
ditengah kebingungan dan kepanikan semua,lalu sang dokter perempuan pun keluar dari kamar rawat gendis.
"bagaimana keadaan ponakan ku dok?"...tanya Tante selvi
"kondisi pasien kurang baik,kondisinya kritis ,oh,ya.dari tadi mesti tidak sadar kan diri,tapi pasien memanggil manggil raja,siapa raja dan apakah disini ada yang namanya raja?"...kata sang dokter
"gak ada dok,raja itu anak saya tapi orang nya gak ada"...kata ibunya raja
"kalau menurut saya,tolong secepatnya kabari yang bernama raja,trus suruh raja kesini,itu mungkin bisa membuat pasien jauh lebih baik lagi,itu saran dari saya,saya permisi dulu"...kata sang dokter
"trimakasih dok"...kata mereka serentak dan sang dokter pun pergi.
"bagaimana ini mas ?"...kata Tante Selvi sembari menyandarkan kepalanya ke pundak suaminya
"kita gak ada pilihan lain ,ya kita harus minta tolong raja untuk kesini"...kata pak ustad sembari mengelus elus kepala suaminya.
"iya,tapi apa mungkin raja mau kesini,karna saat ini hati nya sedang terluka dan kecewa sama pernikahan gendis"...kata Tante Selvi sembari mengakat kepalanya.
"gak ada salahnya kita coba,coba kamu hubungi Tito suruh Tito ngomong sama raja tentang kondisi gendis saat ini,aku yakin raja pasti tersentuh karna raja adalah anak yang sangat baik,bukan begitu pak Joko Bu Joko?"...
"iya benar pak ustat,coba dek Selvi hubungi saja Tito,suruh raja kesini,karna dari tadi aku hubungi raja gak bisa,nomornya gak aktif"...kata ibunya raja
"iya mba,aku coba telvon Tito ya"...kata Tante Selvi sembari mulai memencet nomor Tito dan ia ulang ber kali kali
"nomornya Tito juga tidak aktif,mungkin lobet atau gimana ya?"...kata Tante Selvi sembari menangis
"kamu tenang dulu,sekarang kamu kirim pesan saja,nanti pasti dibuka,mungkin gak ada sinyal"...kata pak ustat sembari mengelus elus istrinya sedikit menenangkan
"iya mas"...kata Tante Selvi sembari mulai mengetik pesan .
sementara disudut lain ditengah kegundahan raja kehancuran hatinya,Tito mengajak nya untuk sholat asar berjamaah disebuah mushola ,namun cukup lama setelah sholat berjamaah selesai raja tak kunjung bangkit dari tempat nya sholat masih duduk dan pandangannya kosong.
Tito bingung terdiam menunggu raja diambang pintu,lalu seseorang yang tadi menjadi imam waktu sholat mendekat i Tito.
"asalamualaikum"...salam terucap dari lelaki paruh baya yang tadi imam mushola tersebut
"walaikum salam pak"...jawab Tito dan sang imam tadi duduk didekat Tito
"nunggu siapa nak,sepertinya kamu sedang gelisah aku lihat dari sana"...kata lelaki paruh baya itu
"iya pak kiyai "....
__ADS_1
"panggil saja saya pak Bambang,saya bukan kiyai,saya orang biasa,oh,ya.kamu orang mana?sepertinya aku baru pertama kali lihat kamu?"..
"nama saya Tito PK Bambang,benar saya bukan orang sini,saya orang Probolinggo,saya sedang bingung dan saya sedang menunggu teman saya yang ada didalam mushola sedari tadi sholat asar sampai sekarang belom bangkit dari duduknya"...kata Tito sembari menunjuk raja
"kenapa teman mu itu,cerita saja,mudah mudahan saya bisa bantu,".. kata pak Bambang.
"ceritanya panjang PK,begini"...kata Tito kemudian mulai bercerita tentang kejadian yang sebenarnya.
"penuh misteri cerita mu,teman mu itu tau alasan kenapa kekasihnya menikah yoyo"...
"aku belom sempat cerita pak Bambang,tadi dia begitu emosi lalu aku mengajaknya sholat disini dan sampai detik ini dia belom bangkit dari duduknya,aku bingung bagaimana cara bicara dengan dia"...kata Tito
"begini saja,ayo kita masuk didalam mushola,nanti coba bapak yang mengajak nya bicara,dari sini saja bapak yakin kalau kalian anak anak yang baik,karna kalian pilih rumah Allah untuk menyandarkan diri saat terguncang masalah,ayo kita masuk mushola"...kata pak Bambang sembari bangkit Tito pun mengaguk dan bangkit mengikuti pak Bambang yang melangkah masuk kedalam mushola.
saat tepat dibelakang raja yg sedang menatap keatas dengan pandangan kosong dan berlinang air mata,pak Bambang mengucap salam namun raja tetap terdiam tanpa menjawab.
lalu pak Bambang duduk disamping raja,lalu mengucap salam pelan sembari menepuk pundak raja pelan,raja pun terkejut lalu menjawab salam itu sembari menghapus air matanya.
"apa yang kamu lihat diatas anak tampan?"...kata pak Bambang sembari mengelus pundak raja pelan
"bukan apa apa pak"...kata raja sembari menarik nafas panjang lalu Tito duduk disamping raja.
"hati mu sedang gundah,hati mu sedang terluka,jiwa mu meronta marah,namun mata mu penuh cinta,dada mu sesak menahan nafas yang sesak,betul tidak?"...kata pak Bambang dan raja hanya mengaguk.
"semua sudah jelas Tito,gendis menikah dengan orang lain,berarti dia menghianati janji yang pernah kita buat"...
"benar yang kamu bilang rajw tapi tidak semua alibi mu itu benar,kamu harus tau kenapa gendis melakukan itu "...
"Halah,apa alasan nya karna keluarga suami nya kaya raya itu kan !"...kata raja dengan penuh emosi dan nada keras
"jaga omongan mu raja,gendis tidak seperti itu!"...kata Tito dengan nada emosi hingga raja dan Tito hampir berantem
"cukup,ini mushola,jangan berantem disini,lihat disebelah banyak anak anak TPA sedang mengaji,dan kamu mas raja,saya tidak menyalahkan mu dengan amarah mu ini tapi setidaknnya dengarkan nak Tito bicara,tak mungkin ada asap jika tidak ada api,dan tak mungkin segala sesuatu terjadi tiba tiba kalau tidak alasan nya,tadi nak Tito sudah sedikit bercerita tentang kamu dan kekasih mu yang namanya gendis,benar gendis mungkin menurut mu menghianati janji yang pernah kalian buat ntah apa itu,tapi setidaknya dengar kan dulu Tito menjelaskan kenapa gendis melakukan itu padahal saya yakin kalian saling mencintai,silahkan Tito bicara"...kata pak Bambang.
"trimakasih pak ,raja, gendis tetap mencintai mu sama seperti dulu,gendis menikah bukan karna keinginan nya atau karna suami nya berasal dari keluarga kaya,saat ini ibu nya gendis sedang koma karna habis kecelakaan hebat,dan yang menabrak nya kabur,lalu Romi bersama bapaknya lah yang menolong ibunya gendis dalam keadaan sekarat,ibunya gendis dibawa rumah sakit dalam keadaan sekarat dan harus operasi dengan biaya ratusan juta,lalu mertua gendis yang lah yang menanggung biaya itu,sementara itu mertua gendis juga sedang ada masalah besar Romi suami gendis sekarang sudah mau menikah undangan sudah disebar persiapan sudah 90% namun calon istrinya kabur,bapak nya gendis yang berhutang nyawa pada orang tua Romi bingung bagaimana membalasnya,lalu membicarakan semua itu pada gendis,gendis dilema besar saat itu raja makanya ia mematikan hp nya dan tak menghubungi mu,gendis sangat menyayangi mu tapi disisi lain ibunya masih sangat membutuhkan biaya yang sangat besar,dan orang tua gendis sedang tidak baik baik saja perekonomian nya,coba lah sejenak kamu jadi gendis kamu pilih cinta atau nyawa ibu mu,renungkan"...kata Tito sembari terus menghapus air mata nya ,raja hanya terdiam.
"raja"...kata pak Bambang
"iya pak"...kata raja pelan
"jodoh,maut,rezeki,itu Allah yang mengatur,saya tau saat kamu menatap keatas tapi kamu sedang berusaha menatap Allah,ingin bertanya kenapa semua ini terjadi sedikit dalam benak mu menyalah kan Allah,benar tidak?"...kata pak Bambang
__ADS_1
"benar pak,maaf kan saya"...
"bukan pada saya kamu minta maaf,bersujud lah kepada Allah,mohon ampun dan petunjuk padanya,karna Allah tau mana yang terbaik untuk kita,saya juga pernah menyalah kan Allah,dan jika aku ingat saat saya salah kan allah,itu adalah kesalahan saya yang sangat besar,saya pernah dapat cobaan yang luar biasa ja,perekonomian ku jatuh istri ku memilih lelaki pilihan orang tua nya dan meninggalkan ku bersama anak ,demi lelaki yang baru ia kenal,disaat itu aku marah dan menyalahkan sang dalang yaitu allah sang pengatur kehidupan namun Allah secepat kilat menjawab dari semua pertanyaan ku,yaitu kenapa itu terjadi kepada ku,dan kini allah mengakat derajat ku,Allah perbaiki ekonomi ku lebih dari yang dulu,Allah berikan amanat desa dipundak ku,aku menjadi kades didesa ini karna dorongan masyarakat dan satu lagi Allah berikan istri untuk ku yang jauh lebih baik dari yang dulu,eh...maaf malah saya yang curhat,intinya gini saja raja,berprasangka baiklah pada Allah,yakin Allah punya rencana indah buat kalian semua"...
"iya pak,Tito maaf kan aku sudah membentak mu"...
"gak apa apa ja"...kata Tito kemudian mereka berpelukan.
"sudah sudah, sekarang hubungi orang tua kalian,pasti mereka kawatir"...kata pak Bambang dan Tito mengaguk kemudian menghidupkan hapenya yang tadi dimatiin saat sholat
"ya ampun miscol dari mama dan ayah banyak sekali,raja sekarang kita kerumah sakit,gendis tak sadarkan diri dan selalu memanggil manggil nama mu"...kata tito
"ya Allah gendis"...cetus raja
kemudian mereka bangkit
"pak Bambang makasih banyak ya,sudah membuka kan hati ku"...kata raja
"iya,raja sama,yakin lah allah itu maha baik,tenangkan hati mu,temui gendis tapi tetap ingat gendis sekarang sudah istri otang,"...
"iya pak makasih ya"...kata raja sembari memeluk pak Bambang tak Bambang mengelus raja.
"mAkasih pak"...kata Tito
"iya sama sama,nanti kapan kapan mainlah kesini,rumah bapak tak jauh dari sini,tanya saja sama orang,24 jam pintu bapak terbuka buat anak anak Soleh seperti kalian"...
kemudian raja pun pergi dengan menggunakan ojek kearah rumah sakit seusai mengucap salam dan mencium tangan pak Bambang,tak lama kemudian mereka sampai kerumah sakit dimana gendis dirawat .
"bagaimana keadaan gendis ibu?"...kata raja saat sudah didepan ruangan gendis.
"raja,anak ku,kamu gak apa apa nak?"...kata ibunya raja sembari memeluk raja.
"raja gak apa apa Bu,gendis bagaimana keadaannya?"...kata raja dan tiba tiba Tante Selvi keluar dari ruangan gendis
"raja,Tante minta tolong kamu masuk ya,kamu temui gendis,sampai detik ini dia belom sadarkan diri,tapi dia terus memanggil nama mu"...kata Tante Selvi
"iya Tante"...kata raja
kemudian raja masuk kedalam ruangan gendis,dengan langkah yang sedikit berat ia melangkah mendekati gendis yang terbaring lemah dengan mata tertutup,raja pun duduk disamping gendis.
"hai gendis,bangun donk,aku udah disini Lo,kamu gak mau lihat aku,kamu gak kangen aku"...kata raja sembari mengegam tangan gendis dan tanpa sadar ia mencium kening gendis,dan air mata raja pun mengalir kemuka gendis tiba tibs jemari gendis bergerak dan perlahan mata gendis terbuka.
__ADS_1
"raja "cetus gendis sembari tersenyum dan mereka pun berpelukan .