ucap Melati. dia langsung memakai sweater, menata rambut nya sedikit dan setelah itu pergi.


Tampa pamit pada suami nya, karena dia tidak akan perduli.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Loh mbak sendiri?" tanya Melati.


"Bagaimana keadaan kamu? Kamu dengan Alex gak ribut kan? Alex gak menyiksa kamu kan?" ucap Dinda sangat khawatir memeriksa seluruh tubuh Melati.


"Aku baik-baik saja mbak, aku tidak di siksa oleh Alex kok.. Hanya saja yang membuat ku sedih adalah selingkuhan nya sudah tinggal di rumah kami." ucap Melati.


"Hah? Bagaimana bisa? Ini sudah keterlaluan. Kamu harus bertindak." ucap Dinda.


"Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi Mbak." ucap Melati.


"Kamu harus berpisah dengan dia." ucap Dinda. Melati menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin Mbak." ucap Melati.


"Kenapa tidak mungkin? Ini sudah keterlaluan. Mbak tidak bisa tenang kalau seperti ini." ucap Dinda.


"Tidak menyakiti bagaimana melati? Dia sudah menyiksa fisik dan juga hati kamu." ucap Dinda.


"Mbak tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku akan bertahan Terus memperjuangkan rumah tangga ku demi orang tua ku, tapi kalau aku tidak tahan aku akan menyerah." ucap Melati.


Dinda memeluk Melati.


"Mbak jangan seperti ini, percaya deh aku pasti Kuat." ucap Melati.


"Mbak percaya kok, kamu pasti kuat." ucap Dinda.


Melati menghapus air mata Mbak nya.


"Ini sudah sangat malam, mbak harus pulang, aku juga tidak bisa Lama-lama, mas Alex Akan sangat marah." ucap melati.


"Aku mohon jangan sampai ada yang tau tentang ini mbak." ucap melati.


"Kamu tenang saja, mbak tidak akan memberi tahu siapa pun." ucap Dinda.


"Tapi kalau kamu benar-benar tidak kuat. Alex semakin aneh-aneh kamu harus mengatakan semua nya dengan jujur kepada keluarga." ucap Dinda.

__ADS_1


"Iyah Mbak." ucap melati. Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang melati pulang terlebih dahulu.


"Aku sangat bersyukur memiliki kakak ipar seperti Mbak Dinda." batin Melati.


Sesampainya di rumah dia memasukkan mobil dan menutup gerbang nya.


Dia masuk menutup pintu utama dengan pelan-pelan.


melati kaget melihat Alex tidur di sofa.


"Kenapa dia tidur di sini?" ucap Melati.


"Mas.. Mas.." panggil Melati dengan pelan membangun kan Alex namun Alex tak kunjung bangun.


"Ah sudahlah. Dia mungkin kecapean." ucap Melati dia masuk ke kamar nya yang tidak jauh dari ruang tamu.


Tidak beberapa lama ia kembali membawa selimut. melati menyelimuti suami nya agar tidak kedinginan.


"Tidur yang nyenyak yah mas." ucap Melati dengan lembut walaupun Suami nya tidak mendengar.


Alex sadar melati memberikan selimut, namun karena sangat mengantuk dia lanjut untuk tidur lagi.


Keesokan harinya...


"Kamu mau kemana?" tanya Alex pada Melati yang sudah rapi.


"Aku mau ke toko buku membeli buku." ucap melati. "Pagi-pagi seperti ini?" ucap Alex.


"Aku sudah menyiapkan sarapan, pakaian kamu dan juga membersihkan rumah." ucap Melati. Alex terdiam.


Dia melihat penampilan Melati.


"Aku hanya mau bilang kalau teman ku mengundang mu ke pernikahan nya, namun sepertinya membawa kamu Akan membuat ku malu, jadi aku akan membawa Priska." ucap Alex.


"Hanya itu saja?" tanya Melati dengan santai.


"Ya hanya itu! Kamu jangan berkoar-koar kalau ganti kamu adalah Priska." ucap Alex.


"Kamu tenang saja, aku juga tidak ingin pergi kok.. Wanita buruk dan jelek seperti ku tidak cocok ke acara pernikahan dengan pria Tampan seperti kamu." ucap Melati.


"Kalau tidak ada yang penting aku akan pergi." ucap Melati. Dia langsung pergi tanpa menyalim tangan suami nya seperti biasa.


"Apa? Respon nya kenapa sangat Cuek seperti itu? tanya Alex.


"Seperti nya tidak akan ada harapan lagi untuk ku, aku perlahan harus menyerah." batin Melati.

__ADS_1


Dia mengendarai mobil nya meninggal kan halaman rumah itu.


"Kalau suatu saat nanti kita akan berpisah, aku ikhlas asal kamu bahagia dengan pilihan kamu." batin Melati.


__ADS_2