Misteri Cinta Putih Abu Abu

Misteri Cinta Putih Abu Abu
Episode 31:kenyataan pahit untuk Winda


__ADS_3

om Satrio langsung melepas pelukan erat Tito sembari menghapus air mata nya.


"kenapa peluk pelukan,nangis lagi,terus siapa dia"?...kata Winda saat mendekat sembari menunjuk Tito.


"gak gak apa apa sayang"..kata om Satrio terbata bata .


"Winda,mungkin papa kamu terharu,karna akhirnya Tante Selvi menikah Tante Selvi kan sahabat kami dari SMP"...kata Tante Retno ibunya Winda saat mendekat,


"iya sayang papa terharu bahagia,karna akhirnya Tante Selvi bertemu dengan jodohnya,oh,ya.kalian naik apa?maaf ya papa gak bisa jemput soalnya tadi papa dari kantor langsung kesini"...


"gak apa apa pa,kami naik mobil bareng temen mama kebetulan dia teman suami nya Selvi,oh,ya.udah selesai akad nikah nya pa?"...kata Tante Retno.


"udah ayo kita temui Tante Selvi,beri dia selamat"...kata om Satrio kemudian melangkah mengajak keluarga nya masuk,sembari mengelus pundak anak laki lakinya,Tito hanya tersenyum getir sembari menarik nafas panjang,


"Selvi selamat ya,semoga samawa"...kata Tante Retno sembari salaman dan cipika cipiki.


"aamiin,makasih ya Retno"..


"selamat ya Tante"...kata Winda sembari bersalaman namun dia seperti tak tenang menoleh kesana kemari,seperti sedang mencari seseorang.


"iya makasih sayang,ayo kalian makan"...kata Tante Selvi.


"iya"...kata Tante Retno kemudian mereka pun melangkah menuju prasmanan.


"ma pa,kalian makan duluan,aku mau cari raja dulu,papa lihat raja gak,kan papa dari tadi disini?"...kata Winda


"tadi bareng papa,tapi terus papa keluar,gak tau dia dimana"...


"ya sudah papa mama makan saja dulu,Winda cari raja dulu"...kata Winda dan orang tuanya pun mengaguk.


lalu Winda pun mulai mencari raja,


"untung tadi Winda gak terus bertanya aneh aneh saat papa peluk Tito,lagian papa kenapa sih pakai nangis nangis segala,sedih Selvi nikah papa masih cinta?"...kata Tante Retno sembari makan


"tapi cepat atau lambat Winda harus tau Tito itu kakak nya"...kata om Satrio sembari menarik nafas panjang.


"iya pa,mama ngerti dan sangat mengerti,tapi tidak untuk sekarang,tunggu waktu yang pas kaLau cerita"...kata Tante Retno dan om Satrio mengaguk sembari tersenyum getir.


Winda pun terus mencari dimana keberadaan raja,namun tetap tak ia jumpai,lalu dia melangkah kebelakang rumah,kearah paviliun,dari kejauhan ia melihat,raja sedang bercanda tertawa begitu bahagia,bersama gendis,hati Winda sedikit perih dan jantungnya berdebar sangat kencang,ia melangkah mendekati raja dengan sedikit kegeraman.


"Raja !"...kata Winda sedikit keras saat didepan paviliun,raja dan gendis pun menoleh,melihat kearah Winda yang nampak jelas cemburu.


"Winda"...cetus mereka serentak


"sejak kapan kamu disitu?ayo sini masuk ke paviliun"...kata raja sembari bangkit


"cukup lama,kayaknya kalian begitu asyik bercanda sampai tak tau aq disitu"...kata Winda sembari masuk dan duduk terlihat ketus.


"kami Lo cuma ngobrol biasa"...kata raja

__ADS_1


"biasanya aja kayak gitu,trus kalau gak biasanya kayak apa,peluk pelukan,cium cium man"...kata Winda ketus


"kamu ngomong apa sih win,maksud mu apa ngomong kayak gitu,kamu pikir aku cewek murahan yang bisa semudah nya kayak gitu"...kata gendis sembari bangkit


"aku tidak ngomong seperti itu,kenapa kamu marah gendis"...kata Winda sembari bangkit


"tapi bahasa mu itu,peluk pelukan, cium cium an,apa maksud nya?"...


"terus apa maksud nya kamu berdua dua an disini kalian,sedang kan acara nya itu didalam ?"...


"kamu tu baru datang jadi kamu tak tau bagaimana aku dan raja sibuknya,membantu Tante ku dari semalam,kami sedang istirahat disini,memang kamu pikir kami ngapain?"...


"alasan,dasarnya aja kamu yang ingin dekat dekat dengan raja"...kata Winda sembari menunjuk gendis.


"sudah sudah,jangan berantem,malu jika didengar tamu didalam"...kata raja


"biar saja,biar semua tau kalau disini ada perempuan gatel"...kata Winda sembari tersenyum sinis melirik gendis


"jaga mulut kamu winda,yang gatel itu aku atau kamu sebenarnya?"...


"maksud mu apa ?!"...kata Winda sedikit keras.


"tanya sama raja atau tanya sama orang tua mu,raja kamu jelaskan semua sama sahabat mu yang sok cantik ini,jika kamu belom bisa jelaskan pada Winda lebih baik kita tidak ketemu dulu,itu saja saya permisi"...kata gendis kemudian melangkah pergi


"tunggu gendis"...kata raja sembari hendak mengejar gendis namun Winda melarangnya.


"tapi win"...kata raja


"sudah lah aq disini,mang kamu gak kangen aku ? beberapa hari lo kita gak ketemu karna libur sekolah"...kata Winda sembari menyandarkan kepalanya dipundak raja,raja hanya terdiam memejamkan mata sembari menarik nafas panjang,hatinya berbisik "ya allah aku harus apa?"...


dari balik ambang pintu gendis menoleh kearah raja dia pun menjadi geram .


"dasar laki laki"...cetus gendis kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


"Winda maaf aku harus bantu bantu didalam"...kata raja sembari melepaskan tangan Winda yang menggandengnya,lalu melangkah pergi


"ih raja tunggu"...kata Winda sembari berlari mengejar raja yang melangkah cepat.


sesampainya didalam rumah tempat acara berlangsung,Winda mencari raja namun tak ketemu.


"sayang kamu ngapain?,menoleh sana sini,cari siapa lagi?"...kata Tante Retno saat mendekati anaknya.


"mama lihat raja ?"...


"memang dari tadi kamu belum ketemu raja?"...


"tadi udah trus dia masuk eh sekarang hilang lagi"...


"ya ampun kayak jalakung saja,mungkin dia lagi sibuk kemana gitu,sekarang kamu mau makan dulu atau langsung pulang,karna papa mau kekantor lagi ada urusan tadi ditelvon bosnya"?...

__ADS_1


"Winda gak lapar pulang saja"...


kemudian mereka pun berpamitan pada sang pengantin baru,lalu pergi pulang.


dan malam pun tiba,disaat Tante Selvi sedang bermalam pertama sama suaminya disisi lain raja sedang gusar,ber kali kali raja menelpon gendis namun selalu ditolak,ratusan cat ia kirim ke no wa gendis namun tak dibales.


raja terus menelfon namun tak diangkat


lalu satu cat gendis masuk diwa raja yang berbunyi "jangan hubungi aku atau ketemu aku kalau belom kamu jelaskan semua pada Winda tentang hubungan kita"...


disaat raja ingin membalas cat gendis ternyata nomornya udah diblokir.


dan keesokannya disekolah gendis pun menghindari raja malah terlihat akrab dan tertawa tertawa sama Boby,hati raja pun penuh kecemburuan,sedangkan Winda terus mendekati raja,raja pun menghindari Winda,hati raja kalut lalu raja memutuskan untuk menelpon orang tua winda.singkat cerita orang tua Winda pun mengajak ketemu disebuah cafe.


"om Tante ,maaf kan raja ,raja udah ngerepotin kalian"...kata raja dengan nada datar dan nampak bingung.


"sudah raja om tau apa yang kamu rasakan,karna kejadian yang kamu alami hampir sama dengan yang om dan Tante alami,iya kan ma"...kata om Satrio sembari menepuk pundak raja pelan.


"iya raja,Tante tidak mau keruwetan hubungan mu dengan gendis dan Winda sama dengan kisah om dan Tante dulu,kamu tenang saja biar Tante yang jelasin nanti sama Winda,kita tunggu dia datang"...


"Winda kesini tante ?"...


"iya,bentar lagi dia datang"..


"tapi Tante Winda gak apa apa,dengan kondisinya sekarang?"...


"kamu tenang saja,Tante yang lebih tau kondisi Winda ,dan insyak Allah Winda baik baik saja,itu dia Winda datang"...kata Tante Retno sembari menunjuk Winda yang memasuki pintu cafe.


"raja kamu disini juga?papa mama jangan bilang kalau kita mau dinikahin"...kata winda sembari tersenyum bahagia lalu duduk disamping raja dan raja hanya tersenyum.


"kamu minum dulu sayang, mama udah pesan kan jus alpukat kesukaan mu"...


"makasih ma,mama tau saja minuman favorit Winda"...kata Winda lalu minum


"oh,ya.ma pa ada apa ini,kok tumben ada raja juga,kata mama ada yang penting mau dibicarakan,jgan bilang kita mau dinikahin Lo pa,kita masih sekolah,ya gak ja?"...kata Winda sembari tersenyum pada raja,namun raja hanya menunduk


"ya gak lah sayang kamu ini ada ada saja,biar mama yang bicara"...kata om Satrio


"ih ada apa sih kayaknya penting banget"...kata Winda penasaran


"begini sayang mama mau bicara tapi janji kamu kuat dan tidak pingsan,kan kamu udah janji mau jadi perempuan kuat"...


"ayo lah ma,cepetan cerita,jangan bikin Winda penasaran"...


"dengerin mama baik baik"...kata Tante retno dan Winda pun mengaguk.


lalu Tante Retno mulai bercerita semua tentang hubungan raja dan gendis begitu juga dengan masa lalunya bersama Tante Selvi Selvi,namun sebelum cerita menuju ke nama Tito,Winda sudah begitu cepat mengatur nafas,lalu bangkit kemudian berlari keluar cafe begitu cepat sembari menangis.


"Winda tunggu !" teriak ke tiga orang itu,namun Winda terus berlari

__ADS_1


__ADS_2