
bibir Winda mengembang begitu manis,hati nya terasa sejuk jantungnya berdebar sedikit kencang,mata nya tak berkedip menatap lelaki yang ada diatas motor,sosok yang ia tunggu tunggu beberapa waktu ini
"hei hujan ini Lo kok malah melamun,nanti kamu bisa sakit?"...kata Tito namun Winda hanya diam,barulah Winda tersadarkan dari lamunan nya ketika ada petir dari atas langit berbunyi ,Winda pun langsung memeluk Tito.
"naik lah aku antar kamu pulang,mumpung belom deras"...kata Tito lagi dan Winda mengaguk lalu naik motor Tito tanpa kata kemudian motor melaju kencang kearah rumah winda,Winda memeluk tubuh Tito kencang,tak seberapa lama kemudian sampai lah kerumah Winda.
"ayo mampir dulu Tito aq buatin teh"...kata Winda sembari turun dari motor Tito
"eh..gimana ya,aku langsung pulang aja ya"...kata Tito
"plus ayo lah mampir bentar,lagian papa sama Mama juga gak ada dirumah,mereka 2 hari ini ke metro ada saudara lagi hajatan,mampir bentar ya"...kata Winda merengek sembari memegang pundak Tito seperti anak kecil yang sedang minta permen,Tito menatap wajah Winda sembari tersenyum dan mengaguk menghela nafas lalu turun dalam hati nya telah tumbuh rasa sayang pada Winda ,rasa sayang yg tulus seorang kakak sama adik perempuannya yang manja.
"silahkan duduk,aku ganti baju bentar"...kata Winda dan Tito hanya tersenyum lalu duduk.
tak lama kemudian Winda kembali dengan secangkir teh dan sepiring pisang goreng.
"silahkan diminum dan dimakan pisang gorengnya yang masih hangat"...kata Winda sembari menarok cangkir dan piring diatas meja.
"kok ada pisang goreng hangat,siapa yang bikin?"...kata Tito
"aku donk"...kata Winda dengan nada manja.
"bohong banget,kamu Lo baru datang,mana mungkin kamu bisa buat pisang goreng secepat itu, ha ha ha ha"... kata Tito sembari tertawa
"iya iya,yang buat bibik,art disini,udah buruan diminum n makan mumpung masih hangat"...kata Winda dan raja mulai meraih cangkir putih itu kemudian mulai minum.
"papa kamu kapan pulangnya dari hajatan pakde?"...kata Tito sembari makan pisang goreng.
"dari mana kamu tau kalau papa kerumah pakde?"...tanya Winda bingung
"gak gak tau,nebak saja"...kata Tito terbata bata kemudian dalam hati berucap"tau lah win,sebelum berangkat kan papa telvon aku dulu"lalu Tito menarik nafas panjang sebuah kegetiran.
"oh...mungkin nanti malam mereka pulang"...
"baik lah Winda,trimakasih buat teh nya manis banget,kayak yang bikin,he..he..he..aku pulang dulu ya,ada tugas kampus yang belom aku kerjakan"...kata Tito sembari tertawa meledek namun gendis malah tersipu ke gr an dengan ucapan manis.
"kok buru buru sih "...
"lain kali aku main lagi"...kata Tito sembari bangkit.
"boleh aku minta no wa kamu,"...
"tentu,mana hape mu,aku catat"...
"ini"...kata Winda sembari memberikan hapenya pada Tito.
lalu Tito mencatat no nya,kemudian kembali memberi kan pada Winda.
"kok dikasih nama Tito no kamu "...kata Winda saat melihat nama kontak Tito dihapenya.
"la terus siapa? Kan aku memang Tito"...
"harusnya Abang ganteng donk"...kata Winda sembari tersenyum.
__ADS_1
"bisa saja kamu,ya udah aku pulang dulu"...kata Tito sembari melangkah kearah pintu keluar.
"nanti angkat telvon ku ya"...kata Winda saat sudah diluar dan Tito telah duduk diatas motor
"siap Bu bos,aku pulang dulu ya hati hati dirumah jangan lupa kunci pintu...kata Tito sembari mengusap rambut Winda ,usapan seorang kaka pada adik nya.
namun Winda justru tersipu malu,lalu Tito melaju dengan motor n max nya.
sesampainya di rumah dia terkejut saat sudah didalam kamar dan membuka hapenya,terlihat puluhan miscol dari Winda ,Tito pun langsung menelfon balik,baru sebentar berdering langsung diangkat.
"halo,kamu kenapa win,kamu gak apa apa kan ?"...tanya tito didalam hape.
"iya halo,aku gak apa apa kok"...kata Winda sembari tersenyum senang karna Tito nampak begitu kawatir.
"terus kenapa kamu telvon sampai puluhan kali?"....
"gak apa apa kangen saja,kamu dah sampai rumah?"...tanya Winda
"sudah,ya ampun pikir ku ada apa win kaget aku,lihat miscol mu banyak banget"...
"em...kenapa kawatir ya ?"...tanya Winda sembari tersenyum senyum sendiri
"iya "...
"oh,ya.tito kamu kuliah dimana sih?"...
"Aku kuliah didekat sekolahan mu"...
"tau donk,kan aku petugas sensus,ha...ha...ha..."...kata Tito sembari tertawa
"kamu bisa saja Tito,oh,ya.berarti kita searah donk,boleh donk aku nebeng"...
"tentu donk,oh,ya.sudah dulu ya,aku dipanggil ibu ku,nanti disambung lagi"...
"ok,jangan lupa besok pagi aku nebeng ya,aku tunggu jam setengah tujuh,dirumah "...
"siap bos,ya sudah aku matiin dulu ya win,ibu ku udah manggil manggil"...
"iya"...kata Winda lirih
lalu Tito pun mematikan hapenya.
Winda pun berbaring diatas tempat tidur sembari memandangi foto tito yang ada diprofil wa no tito,sampai terlelap dalam tidur dan menari bersama didalam mimpi bersama Tito
hingga pagi pun tiba,seorang perempuan paruh baya membangunkan nya.
Winda saat membuka mata nya dan melihat kearah jam ternyata sudah jam 6 lewat
"ya ampun baik udah siang,kenapa gak bangunin aku dari tadi"...kata Winda sembari bangun dan berlari kearah kamar mandi yang ada dikamar nya.
"lah si non udah tak bangunin dari pagi ,non nya susah banget,malah tidur sambil senyum senyum sendiri"...,kata art dirumah Winda sembari merapikan tempat tidur Winda.
terdengar suara mandi Winda yang nampak buru.
__ADS_1
"non hapenya bunyi"...kata art Winda.
"siapa bik ?"...kata Winda sembari sikat gigi.
"Nama nya Tito non !"...
"Tito"...kata Winda kemudian segera berlari keluar tanpa sadar pipinya masih berbusa.
sang art pun tertawa.
sebelum Winda sempat mengakat telvon dari dari Tito panggilan pun mati,tersisa cat dari Tito yang berbunyi, "aku otw "
"bibik kenapa ketawa?"...tanya Winda saat melihat art nya tertawa sembari menutup mulutnya
" maaf non,itu Lo non,di pipi si non masih banyak busa nya"...kata sang art.
"masak sih bik "kata Winda sembari berkaca lalu ia kembali berlari ke kamar mandi untuk cuci muka dengan cepat keluar untuk berpakaian yang sudah di siap kan sang bibik diatas tempat tidur.
"tin...tin...tin..."...suara klakson motor dari luar rumah.
"siapa bik ?"...tanya Winda saat sang bibik melihat dari cendela
"laki laki yang semalam kesini non"...
"ya ampun Tito"...kata Winda sembari buru buru menyisir rambutnya lalu berlari keluar,
"maaf Tito ,nunggu lama ya"...kata Winda saat sudah keluar dan berdiri didepan motor Tito
"gak apa apa ,ayo nanti terlambat"...kata tito sembari menghidupkan motor nya.
"non tunggu non,tasnya ketinggalan"...kata sang art sembari berlari keluar dengan membawa tas sekolah Winda.
"ya ampun iya lupa,makasih ya bik"...kata Winda sembari mengambil tasnya dari tangan sang art.
setengah jam kemudian sampai lah mereka didepan sekolahan winda,terlihat putih abu abu memasuki gerbang sekolahan.
"makasih ya udah antar ke sekolah"kata Winda sembari turun dan melepas helem.
"iya sama,ya sudah masuk geh"...kata Tito dan Winda pun tersenyum dan mengaguk.
kemudian melangkah masuk gerbang terlihat rombongan Sarah cs memperhatikannya dari dalam gerbang .
"Winda tunggu !"...teriak Sarah sembari berlari mendekati Winda yang terhenti langkahnya karna teriakannya.
"kenapa sarah?"...tanya Winda saat Sarah yang masih sepupunya mendekat
"siapa yang antar kamu ?"...tanya Sarah
"teman ku,kenapa?"...
"iya,sekarang kamu lihat dia lagi ngobrol sama siapa itu"...kata sarah sembari menunjuk kearah Tito yang masih didepan gerbang dan mengobrol dengan gendis nampak begitu akrab.
"gendis"...cetus Winda sembari mengepalkan tangan nya,nampak marah melihat keakraban tito dan gendis.
__ADS_1