
"kamu suruh tamu nya masuk nanti mama kesana"...kata Tante Selvi
"saya sudah disini Selvi"...kata Tante Retno ibunya Winda yang tiba ada dipaviliun .
"Retno"...kata Tante Selvi nampak terkejut dan rasa hati bercampur aduk.
"mama ngapain kamu disini ?"...kata bapaknya Winda.
"Tito kamu masuk kerumah nak,ini urusan orang tua"...kata Tante Selvi
"iya ma,om Tante Tito permisi dulu"...kata Tito kemudian melangkah masuk rumah
"Retno mau apa kamu kesini ?"...kata Tante Selvi sedikit ketus
"itu kah sambutan mu pada sahabat mu sedari kecil yang sudah belasan tahun tidak ketemu"...kata ibunya Winda sembari mendekat ke Tante Selvi namun Tante Selvi hanya diam
"Selvi kita sudah sama sama tua ,aku minta maaf atas semua kebodohan ku dulu,mas Satrio sudah bercerita semua nya,andai waktu dulu aku tau kamu dan mas Satrio pacaran gak mungkin aku berharap banyak pada mas Satrio"...kata ibunya Winda sembari memegang tangan sahabat yang puluhan tahun tak ia jumpai .
__ADS_1
"sudah lah Retno,aku sudah mengubur semuanya ,jadi plis gak usah dibahas lagi,kalian pergi dari rumah ku ,biarkan aku sendiri,pergi...!!kata Tante Selvi dengan nada keras lalu ia duduk sembari memegang keningnya,ibunya Winda pun mendekat
"Selvi,belasan tahun aku menyimpan rasa bersalah ku sama kamu begitu juga mas Satrio,aku mohon maaf kan aku,jika memang untuk menebus kesalahan ku,aku harus berpisah dengan mas Satrio aku iklas,asal kamu maaf kan aku,dan kita bersahabat seperti dulu"...kata ibunya Winda sembari duduk disamping Tante Selvi
"mama kok ngomong gitu"...kata bapak nya Winda
"Retno ini bukan masalah kamu bersama dengan Satrio tapi ini masalah hati yang di hinati oleh orang yang tak punya hati"...
"ia aku mengerti mas Satrio sudah cerita semua,dan mas Satrio pun menyesal dengan semua ini,begitu jga aku belasan tahun aku punya rasa bersalah sama kamu,jadi plis Selvi maafkan aku"...
"kamu tidak salah Retno,kamu juga hanya korban cinta"...kata Tante Selvi sembari melirik penuh kebencian pada bapak nya Winda
"masalah nya tidak sesimpel ini Retno adalah yang lebih besar ketimbang sekedar masa lalu kita"...:kata Tante selvi
"apa ?"tanya ibunya Winda
"kini hadir Tito,diantara kita semua,kalau tentang masa lalu kita,aku sudah bisa terima dan sudah tidak begitu memikirkannya yang penting kalian bahagia".. kata Tante selvi sembari menghapus air matanya.
__ADS_1
"oh,ya.tito siapa dia sebenarnya ?kenapa dia mencari mu dan mengatakan kalau kamu ibunya,Tito banyak cerita tadi saat dirumah sakit,saat mas Satrio menebus obat,aku berpura pura tidak tau saat mas Satrio mau mengantar Tito kesini,ku pikir ini jalan dari allah untuk mas Satrio minta maaf,namun aku membututi nya,awalnya aku tidak ingin mampir,cuma aku gak mau menahan rasa bersalah ini terlalu lama"..kata ibunya Winda sembari menghapus air mata nya
"benar retno,Tito adalah anak kandung ku,dia tercipta dari sebuah kesalahan ku dulu"..
"kesalahan msksud kamu?"...kata ibunya Winda
"iya ,dulu aku melakukan sesuatu yang hilaf dan aku hamil,dan diusia 4 bulan kandungan ku aku baru tau kalau aku hamil,disaat aku ingin memberitahukan kehamilan ku pada pacar ku,dia malah sudah menikah dengan perempuan lain,berkali kali aku mencoba menggugurkan janin di rahim ku,namun allah berkehendak lain,Tito tetap sehat dan tumbuh jadi pemuda tampan dengan dirawat oleh orang tua angkat ku di solo"...kata Tante selvi sembari bangkit lalu melangkah dan menyandarkan tubuhnya ditiang
"jangan bilang kalau Tito juga anak mas satrio?"...kata ibunya Winda sembari bangkit dan menatap suami nya,dan bapaknya gendis pun mengaguk sembari tersenyum getir.
"berarti kelahiran Tito tidak di ingin kan mama !!"..kata Tito yang tiba tiba berteriak dari luar pafiliun berdiri diantara hujan,karna sedari tadi dia sudah menguping.
"Tito"...cetus 3 orang tua itu
"tidak bukan begitu sayang"...kata Tante Selvi mendekat ke anak nya
"kalau tau seperti ini Tito menyesal cari mama jauh jauh kelampung,tito pergi!!...kata Tito sembari menangis kemudian berlari pergi diantara derasnya hujan
__ADS_1
"tito tunggu nak,tunggu..!....kata Tante Selvi sembari berlari mengejar Tito diantara hujan.