
Disuasana pagi yang terlihat mendung terlihat para putih abu abu memasuki gerbang sekolah .
gendis pun nampak tak mampu berkata apa pun dan langkah kaki begitu berat saat melihat raja sedang membuka kan helem di kepala Winda,dia sangat terkejut saat seseorang menepuk pundak nya dari belakang
"Tina! kamu bikin kaget saja"...kata gendis seusai menoleh
"ih kamu juga pagi pagi sudah melamun,ke Dewi Kunti penunggu pohon pohon baru tau rasa kamu"...kata Tina sembari tersenyum meledek
"hus kamu kalau ngomong,asal nyeplos,lihat itu"...kata gendis sembari menunjuk kearah parkiran
"waduh"...cetus Tina,saat melihat raja dan Winda tertawa bersama sembari melepas helm nya
"sabar ya gendis,kita kesana yok"...kata Tina lagi
"tidak ,kita langsung ke kelas saja"...kata gendis lirih dan langsung melangkah menuju kelas Tina pun mengikutinya.
tak lama kemudian bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran dimulai,berkali kali gendis me mejam kan mata nya,seperti menahan perih saat melihat Winda yg selalu melihat raja dengan tatapan penuh cinta,sedangkan raja nampak gelisah dan tak nyaman ,namun Boby yang duduk di bangku bagian belakang nampak tersenyum puas,melihat kedekatan raja Winda,dia berfikir dia punya seribu kesempatan untuk dekati gendis,disisi lain ada Sarah yang nampak geram pada Winda,namun dia masih sedikit punya hati dan membiarkan saja ,karna dia tau dibalik keceriaan Winda,dia itu punya tubuh yang rapuh,dia jga tak bisa berbuat apa apa karna Winda masih ada hubungan saudara sepupu dengan dia.
tak lama kemudian jam istirahat pun tiba gendis yang nampak duduk sendiri di bangku taman sekolah,terkejut saat raja tiba tiba datang dari belakang sembari membawa sekuntum mawar putih
"buat aku".. kata gendis sembari mengambil bunga dari tangan raja
iya lah,mang buat siapa lagi Lo bukan buat kamu"...kata raja sembari tersenyum
"kirain buat Winda"...kata gendis sembari mencium wangi bunga mawar putih
"udah deh GK usah mulai,GK percaya dengan janji ku"...kata raja
"iya aku percaya kok,makasih ya"...kata gendis
"iya"...jawab raja dengan pandangan cinta
__ADS_1
"maaf Fin aku ya"..kata raja lagi sembari mengelus rambut gendis
"iya gak papa"...
"saat ini kita tidak punya pilihan lain,kecuali back street dihadapan Winda,sampai nanti kita ada waktu yang pas buat cerita"...kata raja sembari memegang tangan gendis dan gendis hanya mengaguk sembari tersenyum
Tiba ada seseorang memanggil raja dari belakang.
raja pun menoleh.
"Winda,"....cetus raja dan gendis pun ikut menoleh lalu Winda pun mendekat raja pun dengan cepat melepas tangan gendis yang ia genggam
"ngapain kalian disini?"...tanya Winda nampak cemburu
"duduk istirahat saja"...kata raja kemudian Winda duduk ditengah tengah diantara raja dan gendis.
"gendis bunga kamu indah banget dari mana itu ?"...kata Winda sembari mengambil bunga dari tangan gendis
"wangi banget,tapi sepertinya aku kenal dengan aroma wangi ini"...kata Winda seusai mencium bunga itu kemudian berbalik dan nampak mengendus baju raja.
"kamu kenapa sih win?"...kata raja sedikit fisik
"kok sama ja aroma baju kamu ja,bunganya gendis?"...kata Winda kesal.
"ya nama nya minyak murahan pasti jadi pasaran,dimana mana..
oh,y.gendis maaf ya,kemaren aku sempat jutek sama kamu,karna aku kira kalian pacaran"...kata Winda sembari mengenbalikan bunga pada gendis dan gendis pun mengaguk
"tapi kalian beneran GK pacaran kan?"...tanya Winda lagi
sesaat raja dan gendis saling menatap kemudian saling tersenyum getir
__ADS_1
"gak kok,kita semua temanan,lagian aku udah punya pacar yang ganteng pintar,baik lagi"...kata gendis sembari mengelus pundak Winda dan sesekali melempar senyum pada raja
"berarti bunga itu dari dia,?"...Kata tins
"iya"...
"siapa ,anak sekolah sini,aku kenal gak?"...
"kenal"...kata gendis sembari tersenyum
"ih,siapa?kenalin donk"...kata Winda sembari mengusap usap paha gendis
"belom saatnya"...kata gendis sembari tersenyum
",ih gendis main nya rahasia rahasia an,ya ja"...kata Winda sembari me naruk kepalanya dipundak raja,penuh manja raja hanya terdiam seperti menahan nafas seolah badannya kaku
begitu juga gendis terdiam sembari menarik nafas panjang,menelan ludah kegetiran
"Hem...Hem..."terdengar dehem dari belakang
"hai Sarah,sini". ..kata Winda saat melihat dari sumber suara itu.
Sarah pun mendekat bersama angel
"gendis mang gak sakit kamu ya?"..kata sarah seusai mendekat
"Lo memang kamu sakit gendis?kok gak bilang,memang sakit apa?"...kata Winda sembari memegang tubuh gendis dan gendis hanya terdiam
"gendis ditanya Winda itu lo,kamu sakit apa?"...kata sarah dengan melingkarkan tangannya di dada
"aku gak sakit apa apa kok,kamu permisi dulu"...kata gendis sembari bangkit lalu melangkah pergi.
__ADS_1
"