Misteri Cinta Putih Abu Abu

Misteri Cinta Putih Abu Abu
Episode 28: menikah lah dengan ku


__ADS_3

semilir angin siang itu ditambah langit yang nampak mendung,membuat lamunan Tante Selvi tambah menjadi sosok pak ustat tiba tiba tak mampu ia lupakan,ia memejamkan mata tapi sosok karismatik PK ustat tambah nyata.


tiba tiba dia ingat dengan sosok almarhum Khotijah istri pak ustat yang tak lain adalah teman nya sendiri jadi ia pun memutuskan,untuk ber jiarah kemakan temannya itu,kemudian dia pergi ke toko bunga dan membeli bunga terus langsung menuju makam temannya,Tante Selvi sangat terkejut saat dia sedang membersihkan batu nisan teman nya itu tiba seorang laki laki memanggilnya dari belakang saat ia menoleh nampak seorang pria gagah berkarisma berdiri dengan senyuman melelehkan hati Tante Selvi


"mas"...cetus Tante Selvi sembari bangkit


"tumben kamu kesini?"...kata pak ustat sembari melangkah mendekat.


"iya mas ,tiba tiba aku kangen dengan sosok saleha nya khotijah,jadi saya kesini,kalau mas sering kesini?"...


"setiap habis sholat Jumat aku kesini,sekedar menjenguk dan mendoakan almarhum,oh,ya.boleh minta tolong temani saya berdoa"...kata pak ustat sembari duduk


"dengan senang hati mas"...kata Tante selvi sembari duduk dan pak ustat pun mulai membacakan doa dan Tante Selvi pun menga aamiin ni nya.


seusai berdoa tiba tiba hujan pun turun karna memang dari pagi sudah nampak mendung.


"kita berteduh di mobil ku saja"...kata pak ustat lalu mereka pun berlari masuk dalam mobil


"kamu terlihat begitu anggun mengenakan kerudung "...kata pak ustat sembari tersenyum melihat kearah Tante Selvi


"ah mas bisa saja,masih belajar,namun kadang terlihat aneh saja tidak percaya diri,aku yang biasanya berpenampilan liar,dengan rambut pirang ku,dengan celana bolong ku dengan baju yang apa adanya,tiba tiba mencoba pakai baju dan kerudung seperti ini"....kata Tante Selvi sembari menunduk malu


"itu semua karna kamu belom terbiasa saja,tapi jujur kamu lebih pantas berkerudung,ber hijrah lah karna Allah mba Selvi"...kata pak ustat


"insyak allah mas"...


"tapi ngomong ngomong kenapa kamu tiba tiba merubah penampilan mu,beberapa hari ini aku melihat kamu tidak melepas kerudung mu?"... kata pak ustat namun Tante Selvi hanya terdiam dalam hati dia berkata"masak aku harus bilang karna kamu to mas"..


"mbak Selvi"...panggil pak ustat karna Tante Selvi nampak terdiam dalam lamunan


"iya mas kenapa?"...tanya Tante Selvi nampak terkejut


"malah melamun berarti gak denger apa yang saya bilang tadi ya ?"...kata pak ustat


"dengar kok dengar"...


"sudah lah,oh,ya.kamu sudah makan siang?"...

__ADS_1


"belom mas"...


"yasudah kita cari makan,aku laper dari pagi belom makan,maklum gak ada yang masakin"...kata pak ustat sembari ketawa kecil, tante Selvi Selvi pun tersenyum.


kemudian pak ustat mulai melajukan mobilnya menuju sebuah rumah makan ,soto mbah kirah .


"nah ini tempat favorit ku mba Selvi,soto mbah kirah yang sudah terbukti rasa enak sedari saya kecil "...kata pak ustat saat mematikan mobilnya.


Tante Selvi cuma tersenyum


"kita turun mba"...kata PK ustat sembari hendak membuka pintu namun Tante Selvi tiba tiba memanggil dengan lirih "mas"


"iya mba selvi,kenapa ?"...


"bisa gak,mas jangan panggil aku dengan sebutan,mba"...


"kenapa,apa ada yang salah?"...kata pak ustat sembari kembali menutup pintu mobilnya


"tidak ada yang salah,cuma terdengar gimana gitu"...kata Tante Selvi sembari tersenyum malu.


"baik lah,ayo sekarang kita turun,makan dulu aku sudah lapar"...kata pak ustat sembari tersenyum kemudian mereka turun lalu masuk kedalam rumah makan yang sudah terlihat agak tua namun pengunjungnya begitu ramai.


"iya mbok,kami mau makan ,bikinin soto yang paling enak dan jangan lupa saya dikasih jeroan ayam kampung dan tanpa bawang merah "...kata pak ustat yang sudah nampak begitu akrab dengan penjual soto itu.


"siap,ya ampun cantik banget ini siapa nak Dimas,calon istri mu ya?"...kata Mbah kirah sembari mengelus lengan Tante Selvi dan Tante Selvi hanya tersenyum


"kenalin mbok,ini nama Selvi,dia ini teman almarhum istri ku juga teman ku,kalau soal calon istri,mbak Selvi nya gak mau sama saya yang hanya ustat kampung mbok"...kata pak ustat sembari tersenyum melirik kearah Tante Selvi diiringi senyum yang begitu manis


lalu Tante Selvi bersalaman dan mencium tangan mbah kirah


"yasudah kalian duduk mbok buatin soto dan wedang jahenya"...kata Mbah kirah kemudian mereka pun melangkah menuju meja yang kosong.


"terlihat akrab sekali kamu dengan Mbah pemilik tempat ini mas?"...kata Tante Selvi


"iya,akrab banget,sedari kecil aku sering makan disini,dulu almarhum ibu ku yang sering ngajak kesini saat pulang dari pasar"..


"tempat nya ramai banget ya?"..kata Tante Selvi sembari melihat sekitarnya,dan hampir tak ada meja yang kosong

__ADS_1


"iya dari dulu seperti ini,dan kamu tau disini tu soto nya murah banget juga enak banget"...kata pak ustat tak lama kemudian pesanannya pun datang.


dan mereka mulai makan


"bagaimana enak kan?"...kata pak ustat.


"iya enak mas"...


disaat mereka makan tiba tiba sosok mantan kekasih Tante Selvi datang.


"Selvi"...sapa bapak nya Winda yang berdiri disamping meja makan tempat Tante Selvi dan pak ustat makan


"Satrio,ngapain kamu disini"...kata Tante Selvi sembari bangkit


"aku habis beli soto,pesanan Retno,dia lagi sakit,oh,ya.siapa dia?"...kata bapaknya Winda sembari melirik kearah pak ustat .


"oh,ya.kenalin Satrio,beliau mas Dimas,beliau yang kemaren memberi tempat menginap Tito"...kata Tante Selvi dan dua lelaki itu saling bersalaman dan menyebut nama masing masing,dan tiba tiba Tante Selvi sebuah kalimat yang membuat dua lelaki itu terkejut


"mas Dimas ini calon suami ku Satrio"...


dua lelaki itu langsung menatap kearah Tante Selvi,sembari melepas salaman nya.


"calon suami mu ?"...kata bapaknya Winda dengan nada penuh tanya.


"iya dan dalam waktu dekat ini,kami akan melangsungkan pernikahan"...


"saya permisi dulu,saya buru buru"...kata bapak nya Winda kemudian pergi begitu saja.


Tante Selvi pun kembali duduk pak ustat pun nampak canggung dan bingung


"maaf kan saya mas,sudah berbicara seperti itu"...kata tante Selvi sembari meraih gelasnya lalu minum sembari menunduk


"tidak masalah siapa dia seperti nya kamu punya rasa benci atau apa lah pokoknya ada sesuatu diantara kalian?"...


"dia itu..."....Tante Selvi pun mulai menceritakan tentang siapa Satrio dan bagaimana hubungan dia dimasa lalu,semua ia ceritakan tak ada satu pun yang ia tutupi.


diakhir kalimat ia berucap "aku ini terlalu kotor mas,makanya aku tak pantas buat mu"...

__ADS_1


Tante Selvi pun menetes kan air mata.


"Selvi pantas dan tidak nya kamu,itu hanya sebuah kata,aku hanya ingin beribadah bersama mu di sisa usia kita,aku ingin menikah hi mu,apa kamu bersedia?"...kata pak ustat dan Tante Selvi pun terdiam..


__ADS_2