
"om"...cetus gendis saat membuka pintu terkejut saat membuka pintu dan terlihat sosok lelaki yang belom begitu tua berdiri didepan pintu dan seperti sedang menguping .
"om Satrio ngapain disitu?"...tanya gendis
"anu gendis,tadi.."...kata om Satrio terbata bata
"siapa gendis yang diluar?"...kata Tante Selvi sembari bangkit lalu melangkah mendekat kearah pintu dimana gendis sedang bercakap dengan seseorang.
"ada om Satrio Tante"...kata gendis
"Satrio ngapain kamu disini gerimis gerimis?"kata Tante Selvi
"tadi saya lewat habis kerumah teman,sekalian pengen lihat Tito,eh gak tau nya ada acara to,maaf menggangu ,sebaiknya saya permisi dulu"...kata om Satrio sembari membalikan badan dan hendak melangkah.
"tunggu,katanya mau ketemu Tito,kok mau pulang,Tito didalam sedang ngobrol sama pak ustat"...kata Tante Selvi dan om satrio pun,menghentikan langkah nya.
"masuk lah"...kata Tante selvi lagi
"Tante gendis pesan bakso dulu ya"...kata gendis
"iya sayang"...kata Tante Selvi sembari mengelus pundak ponakannya
lalu mereka pun masuk.
"oh.ada mas Satrio,dari mana mas?"...kata pak ustat sembari bangkit
"dari rumah teman pak ustat"...kata om Satrio sembari bersalaman dengan PK ustat
"panggil saja Dimas,jangan pakai ustat,saya belom pantas dipanggil ustat,ayo mari silahkan duduk,sambil nunggu gendis pesan bakso"...kata pak ustat sembari tertawa kecil
"pa kabar kamu tito?"...kata om Satrio sembari duduk disamping tito dan mengelus pundak Tito.
"baik om"...kata Tito dengan muka masam
"kok om,papa ini papa kandung mu?"..kata om Satrio
"mungkin sebaiknya,aku panggil papa om dulu,sampai semuanya membaik"...kata tito
"kenapa seperti itu ?"...
__ADS_1
"papa punya keluarga,dan apa mungkin keluarga papa bisa menerima Tito semudah itu ,apa lagi papa punya anak gadis,yang maaf, kesehatan nya sedang tidak baik baik saja,kalau Tito sudah terbiasa manggil papa dengan sebutan papa trus anak papa dengar yakin gak papa,Tito sudah terlalu capek dengan semua ini"...kata Tito sembari mata berkaca kaca
"sudah sayang sudah ,gak usah dibahas Tito mau mama nangis lagi dan merasa bersalah lagi"...kata Tante Selvi sembari mengelus elus pundak anaknya lalu menyandarkan kepalanya anaknya dipundaknya.
"maaf,bukannya saya mau ikut campur,tapi menurut saya yang dibilang Tito benar,dan Tito sudah sangat dewasa dengan pemikiran seperti itu"...kata pak ustat
"iya benar Satrio apa yang dibilang Tito,kalau kamu dipanggil tito dengan sebutan papa secara bebas ya kamu,pr kamu ya jelaskan pelan pelan dengan keluarga mu"...kata Tante Selvi
"Tito tetap anak mu mas Satrio,ini semua soal waktu saja,tapi ada yang lebih penting dari sekedar panggilan,yaitu bagaimana soal kelanjutan pendidikan Tito,itu yang lebih penting"...kata pak ustat sembari tersenyum penuh wibawa dan Tante Selvi pun tersenyum bahagia saat tak sengaja melihat senyum manis calon suami nya.
"bakso bakso"...kata gendis sembari membawa semangkok bakso.
"kok cuma satu sayang?"...kata Tante Selvi
"panas Tante itu diluar,gendis mau minta uang buat bayar,mas Tito bantuin Abang baksonya donk"...kata gendis sembari mentarok mangkok jago berisi bakso urat.
"ambil ditas didalam kamar Tante sayang"...kata Tante Selvi
"ini saja"...kata pak ustat sembari memasukan tangannya ke kantong celananya
"biar ambil didalam saja mas"...kata Tante Selvi
"terserah mas aja lah,aku ambil sendok dan minum dulu ya"...kata Tante Selvi sembari bangkit lalu melangkah menuju dapur.
tak lama kemudian mereka berkumpul sembari menikmati bakso urat mang Giman .
"sekali lagi maaf mas Satrio,bukan maksud aku ikut campur,melanjutkan yang kita bahas tadi tentang pendidikan Tito,bagaimana kalau Tito melanjutkan kuliah di fakultas tempat saya mengajar,itu kalau mba Selvi dan mas Satrio setuju"...kata pak ustat,seusai makan
"kalau aku sangat setuju dengan mas Dimas,kampus itu cukup baik dan juga tidak begitu jauh dari sini,kamu bagaimana Tito kamu mau kuliah disitu?"...
"mau ma"...kata Tito bahagia karna dari pertemuan pertama dengan pak ustat sudah nampak cocok
"bagaimana mas Satrio menurut mu?"...kata pak ustat.
"kalau Tito mau,saya ngikut saja,semua yang terbaik untuk Tito"...
"oh,ya.satrio aku ada sesuatu yang aku ingin bicarakan selain mengenai pendidikan Tito,ada satu hal lagi yang tak kalah penting bagi aku"...kata Tante Selvi
"apa ?"...tanya om Satrio
__ADS_1
"mas Dimas atau saya yang bicara ?"...kata Tante Selvi sembari melihat kearah calon suami nya,dan pak ustat mempersilahkannya dengan isyarat tangan
"begini satrio,aku dan mas Dimas memutuskan untuk menikah dalam Minggu Minggu in,dan kamu tau saya tidak punya sanak saudara disini,jadi aku mau minta tolong sama kamu untuk membantu semuanya"...
"kenapa begitu cepat dan terkesan mendadak ?"...kata om satrio nampak sedikit kecewa
"sebenarnya bukan mendadak mas Satrio,sudah hampir setahun ini ,saya mengajak mba Selvi untuk tak'aruf terlebih dahulu,namun mba Selvi menolak,baru tadi mba Selvi entah sadar atau tidak dia mau menjalin hubungan ini dengan menikahi nya secepatnya"...
"sadar dan sadar banget mas Dimas,bahkan jauh lebih sadar dari hari kemaren"...kata Tante Selvi sembari tersenyum manis penuh cinta yang disambut senyum sejuta rasa oleh lelaki ber karismatik yang ia yakini sebagai calon suaminya.
"jika memang itu sudah menjadi keputusan kalian saya sebagai teman akan siap membantu dalam hal apapun dan berdoa semoga kalian bahagia selalu,terus mau dimana acara nya pernikahan kalian?"...
"ya disini saja,acara cukup akad nikah saja ,yang paling penting Syah Dimata hukum dan agama,saya juga cuma mengundang teman teman dekat saja"...kata Tante Selvi
waktu terus berlalu rangkaian persiapan acara akad nikah pun di laksana kan.
pak ustat pun telah duduk bersila didepan penghulu,dengan jas hitam dan kemeja putihnya,tak lama menunggu sang pujaan hati pun tiba dengan gaun putih nya nampak begitu cantik dan sempurna,lalu duduk,disamping PK ustat namun tetap ada jarak karna belom muhrim .
"bisa dimulai sekarang ?"...kata petugas KUA nya
"bisa pak"...kata pak ustat lalu menjabat tangan sang penghulu begitu mantap
lalu akad nikah pun dimulai.
terlihat om satrio memejamkan mata nampak begitu perih dihatinya,ketika sang saksi mengatakan sah pada pernikahan perempuan yang sebenarnya masih ia cintai,
om satrio pun bangkit lalu pergi meninggalkan tempat acara ,om Satrio nampak berdiri dipojokan rumah tante Selvi saat yang lain sedang makan.
"om ,kenapa disini ?"...kata Tito sembari mendekat kearah ayahnya
"gak apa apa nak ,papa pengen sendiri dulu"..kata om Satrio sembari menghapus air mata nya.
"om masih punya hati sama mama?"...
"mama mu cinta pertama papa,dan sampai detik ini kami tidak pernah bilang putus,ya walau pun semua itu terjadi karna kesalahan papa"...kata om Satrio sembari menghapus air mata nya,
"sabar pa ,semua sudah diatur oleh Allah ,kita hanya sebatas wayang ,dan Allah lah sebagai dalangnya"...kata Tito sembari mengusap lembut pundak ayahnya dan om Satrio pun langsung memeluk erat tubuh anaknya
"papa ?!"....terdengar suara dari seorang perempuan muda dari belakang Tito.
__ADS_1
om satrio pun terkejut