
semua terdiam tanpa kata,orang tua Winda hanya terdiam saling menatap,Tito hanya menunduk diam tak mampu menjawab pertanyaan Winda.
"kenapa semua diam,apa yang sebenarnya sedang kalian tutup i dari saya,pa ma,ayo jawab,kenapa diam,Tito apa kamu juga tau sesuatu tentang semua ini?"...kata Winda.
"Winda sayang,tidak ada rahasia apa pun,ya mungkin waktu itu papa menangis dan peluk Tito karna terharu melihat Tante Selvi sahabat kami menikah dengan pak ustat,bukan begitu pa?"...kata Tante Retno ibunya Winda
"be be benar ma"...kata om Satrio terbata bata.
"Terus kenapa samar samar terdengar ditelinga ku,Tito panggil papa dengan kata papa juga,benar atau tidak telinga ku saat itu mendengar Tito?"...kata Winda sembari menatap Tito dan tito terdiam.
"Tito kamu dengar aku"...kata Winda lagi
"benar banget Winda,telinga kamu tidak salah,waktu itu memang aku panggil om satrio ayah mu dengan sebutan papa"...kata Tito tegas
"mungkin reflek aja gendis"...sahut om satrio dan Tito menatap om Satrio dengan sedikit kebencian
"biar kan Tito bicara pa"...kata Winda.
"saya ulangi Winda,benar sekali waktu itu saya panggil ayah mu dengan sebutan papa,tapi tenang saja Winda saya tidak akan merebut ayah mu Winda,karna saya juga tidak akan pernah mau punya seorang papa yang tak punya keberanian untuk mengakui anak kandung nya sendiri didepan anak juga,terima kasih saya permisi"...kata Tito sembari bangkit lalu melangkah pergi.
"tunggu Tito,tunggu "...kata Winda sembari mengejar namun Tito tetap terus melangkah pergi,dan melaju kencang dengan motor nya.
"papa bisa papa jelaskan ini semua?"...kata Winda saat kembali keruangan dimana orang tua nya duduk.
"jelaskan apa Winda?"...kata om Satrio.
"papa Winda bukan anak kecil lagi,Winda sudah bisa sedikit menebak namun Winda tak tau persisnya seperti apa ,apa papa ingin aku berfikir sama seperti Tito"...kata Winda sembari duduk
"maksud kamu winda?"...kata om Satrio
"jangan buat Winda merasa malu dengan sikap papa yang maaf mungkin sedikit pengecut"...
"Winda kamu gak boleh ngomong kayak gitu"...kata Tante Retno ibunya Winda sembari melangkah mendekati anaknya.
"Lo ini fakta ma,kebanggaan seorang anak gadis,adalah ayah kandungnya dan saya bisa menerka,kalau Tito sebenarnya adalah anak papa,cuma Winda tidak tau alur cerita yang sebenarnya dan ini yang ingin Winda dengar langsung dari bibir papa,tapi jika papa tetap bungkam sudah bisa dipastikan mulai malam ini rasa bangga Winda pada papa hilang begitu saja"...kata Winda sembari bangkit dan melangkah
"tunggu Winda"...kata om satrio dan Winda pun menghentikan langkah nya saat papanya memangil.
__ADS_1
"apa lagi pa,papa mau cari alasan lagi"...kata Winda sembari menatap bapaknya dengan penuh kebencian.
"Winda gak boleh ngomong kayak gitu,dengarkan papa bicara dulu,duduk lah sayang"...kata Tante Retno
Winda pun kembali duduk sembari menyilang kan tangannya di dada.
"Winda maaf Fin papa,diposisi saat ini papa bingung harus berbuat apa,disisi lain papa harus menjaga perasaan mu dengan mama,tapi disisi lain ada Tito yang berasal dari masa lalu papa,yang baru papa ketahui akhir akhir ini kalau selain kamu papa punya anak lain,kamu benar Tito memang anak kandung papa dengan Tante Selvi"...kata om Satrio
"Tante Selvi,tantenya gendis?"...kata winda sembari menatap muka ibunya,dan sang ibu dari Winda mengaguk dengan mata yang berkaca kaca.
"mama tau semua ini?"...kata Winda lagi
"iya sayang"...kata Tante Retno sembari menghapus air mata nya yang akhirnya jatuh juga dipipinya.
"terus mama diam saja dengan semua penghianatan papa"...
"disini yang salah mama sayang,sebenarnya yang merebut papa itu mama"...
"maksud mama,Winda kok malah bingung?"..
"dengarkan dulu mama cerita"...kata Tante Retno sembari mengelus rambut anaknya.
"apa?"...kata gendis terkejut seusai mendengar cerita ibunya.
"ya begitu lah cerita,Lika liku masa lalu kami,misteri cinta putih abu abu,mama dan papa sangat berliku nak"..kata Tante Retno
"kamu sudah dengar semua,kisah papa,kalau kamu mau salah kan papa ,silahkan papa pasrah"...kata om Satrio
"saya tetap marah dengan papa,tapi bukan tentang masa lalu papa,tapi tentang sikap papa ke Tito,sekarang papa bayangin betapa hancurnya,hati Tito pa,Winda akan maafin papa jika papa berhasil ajak Tito makan bersama kita"...
"kamu bisa terima Tito"...kata om Satrio
"kenapa tidak,Tito laki laki yang begitu baik dan punya pemikiran dewasa,Winda ke kamar dulu ,ingat pa,Winda mau bicara dengan papa jika papa berhasil bawa tito untuk makan bersama kita"..kata Winda sembari bangkit kemudian melangkah menuju kamarnya,sang ayah pun mengaguk sembari tersenyum penuh kegetiran
sesampai nya dikamar Winda menangis tanpa suara,hatinya kembali patah.
jiwanya bergejolak hati nya perih,seperti tak bisa menerima kenyataan disaat ia mulai mencinta i Tito,tapi takdir mengatakan lain,Tito adalah kakak kandung nya.
__ADS_1
berkali kali ia menelpon Tito namun nomor Tito tak aktif,rasa khawatirnya begitu besar.
disisi lain Tito pulang dengan muka yang begitu sedih.
"Tito"...panggil Tante Selvi saat Tito melangkah masuk rumah dengan menunduk sedih.
"iya ma"...jawab Tito lirih
"kamu kenapa,apa yang terjadi sama kamu ,kamu habis nangis?"...kata Tante Selvi saat mendekati anaknya.
"iya ada apa Tito,tumben masuk rumah tanpa mengucap salam"...kata pak ustat
"iya maaf in Tito yah,Tito gak papa kok"...
"kamu jangan bohong,ayah tau kamu sedang ada masalah,ayo duduk bareng ayah kamu cerita,mama tolong ambil kan Tito minum,yang manis biar fres,karna ayah lihat muka nya sedikit asem ini"...kata pak ustat sembari merangkul pundak tito
lalu mengajak nya duduk sedangkan Tante Selvi tersenyum dan mengaguk kemudian melangkah menuju dapur,tak lama kemudian keluar dengan jus jeruk kesukaan tito.
"nah minumnya sudah datang kamu minum,terus habis itu kamu cerita kan sama ayah,kejadian apa yang membuat anak ayah ini mukanya ditekuk,kayak jemuran mama yang belom disetrika"...kata pak ustat sembari mengelus kepala Tito dengan penuh kasih sayang,lalu tito memeluk erat tubuh pak ustat sembari menangis
"ayah trimakasih,ayah begitu baik,ayah udah begitu sayang dengan tito melebihi papa kandung Tito yang tak menginginkan Tito"..kata Tito sembari menangis
"hus gak boleh ngomong begitu"...kata pak ustat
"Tito sayang,sebenarnya kamu kenapa nak ?"...kata Tante Selvi sembari mengelus kepala anaknya
"tadi Tito antar Winda pulang kerumah nya dan ketemu dengan papa satrio"...kata Tito sembari menghapus air matanya.
"terus,apa yang terjadi kenapa kamu pulang pulang jadi sedih?"kata Tante Selvi dan Tito mulai bercerita tentang apa yang ia alami tadi
"keterlaluan Satrio,aku gak bisa tinggal diam,aku harus kesana dan lakukan sesuatu".. kata Tante Selvi dengan penuh kemarahan
"hus,dek Selvi ,kamu gak boleh ngomong kayak gitu,jangan membuat suasana menjadi tambah ricuh"...kata pak ustat
"tapi Satrio sudah kelewatan mas"...
"tenang,saya yakin mas Satrio melakukan itu karna punya alasan yang kuat dan saya yakin itu bertentangan dengan hati nurani nya,Tito sebaiknya kamu mandi terus sholat habis itu makan,tenangkan hati mu,selalu berprasangka baiklah,yakin papa mu orang baik dan suatu hari nanti semua akan baik baik saja,cuma nunggu waktu ,oke"...
__ADS_1
"ya Allah ,trima kasih,kamu berikan imam yang begitu baik,trimakasih engkau berikan pelangi setelah badai yang pernah aku lalui"...kata Tante Selvi sembari tersenyum menatap sang suami.
"iya pa,kalau begitu Tito masuk kamar dulu"..kata Tito sembari bangkit saat ia hendak melangkah tiba tiba pintu depan diketuk dan ucapan salam terucap,setelah salam terucap masuk lah 2 orang laki laki dan perempuan yang sudah tak asing bagi mereka.