Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 20


__ADS_3

Sebenarnya dia sudah ingin membersihkan rumah itu Tapi karena Masih ada mereka di rumah dia tidak bersemangat. Karena hanya dia sendirian Melati mulai bersemangat. Tidak butuh waktu lama rumah itu sudah bersih.


Melati tersenyum melihat rumah nya kembali rapi.


"Rumah ini sangat cantik namun tidak ada kebahagiaan sama sekali yang aku temui di sini." ucap nya.


Perut nya tiba-tiba terasa sangat lapar..


"Aku Makan apa yah? Perut ku sangat sakit sekali." ucap Melati.


Dia melihat di dapur tidak ada yang bisa di makan sama sekali.


"Seperti nya aku harus memesan makanan dari luar saja." ucap Melati. Setelah memesan makanan dia menunggu di luar.


Tapi kebetulan juga Suami nya dan Priska baru saja pulang.


"Makanan tadi enak kan Sayang?" ucap Priska kepada Alex. Alex hanya tersenyum. Mereka melewati melati begitu saja.


"Kamu sudah sangat keterlaluan Alex." batin Melati. Pesanan nya baru saja datang.


"Berapa semua nya pak?" tanya Melati hendak membayar.


"Ini gratis." ucap Pria yang di balik hlem itu.


"Gaga! Kamu Gaga kan?" ucap Melati..


"Sssttt!!! nanti suami kamu dengar." ucap Gaga.


"Aku sangat mengkhawatirkan kamu, bagaimana keadaan kamu? Sekarang kamu bekerja di mana?" tanya Melati.


"Kamu tidak perlu khawatir. Di dalam ada nomor telpon ku. aku harus pergi dulu." ucap Gaga. Dia meninggalkan Rumah mantan bos nya.


"Bagus deh kalau Gaga baik-baik saja , aku tetap merasa bersalah karena aku dia jadi terkena Masalah." batin Melati.


Dia membawa makanan ke dalam. Tidak melihat siapapun di bawah. Namun tidak beberapa lama Alex keluar dari atas dengan pakaian kantor nya.


"Tunggu dulu.." Ucap Melati menahan Alex..


"Ada apa? Kamu jangan membuat kepala saya semakin pusing." ucap Alex.


Namun Melati tidak mengatakan apapun dia membenarkan kerah kemeja Alex, memasang kan Dasi nya.


Memperbaiki sedikit rambut Alex. Namun tiba-tiba Melati merasa bau Aneh dia mencium baju kemeja Alex.


"Ini kemeja yang sudah kamu pakai sebelum nya kenapa di pakai lagi?" tanya Melati. "Saya tidak tau letak kemeja saya yang lain di mana." ucap Alex setelah itu langsung pergi.


Melati melihat Alex pergi. "Aku berharap wanita yang kamu pilih bisa mengurus kamu." ucap Melati karena dia tau suami nya tipe pria yang apa-apa selalu di siapin.

__ADS_1


Alex memegang Dasi nya. entah apa yang dia pikirkan di dalam mobil cukup lama, namun setelah itu Alex meninggalkan pekarangan rumah nya.


Melati baru saja selesai makan dia duduk dan ruang tamu sambil membuka laptop nya.


"Seperti nya aku harus mulai menulis lagi agar hidup ku tidak membosankan." batin Melati.


Dia melihat Priska turun dari Atas.


"Eh kamu masih di sini?" ucap Priska. Melati hanya diam tidak perduli.


Priska duduk di sofa samping Melati sambil memerhatikan Melati.


"Kamu kenapa hanya Duduk di sini? Tugas kamu itu membersihkan rumah ini. Pakaian ku dengan pakaian Alex Sudah banyak yang kotor." ucap Priska.


"Kamu jangan membuat Alex marah, bersihkan sana!" ucap Priska mematikan Laptop dan setelah itu langsung pergi keluar.


Seperti nya Priska mau main keluar. Melati tidak akan bisa tenang sebelum pekerjaan nya selesai.


Dia mengumpulkan semua pakaian kotor suami nya, namun tidak dengan pakaian Priska.


Melati melihat banyak bekas lipstik dan juga aroma parfum perempuan membuat hati nya sangat teriris sekali.


Namun dia harus kuat, dia tidak boleh sedih terus. Itu akan menyiksa diri nya sendiri.


Setelah Beberapa lama akhirnya cuciannya selesai dia bisa istirahat untuk sebentar.


"Mah lihat Dinda gak?" tanya Stevan yang baru saja keluar dari kamar nya.


"Loh bukannya di kamar sama kamu?" tanya mamah nya. Stevan menggeleng kan kepala nya.


"Tadi papah lihat Dinda di taman belakang." ucap papah. Stevan keluar melihat Istrinya.


"Sayang... kenapa kamu di sini?" Tanya Stevan memeluk istrinya dari belakang melihat sungai di belakang rumah.


"Kamu udah siap kerja nya? Kok Keluar?" ucap Dinda.


"udah kok, kamu ngapain di sini?" tanya Stevan. Dinda menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Aku hanya nyaman saja di sini, udara nya sejuk walaupun tengah hari." ucap Dinda.


"Kamu bosan yah di sini? Kalau kamu bosan kita bisa kembali ke luar negeri." ucap Stevan.


"Enggak kok, aku hanya mengenang masa lalu saja, sangat banyak kenangan di kota ini." ucap Dinda.


"Tentang mantan kamu?" ucap Stevan. Dinda memegang tangan Stevan. "Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak. Bukan hanya tentang mantan, banyak yang aku kenang di sini." ucap Dinda.


Stevan mengelus rambut istri nya.

__ADS_1


"Aku minta maaf kalau tidak bisa membuat kamu bahagia, tidak bisa memberikan keturunan, maafin aku." ucap Stevan.


Dinda Menggeleng kan kepala nya.


"Kita pasti bisa, rejeki sudah ada yang ngatur." ucap Dinda. Stevan memeluk Dinda.


"Ya Allah seandainya saja Melati memiliki suami seperti Abang nya dia pasti sangat bahagia sekali. Ini semua karena aku." batin Dinda.


"Ya udah kalau begitu masuk yok, istirahat siang." ucap Stevan. Dinda menganguk.


Di kantor Alex fokus bekerja. Tiba-tiba ada asisten nya yang baru masuk ke dalam.


"Permisi Tuan ini ada surat undangan untuk Tuan dan Bu Melati." ucap asisten nya.


Alex langsung melihat nya. "Terimakasih . Kamu boleh keluar!" ucap Alex.


"Kenapa Melati yang di undang oleh nya? dia sudah tau kalau aku dengan Priska." batin Alex.


"Tapi kalau aku membawa Melati mana mungkin aku meninggalkan Priska." batin Alex.


"Huff sudah lah, aku membawa Melati hanya mempermalukan diri sendiri saja." ucap Alex.


Dia kembali fokus bekerja, namun tiba-tiba berita masuk tentang Gaga.


Setelah di pecat oleh Alex, sekarang dia membuka usaha dan perusahaan keluarga nya dia yang menangani.


Jujur saja Alex kaget mendengar itu, itu Artinya saingan dia adalah mantan asisten pribadi nya sendiri.


"Sialan!" ucap Alex.


Waktu nya pulang tepat jam delapan malam.


Dia menyetir sendiri ke rumah. Dengan keadaan yang sangat penat wajah kusut, pikiran mumet.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah.


Dia melihat Melati duduk di ruang tamu. Sangat fokus dengan Laptop nya.


"Aku pulang." ucap Alex, Melati menoleh ke arah Alex. "Sayang kamu sudah pulang?" tiba-tiba Priska datang.


"Kamu pasti capek, ayo langsung istirahat saja." ucap Priska.


"Saya lapar, apa kamu sudah Masak?" tanya Alex.


"Aku gak bisa masak, kok kamu nanya ke aku sih?" tanya Priska.


"Uang belanja aku kasih ke kamu." ucap Alex.

__ADS_1


"Tapi uang itu udah aku pakai belanja keperluan aku tadi, aku tidak tau harus membeli apa " ucap Priska.


__ADS_2