Misteri Cinta Putih Abu Abu

Misteri Cinta Putih Abu Abu
Episode 27:Kembalinya senyum yang belasan tahun terpendam


__ADS_3

semilir angin malam terasa menusuk disanubari diiringi gerimis yang tak henti sepanjang malam,hati dan fikiran Tante Selvi terasa tak tenang tertuju pada anaknya yang sedang menginap dirumah pak ustat,sedangkan disana pak ustat yang tinggal seorang diri terus menasehati Tito memberi uraikan kata yang indah yang berharap membuka mata hati Tito,kalau disaat itu bukannya ibu nya dan ayah nya tak mau merawatnya namun karna masalah waktu dan kondisi yang tak mungkin untuk merawat.


waktu terus berlalu lantunan azan subuh terdengar sang jago pun mulai berkokok,seusai sholat subuh Tante Selvi sudah tak bisa menahan rasa rindu dan khawatirnya dia pada Tito anak kandungnya.


tante Selvi pun tak henti hentinya mengetuk pintu rumah pak ustat sembari mengucap salam,namun tak ada yang menjawab Tante Selvi yang masih mengenakan mukena pun duduk di teras rumah pak ustat sembari menangis memanggil nama anak nya.


terdengar langkah kaki mendekati nya


diiringi ucapan salam..


tante Selvi pun mengakat kepalanya perlahan sembari menjawab salam,saat melihat seorang yang ia fikir kan sepanjang malam berdiri dihadapannya Tante Selvi pun langsung memeluk nya erat.


"Tito sayang maaf in mama ya"...kata Tante Selvi sembari memeluk erat tubuh anak nya,dan pundak Tito pun dibasahi air mata ibu nya.


"Tito juga minta maaf mama,maaf in Tito".. kata Tito sembari erat memeluk tubuh ibu nya.


"sebaiknya kita ngobrol didalam gak enak dilihat orang,. "...kata pak ustat terdengar begitu bijak sana.


dan mereka pun masuk kedalam rumah pak ustat dan duduk.


"Mbak Selvi,maaf kan saya yang sudah semalam memaksa Tito menginap disini"..kata pak ustat


"tidak apa apa mas,saya justru trimakasih atas apa pun yang mas lakukan semalam tentu itu yang terbaik buat Tito,saya kenal kamu mas,saya tau kamu orang yang begitu baik,berhati mulia"...


"benar ma,semalaman pak ustat tidak tidur bergadang menemani Tito sembari menasehati Tito dan memberi butiran butiran kata yang begitu indah sehingga hati Tito terbuka,maaf Fin tito ma,udah bikin Mama kawatir"...kata Tito sembari menyandarkan kepalanya dipundak ibunya


"iya sayang"...jawab Tante Selvi sembari mengelus elus kepala anaknya.


"kalian itu terlalu berlebihan memuji saya,Tito saya boleh minta tolong"..kata pak ustat


"iya pak"...kata Tito sembari menegak kan kepala nya


"buat kan ibu mu teh,saya yakin semalaman ibu mu tak makan dan tak minum"...


"siap"...kata Tito sembari bangkit lalu melangkah ke dapur


"mas Dimas ,bagaimana bisa Tito yang baru semalam bersama mas,bisa nurut sama mas dan seolah seperti rumah mas sendiri disini"..

__ADS_1


kata Tante Selvi nampak bingung


"berarti kamu belum mengenal ku,jika bertanya seperti itu"...kata PK ustat sembari tersenyum manis lalu membenar kan pecinya yang nampak miring.


"iya maaf mas"...kata Tante Selvi sembari menunduk malu ,


"kamu aku suruh mengenali ku kamu menolak nya ,maka dari itu sampai detik ini kamu tidak mengenali bagaimana saya"...Kate pak ustat sembari tertawa kecil.


"ah kamu mas,bisa saja,aku jadi malu"...kata Tante Selvi sembari menunduk malu


"tawaran ku untuk mengajak mu ta'aruf masih berlaku dan aku masih menunggu jawaban baik mu".. kata pak ustat.


Tito yang melangkah sembari membawa 2 gelas teh diatas nampan pun mehentikan langkah nya,karna mendengar pembicaraan ibunya dan pak ustat,Tito yang menguping dibalik pintu nampak senang melihat kedekatan ibunya dan pak ustat


"aku tidak pantas buat kamu mas,aku terlalu kotor,aku pernah melahirkan seorang anak tanpa ayah,aku pernah berbuat dosa yang sangat besar,sedangkan kamu mas,kamu lelaki yang sangat Soleh dihormati orang,"..kata Tante Selvi dengan lirih


"kamu terlalu berlebihan mba Selvi,selain aku punya rasa tertarik pada kamu,aku juga ingin menjalankan amanat almarhum istri ku yang menyuruh ku mendekati mu,untuk mengantikan nya saat almarhum tidak ada"...kata pak ustat sembari mata berkaca kaca


"khotijah perempuan Soleha mas,dia teman ku sedari kecil,jauh jika dibandingkan saya,apa aku pantas menggantikan nya untuk mendampingi mu,almarhum istri mu perempuan berhijab sedangkan aku perempuan yang berambut merah"...


"oh,y.kemana Tito ? kenapa lama sekali dia"kata Tante Selvi


"Tito "...panggil pak ustat,kemudian Tito pun keluar sembari tersenyum senyum sendiri saat mentarok teh diatas meja.


"diminum mba Selvi teh bikinan anak mu"...kata pak ustat sembari mengakat gelas lalu meminum teh didalamnya.


begitu juga Tante Selvi


"Lo kok udah dingin,teh nya? "...kata pak ustat dan Tito hanya terdiam menunduk


"Hem...kayak nya tadi ada yang menguping pembicaraan kita mba Selvi"kata pak ustat sembari tersenyum


"maaf Tito gak sengaja tadi"...kata Tito sembari menunduk


"lain kali gak boleh kayak gitu ya Tito,gak boleh menguping pembicaraan orang tua"...kata Tante Selvi


"maaf ma PK ustat,tapi Tito senang kok ma jika Tito punya ayah kayak pak ustat"...

__ADS_1


"kamu tito,maaf in ya mas atas kelancang an anak saya"...kata tante Selvi


"buat ku itu bukan lancang,tapi doa yang harus aku aamiin ni"...kata pak ustat dan Tito pun ikut mengucap "aamiin"


"sudah sudah aku permisi dulu ya mas,trimakasih banyak dan maaf sudah merepotkan'...kata Tante Selvi sembari bangkit


"gak ada yang di repotin ,aku senang mengenal Tito,mau diantar"...kata pak ustat sembari bangkit


"trimakasih,kami jalan saja "...kata Tante Selvi sembari melangkah


"Tito ingat semua yang saya bilang semalam "...kata pak ustat sembari merangkul Tito


"iya pak ustat"...kata Tito sembari mencium tangan pak ustat


"kami permisi mas,asalamualaikum "..kata Tante Selvi saat keluar rumah


"walaikum salam,hati hati ya"...kata pak ustat sembari tersenyum lalu tante Selvi pun melangkah pergi bersama Tito sesekali dia menoleh dan melempar senyum pada pak ustat ,senyum yang sudah belasan tahun ia pendam dan tak pernah ia lempar pada sosok lelaki


tak seberapa lama sampai lah mereka didalam rumah nampak gendis sedang menyiapkan sarapan,


"Tante dari mana,gendis bingung ,gendis telvon e...hape Tante dikamar,terus gendis ingat apa yang dibilang raja semalam jadi pikir ku,jelas kerumah pak ustat...


"ia benar Tante kesana,oh,ya.kenalin gendis ini Tito anak kandung Tante"...kata Tante Selvi sembari menepuk pundak ponakannya pelan,lalu Tito dan gendis pun bersalaman


"ya sudah Tito kamu mandi ,mama juga mandi hari ini mama ada seminar disalon,kalau kamu mau ikut mama kamu siap siap...kata Tante Selvi dan Tito pun mengaguk,lalu mereka pun mandi dikamar mandi yang ada dikamar masing masing.


beberapa waktu kemudian Tito dan gendis pun menunggu dimeja makan,namun sejam lebih Tante Selvi tak kunjung keluar untuk sarapan bareng,setelah beberapa Tante Selvi pun keluar


"tante,"...cetus gendis sembari bangkit terperangah melihat Tante Selvi yang begitu anggun dengan balutan kerudung kuningnya,lalu melangkah memutari tubuh tantenya sembari berkata"Tante cantik banget,tumben Tante pakai kerudung,ada angin apa ini ??"...


"gak ada apa apa,lagi pengen saja"...kata Tante Selvi sembari duduk.


"jangan jangan mama lagi?"...kata Tito


"hus "...desis Tante Selvi


"apa Tito ,Tante lagi kenapa ?"...tanya gendis nampak bingong sembari tersenyum,terlihat Tante Selvi menyuruh Tito diam,dengan isyarat jemari yang menutup bibir

__ADS_1


__ADS_2