Merah Kuning Hitam

Merah Kuning Hitam
Episode 4 - Ucapan bocah kecil Ila


__ADS_3

Keesokan hari nya, ia bangun dan langsung mencari makanan. Ya, terkadang Naryla suka lapar tiba-tiba atau bisa tidur dimana saja. Ia melihat mama dibantu bibi sedang membuat sesuatu.


“Mamaa, bibii, sedang buat apaa?” tanya Naryla sambil mengucek matanya bangun tidur.


“Ini lagi buat bolu sayang, mandi dulu gih terus bantuin kita buat bolu nya,” jawab mama yang menggelengkan kepalanya melihat Naryla baru bangun.


“Oke ma hehe,“ jawab Naryla tersenyum malu dan langsung menuju kamar mandi.


Mama Naryla sangat menyayangi Naryla, namun ia dan papa Naryla sangat melarangnya untuk pacaran atau dekat dengan laki-laki tanpa seizin mereka. Oleh karenanya Naryla jarang bercerita tentang perasaannya.


Selesai mandi, Naryla membantu mamanya dan bibi membuat kue bolu. Setelah selesai, mama Rianti meminta Naryla untuk memberikan sebagian kue nya ke tetangga sebelah. Dengan senang hati ia mengambil kue itu dan segera pergi, ia pun rindu karena jarang bertemu dengan orang sekitarnya karena sekolah berasrama di luar kota.


“Permisiii, ini Naryla tante,” panggil Naryla sambil mengetuk pintu


Tak berapa lama kemudian ada tanda tanda kehidupan dari dalam rumah.


“Iyaa sebentar,“ jawab seseorang dari dalam.


“Eeh Ila, masuk dulu sini,” tawar tetangganya.

__ADS_1


“Makasih tante, tapi Ila cuma mau nyampein ini dari mama, dicobain yaa tante,“ ucap Naryla tersenyum.


“Makasih yaa bilang sama mama nanti tante cobain, oh iya Ila mau kuliah dimana?“ tanya nya lagi.


Deg.


“Hehehe belum tau tante mohon doanya ya,“ Jawab Naryla tetap tersenyum


“Iyaa mudah-mudahan diberikan yang terbaik yaa, Ila ngga mau ke luar negeri nak kan dulu pengen tuh ke luar negeri?“ tanya nya mencoba menghibur Naryla.


“Oh iya ya, liat nanti deh hehe.. Ila pulang dulu tante..“ tutup Naryla disahut baik oleh tante itu.


Naryla : “Hai kak, Naryla mau tanya tanya tentang kuliah di Ausie boleh?”


Delan : “Iya La boleh banget kok, mau tanya apa?”


Mereka pun berbincang via direct message Instagram tentang banyak hal berkaitan dengan kuliah di Australia. Naryla berencana melanjutkan pendidikannya di tempat Delan berada dan berharap orang tua nya mengizinkan Naryla.


Beberapa hari berlalu, saat makan malam bersama, Naryla memberanikan diri untuk mengatakan ke papa dan mama nya tentang niatnya.

__ADS_1


“Pa, Ma, Ila mau ngomong sesuatu,“ ucap Naryla memulai.


“Mau ngomong apa nak? Sampaikan saja,” jawab Papa Haris


“Ila mau kuliah di luar negeri boleh ngga?“ lanjutnya.


Seketika suasana hening, hanya suara sendok dan garpu yang terdengar di ruangan itu. Sampai selesai makan, tidak ada yang berbicara sedikitpun hingga akhirnya Papa Haris bersuara.


“Di luar negeri dimana? Mau ambil jurusan apa? Sudah cari tahu belum tentang informasi terkaitnya?” kata Papa Haris.


“Ermm.. Kakak kelas Ila ada yang kuliah di Australia Pa, Ila sedikit banyak sudah dapat informasi dari kakak itu dan dari Internet. Untuk jurusannya ini pa yang jadi beberapa pilihan Ila. Gimana menurut papa?“ sambung Naryla sambil menggeser sebuah kertas berisi pilihan-pilihan jurusan di kampus Delan yang menjadi minatnya ke sisi meja makan papanya.


“Hemm.. yasudah nanti papa pikirkan dulu ya,“ tutur papa lembut pada putri kesayangannya itu.


“Baik Pa, terimakasih,“ tutup Naryla tersenyum kemudian mengumpulkan piring kotor dan membawanya ke dapur untuk dicuci.


Disisi lain, mama yang daritadi hanya mendengarkan percakapan mereka penasaran dengan isi kertas yang diberikan Ila ke papanya.


“Pa, coba mama liat kertas yang dikasih Ila tadi,“ ucap Mama Rianti.

__ADS_1


Papa memberikan kertas itu ke mama dan mama hanya membacanya tanpa ekspresi. Segera setelah selesai membacanya, mama menyerahkan lagi ke papa. Mereka terdiam karena memang tidak tertulis satupun jurusan kedokteran atau kesehatan lainnya disitu. Tapi mereka juga ingin menghargai keinginan anaknya. Naryla sudah bersusah payah membawa nama baik ke keluarga mereka dengan prestasi-prestasinya.


__ADS_2