Merah Kuning Hitam

Merah Kuning Hitam
Episode 9 - Radar


__ADS_3

Myshkin, Rusia (sekitar 280 km di utara Moscow)


“Kita istirahat dulu di markas terdekat sekarang. Sekitar lima belas menit lagi akan sampai, bersiaplah.” Seorang berseragam apik mengemudikan sebuah kendaraan berpenumpang tidak lebih dari enam orang.


“Baik, Kapten.” Seorang awak kendaraan tersebut mengiyakan perintah atasannya dan menyampaikan ke penumpang lainnya.


Sebuah kendaraan yang tampak seperti mobil jika dilihat dari luar namun memiliki ruang yang sangat luas setelah masuk ke dalamnya, berwarna mayoritas putih dipadu dengan warna-warna lembut pastel di beberapa bagian dan dibuat dengan teknologi mutakhir yang mana belum beredar di kehidupan manusia biasa secara umum, itulah kendaraan yang dinaiki mereka.


Kendaraan tersebut memiliki dua buah kamar, masing-masing berisi dua bilik tingkat. Satu kamar untuk pria dan yang lainnya untuk wanita. Terdapat pula toilet, ruang kumpul utama, dan dapur yang di desain minimalis dan praktis.


“Bersiaplah, lima belas menit lagi kita sampai di markas cabang. Jangan sampai ada barang penting yang terbawa, pastikan diri kalian bersikap normal dan jangan mengundang kecurigaan.” Sang awak kendaraan memerintahkan penumpang untuk bersiap sebelum sampai tujuan.


Set. Set. Zzzzttt. Klik. Ting!. “Sidik jari terdaftar. Selamat menggunakan pelayanan.” Sebuah mesin penyimpanan barang mengeluarkan suara bukti terkonfirmasinya data pemilik. Seorang penumpang wanita yang merupakan salah satu anggota elit organisasi pemilik kendaraan itu baru saja meletakkan perlengkapan rahasia di lokernya.


“Terimakasih, keselamatan barang anda akan terjamin,” suara loker itu lagi.


Zreg zreg, swinggg, cetrek, dep. Ces cesss. Klep. Loker penyimpanan tersebut kembali menjadi sebuah kotak kecil yang terpasang diantara hiasan elegan bilik masing-masing. Tidak akan ada yang menyangka kalau kotak kecil seukuran kotak cincin itu menyimpan semua perlengkapan rahasia milik seorang anggota elit organisasi. Hanya orang orang markas utama lah yang mengetahui hal itu.


“Perhatian perhatian! Lima menit lagi kita sampai di markas cabang Myshkin, Rusia. UTC+3 waktu lokal 08:39 p.m. dengan tujuan beristirahat dan mengisi bahan bakar. Bersiap ke mode normal, mulai.” Seru kapten dari ruang pusat kendali.


“Siap!” Awak kendaraan dan para penumpang menjawab serentak. Seketika ruangan luas itu berubah menjadi sebuah mobil dengan seorang supir yang tidak lain adalah kapten, ditemani awak kendaraan di sebelahnya, dua anggota laki-laki di tengah, dan dua lainnya anggota perempuan di belakang.


Ngiiitt. Mobil berhenti di depan Museum Valenki. Semua menyusul kapten turun menuju lokasi markas cabang. Gerbang masuk markas cabang terletak di belakang Museum Valenki namun hanya dapat terlihat saat sedang dibuka. Bentuk gerbang ialah seukuran pintu rumah namun berbentuk oval. Kapasitas orang yang dapat masuk dalam sekali waktu bervariasi, dapat diatur sesuai keperluan. Karena keperluan saat ini hanya untuk istirahat dengan tingkat urgensi yang rendah, gerbang yang dibuka ialah gerbang kapasitas satu orang.

__ADS_1


Kapten lebih dahulu masuk dan disusul oleh yang lainnya. Setelah sampai, mereka disambut oleh pengawal utama Markas Cabang Myshkin dan disediakan ruang istirahat masing-masing.


Pukul 10.45 p.m.,


Tingg tingg. “A103 masuk. UGL 3 info. A103 masuk.” Alat komunikasi milik anggota elit perempuan dengan nomor identitas A103 berbunyi.


“A103 masuk. Siap menerima informasi,” jawabnya.


“Tipe informasi radar khusus harap aktifkan komunikator utama. Hubungi kembali setelah aktif. Ganti.” Suara seorang penyampai pesan dari markas utama.


Informasi terkait :


Nomer identitas A103 : A untuk agen, 1 untuk tim nomor 1 dalam hal ini tim utama, 03 adalah anggota nomor 3 dari total 6 orang dalam tim. Kapten memiliki no Identitas A101, awak kendaraan A102, dan seterusnya. Organisasi ini memiliki lima tim utama dengan fokus yang berbeda.


Tingkat urgensi sebuah informasi : “UGL 3 info” berarti Informasi dengan urgensi level 3 dari skala 15. Informasi dengan tingkat urgensi level 3 sudah dikategorikan sebagai informasi darurat (Emergency), namun masih belum sekritis urgensi level 2 dan 1. Jika informasi berstatus UGL 2, maka A102 yang akan mendapat panggilan, UGL 1 akan disampaikan ke A101, dan seterusnya.


Komunikator utama : Sejenis alat komunikasi khusus pemberian markas utama kepada lima tim utama untuk menyampaikan informasi yang bersifat rahasia.


Komunikator biasa : Alat komunikasi yang dimiliki semua anggota markas termasuk markas cabang, dan terekam 24 jam yang rekamannya dapat di akses di seluruh kantor markas cabang ketika diperlukan.


Setelah mendapat panggilan tersebut, A103 menuju kamar kapten dan menginformasikan apa yang didapat. Kapten segera meminta keenam anggotanya untuk berkumpul di ruang utama kendaraan tadi.


Setelah melewati beberapa penjaga, berkumpullah mereka disana. A103 menghubungi kembali markas pusat agar menyampaikan informasinya.

__ADS_1


Trrtt trrtt. Tim utama menghubungi markas pusat.


“Markas pusat masuk,” ucap seseorang dari markas pusat.


“Agen A103 dan tim utama 1 menghubungi siap menerima UGL 3 info,” balas A103.


“Diduga gerbang lintas ruang terbuka. Lokasi 12ᵒ11’13”S 96ᵒ49’42”E di kawasan udara Cocos (Keeling) island. UTC+6.30 waktu lokal 01.58 a.m. dan penyebab belum diketahui. Harap selidiki dan selalu laporkan hasil penyelidikan hanya melalui komunikator utama.” Orang dari markas utama selesai menyampaikan informasi kepada tim.


Anggota tim saling menatap, seperti mengisyaratkan kalau mereka tidak percaya hal tersebut akan terjadi. Sejarahnya, pernah ada kondisi dimana gerbang lintas ruang pernah terbuka di bumi ini, namun belum dipastikan kebenarannya.


Mexico City, Latin America


02.30 p.m.


Angin sepoi-sepoi berhembus di halaman belakang villa milik teman Papa Haris. Mama Rianti dan Papa Haris disediakan sebuah villa oleh temannya sebagai tempat tinggal mereka selama membangun proyek mereka.


Mama bersandar pada bahu Papa, “Pa, berarti perkiraan beberapa jam lagi Ila sampai di Melbourne ya.”


“Iya Ma, semoga sampai dengan selamat ya dia,” jawab Papa, “Apakah keputusan papa benar ma menitipkan Ila pada Delan?” Papa masih khawatir terhadap anaknya.


“Semoga tidak terjadi apa apa Pa, mama yakin Ila bisa jaga diri,” timpal mama, “Papa jangan terlalu khawatir, nanti malah terjadi apa apa loh.” Mama mencoba menenangkan papa.


“Huft, iya Ma papa hanya sangat sayang pada Ila meskipun dia bukan anak kandung kita.” Papa menambahkan lagi.

__ADS_1


“Hmmm,” mama Rianti memeluk Papa Haris terharu, “Nanti kita hubungi saat dia kira-kira sudah sampai Australia ya.” Mama tersenyum manis membuat papa ikut tersenyum.


Mereka masuk kembali ke rumah untuk beristirahat sebelum rapat dua jam lagi.


__ADS_2