Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 32


__ADS_3

"Sayang sudah malam, kamu mau kemana lagi? Waktu nya tidur." ucap priska menahan tangan suami nya.


"Kamu tidur saja duluan yah." ucap Alex, namun Priska Menahan tangan suami nya. "Aku mau tidur bareng kamu, aku yakin aku tidak akan bisa tidur kalau tidak Sama kamu, ini bawaan dari bayi nya." ucap Priska.


Alex juga harus memikirkan anak nya, akhirnya dia pun memutuskan untuk istirahat dulu.


"Aku tidak akan membiarkan Alex kembali lagi kepada Melati. Karena Alex hanya milik ku sekarang, apapun itu akan aku lakukan agar aku bisa mendapatkan Alex." ucap Priska dalam hati nya.


"Dinda kenapa belum pulang yah?" Stevan yang menunggu istri nya di teras rumah sudah kedinginan menunggu istri nya.


"Kan Mamah sudah bilang agar kamu mengikuti dia, sekarang dia tidak pulang." ucap mamah nya. Stevan hanya diam.


Namun mobil yang di Kendarai oleh Dinda baru saja masuk ke pekarangan rumah membuat Stevan dan ibu nya merasa lega.


"Kamu dari mana saja?" tanya Stevan. "Maafin aku yah sudah membuat kamu khawatir. Maafin aku.". ucap Dinda menyalim tangan suami dan mertua nya.


"Kamu membuat aku dan juga mamah khawatir." ucap Stevan. "Iyah nak, lain kali kalau kamu mau keluar kasih tau mau kemana." ucap Mamah Mertua nya.


"Iyah Mah, aku janji pasti bilang kok, ini kesalahan ku." ucap Dinda. "Sudah jangan di bahas lagi, kamu masuk mandi setelah itu makan." ucap mamah Mertua nya.


Dinda menganguk. Dinda masuk ke kamar nya.


"Kenapa aku berpirasat buruk tentang keberadaan Melati sekarang. Apa karena aku terlalu memikirkan nya?" ucap Dinda.


Semoga saja tidak terjadi apa-apa kepada kamu Melati." ucap Dinda.


Setelah selesai mandi dia turun ke bawah makan malam bersama.


"Mamah dari tadi kefikiran Melati. Seperti nya mamah sangat merindukan dia." ucap mamah.


"Nanti kalau ada waktu dia pasti datang mah." ucap Stevan.


"Kamu merasa gak sih kalau Melati dengan suami nya tidak pernah romantis atau akrab gitu?" tanya mamah nya.


"Wajar saja mah. Alex orang yang begitu dingin dan Cuek, pasti dia memiliki cara sendiri untuk mencintai Melati." ucap Stevan.


"Kamu benar juga sih, tapi tetap saja mamah khawatir sekali pada dia." ucap Mamah nya.


"Jangan terlalu di pikirkan Mah, besok kalau ada waktu aku akan menjemput nya." ucap Stevan. "Tidak perlu nak, nanti kalau suami nya tidak mengijinkan jadi nya kamu yang capek." ucap Mamah nya.


"Lagian besok kita akan ke panti asuhan melihat anak yang akan kalian adopsi, lebih cepat lebih baik." ucap Mamah nya.

__ADS_1


"Iyan mah, aku baru ingat." ucap Stevan.


"Bagus deh, aku bingung harus menjemput Melati di mana sementara dia belum di temukan Sampai sekarang." ucap Dinda dalam hati.


Setelah Selesai makan mereka istirahat. Dinda menyusul suami nya ke kamar.


"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Dinda kepada suami nya yang menghiasi kamar mereka penuh bunga dan juga lilin di mana-mana ada juga yang berbentuk love.


"kamu tidak ingat hari ini hari apa?" tanya Stevan. Dinda mencoba mengingatkan.


"Humm sekarang hari Kamis. Tanggal 13." ucap Dinda.


"Kamu seriusan tidak ingat apapun?" tanya Stevan.


"Aku rasa hari pernikahan, hari ulang ku mau pun ulang tahun kamu masih Jauh." ucap Dinda.. Stevan menghela nafas panjang.


"Maafin aku sayang.. Walaupun aku lupa ini hari apa, tapi aku tetap mau mengucapkan terimakasih, aku sudah kejutan seperti ini." ucap Dinda. Stevan terlihat tidak bersemangat sama sekali.


"Kamu membuat ku tidak bersemangat. Bagaimana bisa kamu melupakan ini hari apa?" ucap Stevan.


"Sekarang kasih tau aku ini hari apa?" ucap Dinda.


"Ini hari jadian Kita, hari di mana kita resmi pacaran." ucap Stevan.


Stevan sudah memasang wajah cemberut.


Dinda meniup lilin yang ada di kue itu.


"Walaupun aku lupa, tapi aku sangat senang karena kamu mengingat nya dan merayakan nya seperti ini." ucap Dinda.


"Tapi tetap saja aku sedih karena kamu tidak mengingat nya sama sekali." ucap Stevan.


"Maafin aku yah sayang, bukan maksud untuk melupakan nya, hanya saja itu sudah terlalu lama, jadi wajar saja jika aku lupa." ucap Dinda.


"Sudah jangan Marah lagi dong, aku sudah minta maaf. Kamu mau kan maafin aku?" ucap Dinda.


"Bagaimana bisa aku tidak memaafkan istri ku sendiri? dia akan marah balik kalau aku tidak memaafkan nya." ucap Stevan..


Dinda tersenyum. "Jadi kamu sudah memaafkan aku?" tanya Dinda. Stevan menginyakan.


"Aku benar-benar sangat mencintai kamu." ucap Stevan mencium kening Dinda.

__ADS_1


Mereka berpelukan.


"Ngomong-ngomong kamu mendekor semua ini sendirian? Aku tidak melihat nya Sore tadi." ucap Dinda.


"Aku membuat ini setelah selesai makan." ucap Stevan. "Oohhh." ucap Dinda. Dinda duduk di pinggir kasur Stevan juga mengikuti duduk di pinggir kasur.


"Sayang..." Stevan mencium bibir Dinda.. Dinda awalnya mau,. namun tiba-tiba Dinda teringat dengan melati dan Alex dia tidak bisa fokus.


"sayang kamu memikirkan apa? kenapa kamu tidak bisa fokus?" tanya Stevan.


"Maafin aku sayang, aku ingin istirahat sekarang." ucap Dinda.


"Tapi..." Stevan berusaha membujuk Dinda namun semua nya sia-sia. Dinda sama sekali tidak mau melakukan itu dengan Stevan.


Akhirnya Stevan menyerah membiarkan istrinya untuk tidur.


Di pagi hari nya perut Priska mual lagi, dia terbangun. Namun dia kaget tidak melihat suaminya di samping nya.


"Sayang... Sayang..." panggil Nya beberapa kali namun Alex tak kunjung datang.


Priska tidak melihat tas, hp dan juga kunci mobil di atas nakas.


"Tidak mungkin dia berangkat bekerja sepagi ini." ucap priska.


"Aku yakin dia pasti pergi mencari Melati lagi..Apa penting nya wanita itu? aku sudah menjadi istri nya." ucap priska.


Dia turun ke kamar mandi.


Stevan bertemu dengan tim yang akan mulai melacak keberadaan Melati.


"Saya ingin kalian semua menemukan istri saya dengan cepat." ucap Stevan.


"Kami akan melakukan sebisa kami pak." ucap tim.


Stevan terdiam. "Kamu kemana Melati... Kamu membuat saya hampir gila sekarang. Saya tidak bisa tenang, bahkan Makan atau pun tidur saya tidak bisa." ucap Alex.


Tiba-tiba handphone nya berdering dari Dinda.


"Apa yang harus aku katakan." ucap Stevan.. Namun dia menjawab juga telpon dari Dinda.


"Bagaimana apa sudah ketemu?" tanya Dinda.

__ADS_1


"Belum. Aku lagi mencari bersama Tim. Aku mohon jangan memberi tahu orang tua Melati atau siapapun itu, aku mohon." ucap Alex.


"Apa kamu memikirkan perasaan Melati sekarang? Dia pasti sangat hancur karena kamu!" ucap Dinda.


__ADS_2