
Malam pun tiba dan Rendra menagih jawabannya pada Naryla. Antara gugup dan yakin Naryla mengiyakan dengan syarat jangan disebarkan karena ia tak mau membuat orang-orang marah. Rendra bersorak ria dalam hatinya atas jawaban Naryla, ia mengiyakan syarat Naryla karena memang dia hanya menginginkan Naryla.
Benar saja, sejak saat itu entah darimana teman-teman Naryla curiga akan hubungannya dengan Rendra. Tak jarang mereka sengaja menggunjing Naryla secara tidak langsung di dekatnya untuk menyakiti hati Naryla. Tapi ia berpura-pura tidak mendengar dan tidak ambil pusing. Sampai lulus, Naryla dan Rendra tetap berhubungan, segala gunjingan sebelumnya sudah menjadi ledekan mendukung hubungan mereka berdua seiring waktu berlalu.
Naryla dan Rendra tidak bersekolah di SMA yang sama sehingga membuat mereka menjalin LDR. Namun, karena peraturan yang ketat di sekolah Naryla, mereka jarang berkomunikasi sehingga tidak tahu jelas apa status mereka saat ini. Semua berlalu begitu saja ditambah lagi Naryla yang tidak aktif di sosial media.
**Flashback off
Naryla tetap gigih mencari akun Instagram yang entah sudah menjadi mantan kah belum itu, sampai akhirnya ia menemukannya. Naryla sangat bahagia, namun disaat bersamaan juga berharap cemas tak tahu apakah Rendra masih menyukainya atau tidak.
“Kamu apa kabar Rendra, kuharap kamu baik baik aja dan masih dengan perasaan yang sama. Hahh sudahlah.. “ batin Naryla sambil senyum senyum sendiri mengenang masa lalu.
__ADS_1
Hari hari berlalu begitu saja, Naryla masih terobsesi dengan ponsel dan sosial media baru nya, sesekali ia membantu bibi ART (asisten rumah tangga) nya membersihkan rumah karena ia juga tidak ingin cuek begitu saja seperti tuan putri.
Suatu sore, ia mendapatkan notifikasi pesan di Instagramnya.
“Hai dek, apa kabar?“ tulisnya.
Naryla tidak langsung membalas, ia mencaritahu dulu itu siapa namun tetap tidak ingat. Naryla mencoba saja untuk membalasnya.
“Ini Kak Delan waktu itu satu SMP dan satu asrama juga sama Naryla,“ jawabnya lagi.
Naryla langsung mencari di facebook nya karena dia yakin kemungkinan besar semua orang pernah punya facebook sejak lama dan setidaknya ada foto foto yang mungkin bisa membuat Naryla ingat. Akhirnya Naryla berhasil menemukan dan ingat siapa dia. Mereka dulu tidak dekat, namun karena keramahan Naryla, banyak orang yang kenal dengannya.
__ADS_1
“Ohh Kak Delan, iya kak kabar Naryla baik. Kak Delan gimana kabarnya?” balas Naryla.
Mereka pun berkomunikasi via dm Instagram dan Naryla menanyakan hal hal yang penting yang mungkin bisa berguna nantinya. Naryla juga baru tahu kalau kak Delan berkuliah di Australia dan dulu sempat menjadi *secret admire*r nya. Ya, Delan mengakuinya begitu saja kepada Naryla alih-alih itu sudah lalu.
Pengumuman ujian perguruan tinggi sudah keluar dan sesuai perkiraan Naryla ia tidak diterima di salah satu pilihannya. Naryla senang dalam hati namun berpura pura sedih namun tegar di depan orang tua nya karena tidak ingin menyakiti perasaaan mereka jikalau tahu kebenarannya. Orang tua nya menyemangati Naryla agar tetap tabah dan tidak putus asa.
Brukk..
Naryla merebahkan dirinya di kasur kesayangannya sambil memeluk selimut yang ia gulung. Ia tidak suka boneka karena itu dia mengunakan apapun untuk dipeluknya.
“Setelah ini aku harus ngapain ya, mama papa pasti tetap ingin aku ambil kedokteran sekalipun itu swasta, hahhh..” batinnya.
__ADS_1
Ia tertidur setelah memikirkan rencana kedepannya.