
terdiam tanpa kata seusai mereka melepaskan pelukan itu,Tito dan Winda saling menatap dengan langkah kaki ringan Tante Retno ibunya memasuki kamar Winda
"apa yang kalian lakukan tadi?"...tanya Tante Retno
"saya yang memeluk mas Tito ma,karna Winda seneng banget akhirnya Winda tak sendiri ,sekarang Winda punya seorang kakak laki laki yang bisa saya ajak curhat dan pasti selalu jagain aku"...kata Winda
"oh,mama hampir lupa kalau kalian Kaka adik ,mama syok saat lihat kalian pelukan,maaf in ibu ya Tito udah bikin kamu kaget"...kata Tante sembari mengelus pundak Tito pelan.
"gak apa apa Bu,Tito minta maaf jika ada kesalahan"...kata Tito
"gak kok,kamu gak ada salah apa apa,ya udah kalian lanjutin belajar nya,mama keluar dulu"...kata Tante Retno kemudian beliau melangkah keluar dari kamar winda,Tito pun hanya mengaguk.
setelah ibu nya keluar Winda kembali memeluk erat Tito
"lepas kan winda,lepas "...kata Tito sembari hendak melepaskan tangan Winda yang memeluk kencang
"kenapa ?"...kata Winda
"apa yang kita lakukan ini salah,salah banget "...kata Tito sembari duduk diatas tempat tidur dan memegang keningnya.
"apa yang salah Tito,rasa ini tumbuh jauh jauh hari sebelum aku tau,siapa kamu sebenarnya"...kata Winda sembari meraih tangan Tito
"apa pun itu alasannya,aku tetap kakak mu dan kamu adik ku,aku tidur dulu"...kata Tito sembari bangkit dan kemudian melangkah keluar kamar.
malam pun semakin sunyi,larut dalam angin malam namun Winda tak kunjung menutup mata nya untuk istirahat,hayalannya terbang fikiran nya tertuju pada sosok Tito seorang laki laki yg ia sukai namun yg membuat nya bergejolak adalah sosok Tito yang ternyata adalah kaka kandungnya.
begitu juga Tito matanya tak mampu terpejam hayalannya larut dalam sosok Winda,sang adik sendiri.
waktu pun tergerus angin malam yang begitu sunyi,sepi ditengah gerimis dan sang pagi pun tak sabar untuk berganti untuk bertugas memberi arti pada dunia.
sang fajar pun mulai bersinar,langkah ringan terdengar mendekati meja makan.
"mas Tito belom bangun ma,kok gak ikut sarapan?"...kata Winda yg sudah rapi dengan putih abu abu nya sembari menarik kursi kemudian duduk.
"iya ma,kok tito belom keluar?"...kata om Satrio sembari mengunyah roti tawar.
"ih papa Winda,kalian telat,Tito itu anak rajin sedari selesai sholat subuh tadi,Tito udah pergi ,katanya ada tugas dari kampus dan tugasnya ada dirumah mamanya,makanya dia buru buru kesana "...kata Tante Retno sembari menuang susu didalam gelas
"Masya Allah,kenapa dia gak pamit sama papa,jangan jangan dia gak nyaman dia tidur disini"...kata om Satrio
"enggak kok pa,tadi mama tanya katanya nyenyak kok tidurnya,dia memang beneran ada tugas,trus gimana Tito mau pamit,wong papa saja masih tidur,sudah sudah buruan sarapan"...kata Tante Retno sembari mentarok susu didepan Winda yg hanya terdiam.
"oh,iya.winda,kamu mau bareng papa atau naik motor sendiri ke sekolahannya?"...,kata om Satrio dan anaknya hanya terdiam.
"Winda !"...kata Tante Retno sembari menepuk pundak Winda lirih.
"iya Tito"...kata Winda yang kaget
"kok tito?"...kata Tante Retno
"enggak ma maksud ku,kenapa Tito pergi duluan,kan kampus dia sama sekolahan ku searah,aku kan bisa numpang"...kata Winda dengan sedikit terbata bata
"sudah biarin,kamu ditanya papa itu Lo kamu kesekolahannya mau bareng papa atau berangkat sendiri?"...kata Tante Retno
"Winda naik motor sendiri saja pa,soalnya ada yang mau aku beli juga untuk keperluan sekolah "...
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu papa berangkat kerja duluan"...,kata om Satrio sembari bangkit.
tak lama kemudian Winda pun berpamitan pergi sekolah.
langkah kaki ringan sang raja melangkah hendak memasuki kelas,terdengar suara seseorang memanggil nya dari belakang.
Raja pun menoleh sembari menghentikan langkah nya,terlihat Winda melangkah mendekat
"pagi raja"...sapa Winda
"pagi juga,Winda"...
"raja,boleh nanti pulang sekolah nanti aku minta waktu mu,ada yang mau aku bicarakan berdua dengan mu penting"...kata Winda
"tentu,kita mau ngobrol dimana?"...
"dirumah mu saja,lagian aku juga sudah lama gak ketemu om dan tante,orang tua mu sehat kan ja"...kata Winda sembari melangkah menuju kelas
"alhamdulilah sehat,ya sudah nanti datang saja kerumah saja"...kata raja sembari melangkah menuju ruang kelas.
dan tak lama kemudian jam pelajaran dimulai,dan setelah waktu hampir sore,pelajaran pun usai mereka semua pun pulang.
raja pun pulang dengan menggonceng gendis.
saat raja hendak masuk dalam rumah motor Winda pun masuk dihalaman rumah raja,dari balik cendela rumahnya gendis mengintip kedatangan gendis .
"gendis kerumah raja,mau apa dia?oh,ya.aku lupa mereka memang sudah berteman sedari dulu,aku harus berfikir negatif,sudah lah aku mau istirahat"...kata gendis sembari kembali menutup gorden jendela lalu masuk kamar
"oh,ya.winda tadi aku cari kamu gak ada mau tak ajak pulang bareng,katanya mau main kerumah".. kata raja sembari memegang gagang pintu karna memang tadi hendak masuk rumah.
"ya udah ayo masuk"...kata raja sembari membuka pintu
"Tante ada kan?"...kata Winda.
"ada mungkin dibelakang,lagi jahit,kamu kesana saja Winda"...
"kalau gitu aku temui Tante dulu"...
"baik lah ,aku ganti baju dulu,nanti ketok saja pintunya kamar ku,kalau cari aku"...
"iya"...kata Winda sembari melangkah
salam pun terucap dari bibir Winda saat didepan ruang jahit ibunya raja,dan salah pun terjawab dengan lembut dari bibir ibunya raja yang sedang mebjahit kancing baju dengan keadaan masih pakai mukena karna habis sholat asar
"ya ampun Winda sayang,pa kabar kamu lumayan lama Lo kamu gak kesini"...kata ibunya raja
"iya maaf Tante,disekolah lagi banyak banget tugas maklum mau ujian akhir kelulusan"....kata Winda seusai mencium tangan ibunya raja
"iya benar raja juga gak pernah keluar kamar kalau pulang sekolah ,langsung belajar"...,
"Tante sehat kan?"...
"alhamdulilah sehat sayang,gimana kabar orang tua mu sehat kan?"...
"alhamdulilah sehat Tante,mereka titip salam buat om dan Tante,tadi waktu mau kesini Winda fon mereka,dan ini ada titipan dari mama"...kata Winda sembari memberikan keranjang buah pada ibu raja.
__ADS_1
"ya ampun kok repot repot to,bilang makasih pada ibu mu ya,bilang sama mba Retno ibunya raja kangen pengen kapan kapan ngopi bareng"...
"pasti salam nya nanti disampaikan,kalau gitu Winda ke raja dulu ya Tante,ada pelajaran yang ingin Winda tanyakan ,maklum Winda kan kurang begitu pinter dan raja kan murid terpintar disekolah "...kata Winda sembari tertawa kecil.
"kamu bisa saja win,ya sudah sana belajar nanti kalau lapar cari sendiri didapur Tante masak ikan pari asap sama nasi tiwul"...
"wah itu enak banget,pasti nanti Winda makan"...
"harus"...kata ibunya raja sembari mengelus lengan Winda sembari tertawa kecil.
kemudian Winda pun melangkah menuju kamar raja dan pintu pun terbuka nampak raja sedang membaca buku sembari tiduran langkah ringan Winda terdengar ditelinga raja,ia pun bangun lalu duduk di kursi
"gimana udah ketemu ibu?"...
"udah,raja nanti temen i makan ya,katanya Tante masak ikan pari asap di santan pedas terus masak ikan tiwul"...kata Winda sembari duduk disebelah raja.
"oh,ya.malah aku Lom tau ibu masak apa,mau nanti atau sekarang makannya"...
"nanti saja"...
"oke,sekarang ayo cerita kamu curhat apa kata nya tadi ada yang penting banget"...
"iya ja sampai aku bingung aku mau cerita sama siapa lagi kecuali kamu,tapi kamu janji ya setelah saya cerita ini kamu jangan cerita kepada siapa pun termasuk dengan bayangan mu sendiri di kaca,kalau sampai ada angin tau berarti kamu"...
"wah kayaknya penting banget ya,ada apa sih win,serius banget?"...
"penting banget,makanya kamu harus janji dulu"...
"iya aku janji,kayak kamu baru kenal aku saja to,ya sudah ayo cerita,aku siap dengar dan bantu jika aku bisa dan dibutuhkan sahabat ku"...kata raja sembari mencubit hidung Winda
"ih sakit tau,sakit nya sama kayak kamu gak gubris cinta ku dulu"...kata Winda
"ih mulai dech"...
"gak gak ja"...kata Winda sembari mengandeng lengan raja lalu menyandarkan kepalanya ke pundak raja
"ya sudah sekarang kamu cerita,ada apa sebenarnya,seperti nya masalah mu serius sekali?"...kata raja sembari mengelus kepala sahabatnya.
"aku bingung dengan hati ini ja,saat ini aku sedang me naruk rasa simpati rasa sayang yang begitu dalam pada seseorang lelaki,dia tampan dewasa gagah banget dan penyayang "...kata winda sembari meneteskan air mata.
"kamu sedang jatuh cinta winda?"...tanya raja dan Winda pun mengaguk sembari menghapus air matanya
"hey,terus kenapa kamu menangis sahabat ku,bukannya seharusnya kamu senang ,karna sedang jatuh cinta,oh,ya.siapa dia aku kenal tidak ,kalau belom kenal kenalin aku sama dia,biar aku lihat dia baik apa tidak dan pantas gak dia untuk kamu?"...kata raja sembari menghapus air mata sahabatnya.
"kamu kenal ,bahkan kenal banget"...
"wah siapa ini,penasaran aku,siapa laki laki itu sampai sampai bisa buat air mata mu menetes karna mencintai nya,apa dia teman sekolah kita atau teman dikampung kita,?"...
"kamu janji,jika aku sebut namanya jangan cerita dengan siapa pun ya ja"...kata gendis sembari terus menghapus air mata nya yang terus menetes
"iya,aku janji"...
"dia itu adalah Tito kakak ku sendiri"....
"apa ?!"...kata raja sembari bangkit dada nya sesak dan terkejut dengan apa yang ucapan Winda .
__ADS_1