
pelukan Eran raja dan perempuan asing menurut Amel membuat hatinya terasa pedih,amel hanya bisa menunduk diam sembari menarik nafas,hati nya terasa patah saat melihat kedekatan raja dengan perempuan asing itu.
"raja aku pulang dulu ya"...kata Amel
"Lo ngapain pulang sekarang,kita ngobrol dulu ya Amel,Tante bawa oleh oleh Lo dari Lampung"...kata ibunya raja
"lain kali saja Tante"...
"kalau lain kali ya om dan Tante udah pulang kelampung"...kata ayah nya raja.
"iya mampir saja dulu Amel,oh,ya.kenalin ini Winda,sahabat ku dari Lampung,sahabat kecil ku"...kata raja
"sahabat ?"...cetus Amel lirih
"iya,Amel,kenalin aku Winda sahabat raja,dulu sih aku berharap dikenalin raja sebagai pacar nya,tapi persahabatan kami lebih besar dari pada rasa cinta untuk pacaran"...,kata Winda sembari mengajak salaman Amel dan Amel pun menyambut jabatan tangan Winda.
"eh ayo semua pada masuk ,udah mau hujan?"...kata bude nya raja dari teras rumah nya.
"beneran kamu mau pulang ?"...kata raja saat yang lain menyalami si pemilik rumah.
"iya,aku pulang saja,gak enak,sedang ada acara keluarga"...kata Amel
"baik lah,tapi kamu pamit dulu sama bude"...
"iya,aku pamit".. kata Amel kemudian melangkah mendekat i.
"Bu Broto,Tante,om dan Winda ,Amel pulang dulu ya"...
"Lo kok pulang to cantik,Tante masih pengen ngobrol sama kamu Lo"...kata ibunya raja
"besok Amel kesini,temui Tante,sekarang Amel masih ada tugas"...kata Amel sembari tersenyum
"janji ya"...
"iya Tante,oh,ya.bu Broto ini Amel bawa ayam bakar,tapi maaf cuma satu soal nya Amel gak tau kalau bakal ada om dan Tante,juga Winda"...kata Amel sembari memberi kan kotak kertas yang berisi ayam bakar pada bude nya raja.
"yA ampun Amel,trimakasih banyak Lo,udah ngerepotin sampai bawa makanan segala"...kata budenya raja
"gak apa apa Bu,Amel permisi dulu ya"...kata Amel kemudian menyalami semua nya.
"salam buat bapak dan ibu mu ya Amel"...kata budenya raja
"iya Bu"...kata Amel kemudian melangkah pergi.
"aku pulang dulu"...kata Amel sembari melangkah
"hati hati"..cetus raja lirih.
kemudian Amel pun naik mobil lalu melaju dengan mobil merah nya.
"ayo ayo masuk,mas mu belom pulang jam segini dek Joko"...kata budenya raja.
"gak apa apa mbak yu,kan kami juga nginep untuk beberapa hari"...kata ayah nya raja sembari melangkah masuk rumah dan sesaat raja hanya terdiam bayang wajah gendis kembali muncul,raja hanya menarik nafas panjang,kemudian melangkah masuk.
"ayo langsung makan dulu,aku sudah masak banyak ,ada nasi tiwul ada santen ikan gabus,kalau disini namanya ikan kutuk,gak tau kalau dilampung apa namanya,"...kata budenya raja sembari membuka i tutup makanan yang telah terhidang diatas meja.
"sama saja to mbak yu,orang orang yang tinggal dilampung disekitar desa saya itu ya orang Jawa semua"...kata ayah nya raja sembari duduk
"oh,iya to"...
"iya,makanya mbak yu,tu main kelampung to"...kata ibunya raja
__ADS_1
"iya nanti kesana kalau raja mau nikah"...kata budenya raja sembari membuka kotak yang dikasih Amel
"kayaknya gak lama lagi tu bude,terus calon nya orang sini lagi "...kata Winda sembari melirik raja yang baru duduk
"ngawur kamu win"...cetus raja
"sudah nanti saja bercanda nya,nak Winda ayo makan ini juga ada ayam bakar dibawain Winda"...
"kita gak nunggu mas Broto dulu mba yu"...kata ibunya raja
"gak usah tadi,mas Broto telvon pulangnya agak malam,dia ada janjian ketemu orang"...
"enak Lo ayam bakarnya"...kata ayahnya raja sembari mengunyah
"masak sih yah"...kata ibunya raja
"iya ibu coba dech ini"...kata ayahnya raja sembari memberi potongan ayam bakar di piring
"raja gak makan nak?"...kata budenya raja
"raja baru saja makan bude,sebelum pulang"...kata raja sembari mengupas jeruk
"oh,ya.siapa Amel itu raja sayang,?"...tanya ibu nya raja sembari makan.
"teman satu kampus ma,kebetulan juga satu jurusan"...
"pacar nya denk Tante"...cetus Winda
"hus ngawor kamu"...kata raja
"iya juga gak apa apa,ibu lihat Amel gadis yang baik cantik sopan lagi"...
"Amel itu anak kepala desa disini dek Mirna,memang anak nya baik dan juga aktif dalam kegiatan sosial"...kata ibunya raja
"iya mbak yu,sopan anak nya"....
tak lama kemudian makan pun telah usai.
"kemana raja sama Winda tadi mbak yu ?"...tanya ibunya raja .
"kalau gak salah ke warung,si winda minta diantarkan beli pembalut"...kata budenya raja
"oh,ya.mbak yu,bagaimana sikap raja selama tinggal disini mbak yu"...
"itu kadang yang membuat kami bingung dek Joko,raja seperti menutup diri,hari hari nya cuma kuliah pulang masuk kamar,ber kali kali pakde nya menyuruh raja keluar main,atau jalan jalan kemana,tapi dia tidak mau,kata pakde nya di kampus juga seperti itu dia,menutup diri,makanya tadi saya kaget raja kok bisa pulang,bareng Amel,biasa nya cuma bareng Radit anak pak RT,yang tingal disebelah"...
"apa mungkin raja belom move one dari gendis,ya mbak yu?"...kata ibu nya raja
"seperti nya begitu,tapi kata pakde nya gak apa apa selama dalam pantauan kami raja baik baik saja,kita gak perlu kwatir"...
"ya mudah mudahan dengan kehadiran Amel tadi bisa membuat raja,menjadi raja yang dulu"...kata ayahnya raja
"aamiin"...cetus dua orang perempuan itu.
disaat mereka sedang bercakap,raja dan Winda pun pulang.
"dari mana sayang?"...tanya ibunya raja saat anaknya duduk disampingnya dan sang ibu pun langsung merangkul anaknya dan menyandarkan kepala anak nya dipundak nya.
"antar Winda ke warung Bu"...kata raja sembari merangkul ibunya.
"sayang kamu kerasan gak disini"....kata ibunya raja
__ADS_1
"kerasan Bu,kok ibu dan ayah gak bilang kalau mau kesini?"... kata raja sembari mencium pipi ibunya,seperti anak kecil yang habis ditinggal ibunya kepasar raja terus mendekap ibunya
"ya kalau ibu bilang ,itu namanya bukan kejutan donk sayang ,iya gak yah"...kata ibunya raja sembari mengelus elus kepala anaknya.
"iya donk"...
"terus bude sudah tau donk,kalau ayah dan ibu kesini,buktinya bude masak banyak"...
"maaf in bude ya nak,bude sudah tau ,tapi bude gak bilang ini pesan ibu mu"...
"terus Winda kok bisa ikut?"...
"Hem Hem,kenapa kamu gak suka aku kesini"...kata Winda yang baru keluar dari kamar dan duduk disamping budenya raja
"bukan begitu win,cuma mau ngapain kamu kesini,bukannya kamu juga sibuk dengan kuliah mu disana"...kata raja
"Aku Lo mau kuliah disini,ya Bu bude,aku Lo udah bilang sama bude mu dan pakde mu,tapi tenang kita beda tempat belajar jadi kamu aman aku GK akan gangguin,aku mau sekolah kebidanan ja"...
"Lo Lo,bukannya dulu kamu kuliah perhotelan?"....
"aku mau ganti jurusan kesehatan biar aku bisa mengobati hati hati yang sedang terluka"...
"curhat"...cetus ayahnya raja
"ih om,gak ya"...kata gendis sembari menutup muka nya
"mang kamu lagi patah hati win?"...
"gak,kok"....
"terus kenapa kamu bisa ambil keputusan kesini?"...
"ceritanya panjang,nanti saja aku ceritain "...
tak berapa mereka bercakap pak Broto pakde nya raja pun tiba.
mereka pun saling peluk peluk penuh kerinduan.
"Winda urusan pendidikan mu dan kepindahan mu,sudah saya urus dan semua sudah beres,jadi nanti kamu tinggal bilang sama pakde kapan kamu mau mulai belajarnya,tadi pakde bareng om kamu,tapi pakde lupa kalau kalian hari ini sampai nya pikir ku besok"...
"iya mAkasih pakde"...kata Winda
"gak apa apa,biar sekarang Winda nginep disini dulu,dan terserah Winda mau kerumah om nya"...kata budenya raja
"tunggu tunggu bude,kok raja seperti orang goblok ya,berarti selama ini pakde sudah komonikasi juga tentang kepindahan kuliah Winda sekaligus rencana kedatangan ayah dan ibu kesini"....
"iya raja ,mereka semua ingin buat kejutan buat kamu,mereka semua sayang kamu"...
"iya sih pakde,tapi kok aneh ja".. kata raja dan secara bersamaan ada yang mengucap salam,bik minah art dirumah pakde nya raja bergegas membuka pintu,lalu masuk lah seorang Radit satu satunya teman akrab raja selama dijawa.
"Radit sini sini"...kata pakde nya raja
"iya pak,maaf mengganggu ya,mau pinjam buku sama raja"...kata Radit
"gak apa apa Radit,kenalin ini ayah dan ibu ku"...kata raja dan Radit pun berkenalan dengan kedua orang tua raja.
"yang ini gak sekalian kamu kenalin ja"...kata Radit sembari menunjuk Winda.
"kenalan sendiri saja mas,saya winda"...kata Winda sembari bangkit dan mengulurkan tangan sama radit
"aduh mbok e,lakok cantik sekali"...kata Radit sembari menjabat tangan Winda dengan gemetar.
__ADS_1