
raja pun bangkit sejenak tanpa kata dengan cerita sahabat nya
"tapi kamu sadar kan dengan rasa yang kamu alami itu salah win"...kata raja
"iya ja aku sadar kalau ini semua keliru,dan seharusnya aku juga tak punya rasa ini,rasa jatuh cinta,terhadap kakak kandung aku sendiri,ingin sekali aku menghapus rasa ini ja,tapi aku tak tau bagaimana caranya"...kata Winda sembari bangkit dan melangkah mendekati raja,yang sedang menyandarkan tubuhnya di pintu
"Tito tau dengan perasaan mu pada nya?"...
"tau,dan dari mata nya aku juga melihat terselip rasa yang sama "...
"sudah gak waras kalian,kalian itu saudara"....
"kami waras ja kami sadar dengan rasa ini,ini semua salah,tapi aku bisa apa dan dengan cara apa kami haus menghapusnya"...
"ya kalian harus berusaha menghapus,kalian harus terapkan dalam jiwa dan hati kalian kalau kalian itu saudara satu ayah"...
"iya ja kami selalu berusaha,tapi aku susah untuk itu semua,sebentar lagi kita lulus sekolah,mungkin aku akan kuliah keluar kota,mungkin dengan kehidupan yang baru aku bisa melupakan semua,"...
"tapi win,dengan kondisi kamu yang sering sakit,lemah jantung mu yg sering tiba tiba muncul ,yakin kamu bisa hidup sendiri jauh dari keluarga"...
"yakin sekali ja,lagian kata dokter juga jantung ku sudah sangat baik keadaannya terlebih aku sekarang selalu ngikutin anjuran dokter untuk terapi dan lain,aku harus sembuh karna aku tak selamanya bisa tergantung di kaki ibu ku ja"...
"Winda,kamu adalah sahabat ku sedari kecil,selain doa yang terbaik buat kamu,aku juga siap jadi teman curhat mu teman berbagi mu 24 jam"...kata raja sembari menyisihkan rambut sahabat nya.
"makasih ya ja,kamu memang teman terbaik ku,oh,ya.kalau kamu mau lanjutkan kuliah dimana?kita harus mulai dari sekarang mempriver semuanya ,daftar kuliah gak bisa mendadak"...
"untuk sekarang aku mau kuliah didapur dulu saja"...
"dapur?maksudnya?....
"iya Winda,dari tadi aku dengar kamu cerita sembari menahan serangan demon para cacing,diperut ku,lapar"...kata raja sembari mencubit hidung Winda.
"ah kamu ja,aku lagi serius,kamu malah bercanda"...
"iya aku tau masalah mu itu serius,tapi sebaiknya kita sekarang makan dulu,bukannya kamu paling suka Lo ibu ku masak ikan pari asap dimasak santan pedas trus nasinya nasi tiwul"...
"iya suka banget,tapi sekarang aku gak lapar"...kata Winda
"udah nanti kita bahas lagi,sekarang ayo kita makan"...kata raja sembari menarik tangan Winda mengajaknya ke dapur.
Winda pun pasrah dengan kemauan raja lalu mereka pun mulai makan dimeja makan dengan menu kesukaan Winda .
"ja"...
"iya kenapa win?"...
"kamu tadi belom jawab pertanyaan ku,setelah lulus kamu mau kuliah dimana?"..
"aku punya cita cita yang sama dengan gendis,menjadi seorang guru dan kami ingin suatu hari nanti kami membangun sebuah sekolahan bersama"....
"hem...indah sekali mimpi kalian semoga terwujud ya,kalian serasi banget,"...
"iya trimakasih,kamu juga harus semangat,kamu harus tepis rasa cinta mu yang lebih pada Tito,tapi pupuk lah rasa sayang mu pada nya,tapi sebagai kakak dan adik"...kata raja sembari mengelus jemari Winda dan Winda pun mengaguk sembari meneruskan makan
disaat Winda sedang cuci piring bekas mereka makan,terdengar langkah kaki mendekat
"Winda ngapain kamu cuci piring biar Tante saja"...kata ibu nya raja yang sedang berdiri dibelakang Winda.
__ADS_1
"ah Tante kayak sama siapa saja,kan sedari dulu Winda udah biasa kayak gini disini"...kata Winda sembari mengelap tangan karna cucu piring telah usai
"wah mantu idaman sekali ya Bu,Winda itu"...kata ayah nya raja yang sedang melangkah mendekati istrinya.
ibunya raja hanya mengaguk sembari tersenyum
"om bisa saja,tapi sayang om si raja gak mau dengan Winda,kurang cantik mungkin om"...kata Winda sembari melangkah mendekat keorang tua raja lalu mencium tangan ayahnya raja sembari berkata "apa kabar om"...
"baik Winda,kamu dan keluarga gimana?"...kata ayah nya raja sembari mengelus kepala Winda.
"baik om,tadi saat Winda pamit kesini ,mereka titip salam buat om dan Tante"...
"walaikum salam,jangan lupa salam balik ya"...
"iya om pasti winda sampaikan,nanti Winda bilang sama papa,pa diajak ngopi sama om Joko,sambil ngomongin perjodohan ku sama raja gitu ya om"...kata Winda sambil ketawa kecil
"boleh boleh juga itu,iya kan Bu"...kata ayam raja sembari tertawa kecil dan ibunya raja mengaguk anggun
"gak gak,gak ada jodoh jodoh an"...kata raja yang sedang duduk sembari makan buah.
"nah gitu om,raja itu gengsi ,bilang nya gak suka sama aku,padahal sebenarnya dia tergila gila sama aku om tante"...kata Winda setengah bisik bisik.
dan semua pun tertawa.
"ya sudah om tante udah sore banget ini,Winda pamit dulu ya,lain kali Winda main lagi bareng papa dan mama bahas yang Winda omongin tadi"...
"oke oke,om dan Tante siap pokoknya"...kata ayah raja sembari tertawa kecil
lalu Winda pun melangkah pergi seusai mencium tangan kedua orang tua raja.
raja pun mengantar sampai depan pintu
"iya trimakasih ya raja,tolong sambil cari info dimana kampus yang bagus yang ada diluar kota,yang pas buat aku"...
"iya aku bantu cari nanti dan aku juga akan cari cara untuk menghapus rasa yang salah yang sedang kamu alami win"...
"siap,aku pulang dulu ya"...
"hati hati kamu,sampai ketemu besok disekolah an"...kata raja dan Winda pun mengaguk sembari tersenyum namun agak getir,kemudian melaju pergi,dipertigaan dia berpapasan dengan Tito ,Tito pun menghentikan motor Winda
"dari mana kamu win?"...kata tito sembari mematikan motornya
"dari rumah raja"...kata Winda sedikit ketus
"ngapain?"...
"ya main aja,aku itu dirumah raja udah kayak rumah kedua ku,jadi aku udah biasa kesana tanpa sungkan,terus ini udah ada sebulan lebih aku gak kesana jadi kangen saja ma om dan Tante "...
"o...kamu gak mampir dulu ke rumah ku"..
"gak dehc makasih,oh,ya.malam ini kamu mau tidur dimana,dirumah papa atau rumah mu sendiri?"...
"mang kenapa?kangen ya"...kata Tito sembari tertawa kecil
"gak juga,cuma nanya saja,oh,ya.tito lain kali itu kalau pergi ngomong sama papa biar papa gak kawatir,trus gak mikir yang tidak tidak,kalau gitu aku pergi dulu keburu hujan"...kata Winda sembari menghidupkan stater,motor nya
"iya maaf"...kata Tito dan Winda pun melaju kencang .
__ADS_1
dan keesokan hari nya,putih abu abu pun mulai kembali bertaburan disebuah sekolah dan hari itu adalah dimana hari pengambilan nomor peserta ujian.
disaat raja sedang berjalan bersama seusai mengambil nomor peserta ujian,tiba tiba Sarah menerobos ditengah tengah mereka.
"raja sebentar lagi kan lulus kita,kamu mau lanjut kuliah dimana?"...tanya Sarah
"entah lah,aku ngikut saja"...
"ngikut aku maksud nya"...kata sarah sembari menggandeng raja dan melirik gendis dengan sadis ,gendis hanya terdiam nampak bete
raja pun menghentikan langkah nya sembari tersenyum lalu berkata "terserah gendis,karna kami sudah sepakat untuk kuliah dan ambil jurusan yang sama,karna kami punya mimpi yang sama".
"raja gendis tunggu"...teriak Winda dari belakang sembari berlari kecil untuk mendekat
"kamu ngapain Sarah,kamu gak malu gandeng gandeng raja,sementara disamping mu ada gendis pacarnya raja"...kata Winda sedikit keras
"gak apa apa,ngapain kamu yang sewot,toh raja yang punya tangan saja gak keberatan,jangan jangan kamu masih cemburu"...kata sarah sembari terus menggandeng raja namun raja terus berusaha melepasnya.
"lihat saja,raja itu sebenarnya risih sama kamu,sekarang kamu pergi,atau kamu aku laporin ke ibu mu kalau kemaren kamu habis jahil in anak anak kelas 11 sampai nangis"...kata Winda keras
"ih kamu winda"...kata sarah kemudian pergi dengan wajah jengkel .
"Winda,sarah dan Genk nya kan terkenal sebagai siswi yang lumayan ditakuti ya,sama murid murid disini,tapi aku lihat dia malah takut sama kamu ya?"...kata gendis sembari kembali melangkah .
" ya sebenarnya dulu aku lebih menyeram kan dari pada Sarah,apa yang dilakukan Sarah sekarang aku lebih dulu melakukannya,makanya pribahasa mengatakan Sarah baru mulai bandel aku udah tobat dan ceramah dari pacar mu ini yang bikin aku tobat,oh,ya.habis ini kalian mau kemana?"...
"mungkin belajar bersama"...kata gendis
"aku ikut donk"...kata Winda
"boleh banget,kita juga bareng Tina nanti belajarnya,kita harus giat belajar karna Senin depan kita udah ujian"...kata gendis
"bagaimana kalau kita belajar kelompoknya dirumah ku,kebetulan orang tua ku lagi ada acara kondangan keluar kota,mungkin besok baru pulang"...
"yang penting ada makanan kan"...cetus Tina yang tiba tiba ada dibelakang mereka dan ketiga teman nya pun kaget.
"Tina bikin kaget aja"...kata raja dan Tina hanya ketawa dan semua ketawa
"tenang soal cemilan dan makanan aman"...kata winda.
"ya udah sip,kita langsung kerumah mu sekarang"...
"boleh banget"...kata Winda
kemudian mereka langsung pergi kerumah Winda untuk belajar kelompok.
sesampai nya dirumah Winda ternyata motor Tito ada didepan rumah
mereka pun masuk kedalam rumah Winda bersama Winda terlihat Tito sedang menatap foto Winda yang terpampang ditembok dengan ukuran yang cukup besar,Tito pun terkejut saat terdengar dehem dari Winda dan langkah kaki dibelakang nya.
"ngapain kamu mas Tito kok ngelihatin foto ku sampai kayak gitu?"...kata Winda
"gak gak apa apa"...kata Tito terbata bata
"kalian semua disini ?"...kata Tito nampak sedikit gugup dan bingung
"kami mau belajar kelompok"...kata raja
__ADS_1
"oh,baiklah silahkan dilanjut,aku permisi dulu masih ada tugas di kampus "...kata Tito sembari melangkah pergi dan melempar senyum pada Winda namun Winda memejamkan mata berusaha menepis nya.
raja yang melihat hanya menarik nafas panjang seperti merasakan sebuah kegetiran,dia pun mengelus pundak Winda,Tina dan gendis nampak terdiam saling menatap seperti sedikit bingung dengan apa yang sedang terjadi.