
Winda pun begitu gelisah dia pun langsung lari kekamar nya,mencoba berbagai baju terasa tak ada yang pantas,pakai copot lagi,pakai copot lagi sementara diruang makan ketiga tamu telah duduk dimeja makan.
"la Winda kemana retno"?"...tanya Tante Selvi sembari duduk.
"mungkin ada dikamar ,sudah lah biarkan saja"...kata tante retno sembari menuang air putih didalam gelas
"kenapa tidak keluar dia Bu?...tanya tito
"ntah lah"...kata Tante Retno sembari duduk
"Tito"...
"iya pa"...
"coba kamu yang panggil adik mu,itu kamarnya"...kata om Satrio sembari menunjuk kamar Winda
"baik pa"...kata Tito sembari bangkit kemudian melangkah menuju kamar Winda,
"win,Winda apa kah kamu didalam?"...kata Tito sembari mengetuk pintu.
"iya ada"...jawab Winda dari dalam kamar
"keluar donk,masak aku kesini kamu malah ngumpet dalam kamar"...
"iya bentar Tito"...kata Winda dengan suara sedikit gugup.
tak seberapa lama Winda keluar dengan gres warna hitam tampil begitu cantik,
"hai Tito"...sapa Winda saat membuka pintu kamar dan tito hanya terdiam larut dalam tatapan kearah Winda yang begitu cntik dan anggun
"halo tito,kamu kenapa?"...kata Winda sembari sembari melambai lambaikan tangannya ke depan muka Tito,Tito pun terkejut
"eh..gak apa apa..kata Tito sembari tertawa kecil
"kok ngelihatin ya sampai kayak gitu,baru sadar kaLau aku cantik"...kata Winda dengan nada manja
"idih gr nya,"...kata Tito sembari tertawa kecil
dan mereka pun tertawa bersama ketika Winda hendak melangkah tiba tiba Winda terpleset dan hendak terjatuh,Tito segera menangkap nya.
mereka pun saling menatap
"ya ampun,Winda cantik banget,astaqfirlah sadar Tito sadar,dia adik kandung mu"...cetus tito dalam hati
"gila Tito ganteng banget,keren,tapi sayang dia kakak ku"...cetus Winda dalam hati sembari menarik nafas panjang lalu kembali berdiri.
__ADS_1
"ayo kita keruang makan orang tua kita sudah menunggu"...kata Tito dengan gelagat salah tingkah
"iya"...jawab Winda lirih sembari menunduk
lalu mereka melangkah menuju,menuju meja makan
"halo winda,cantik banget"...sapa Tante Selvi
"Tante bisa saja,Tante yang cantik awet muda,pa kabar Tante"...kata Winda sembari bersalaman kemudian cipika cipiki dengan Tante Selvi.
lalu bersalaman juga dengan pak ustat
"udah kumpul semua ayo kita mulai makan nya,nanti habis makan baru kita ngobrol lagi"...kata om Satrio.
dan kemudian mereka pun makan sela sela waktu makan ternyata Tito dan Winda sering saling curi curi pandang.
tak seberapa lama pun makan telah usai dan mereka berkumpul diruang tengah ngobrol sembari minum teh dan kopi.
"Winda janji papa malam ini sudah papa tepati ,mengajak Tito kakak mu untuk makan bersama,bahkan bonus dengan Tante Selvi dan pak ustat,jadi gak ada alasan lagi kamu marah sama papa "...kata om Satrio
"iya pa"...jawab Winda lirih
"bukan hanya itu sayang,Tito pun sudah meagap mama sebagai ibu nya dan tito juga bakal tinggal disini untuk beberapa hari bahkan sesuka dia,karna rumah ini adalah rumah dia,jadi Tito berhak kapan saja kesini dan tingal disini,bukan begitu pa"...kata Tante Retno,
"iya benar,papa sudah ngobrol banyak dengan Tante Selvi dan PK ustat,kita semua saudara dan Tito sayang dengar papa,mulai saat ini rumah ini juga rumah mu,kamu boleh kpan pun mau kesini ,kamu pulang kesini ya rumah mu,pulang kerumah mama mu juga rumah mu,jadi senyaman mu,betul kan mas Dimas?...kata om Satrio
dan semua tertawa penuh bahagia
"mampu kah hati ku menghapus rasa ini pada Tito,kalau tiap hari kami ketemu,dan memaksa hati ini untuk mengakuinya sebagai kakak"...kata Winda didalam hati sembari menarik nafas panjang.
"ayo sambil diminum minumannya,tapi sayang gak ada pisang goreng nya,kayak bikinan mas Dimas,ada nya keripik singkong,itu pun beli diwarung"...kata Tante Retno dan semua tertawa kecil.
"oh,ya.kemana gendis Tante,kok dia gak ikut?"...kata Winda .
"tadi waktu kesini dia lagi ngerjain tugas bareng tina dan katanya tugasnya wajib dikumpul besok pagi"...kata Tante Selvi sembari mentaruk gelas diatas meja karna sehabis minum
"ya ampun iya,ada tugas sekolah aku lupa,kalau begitu Winda ke kamar dulu ya Tante ,Winda belom ngerjain tugas"...
"loh kamu gimana to sayang"kata Tante Retno
"lupa ma"...kata Winda lirih
"kamu tenang saja Winda,kakak kamu Tito itu nilai akademis nya lumayan bagus,dan dia kan malam ini tidur disini,jadi kamu minta ajari dia nanti"...
"iya betul,Tito mau kan bantu adik kamu ngerjain tugas"...kata Tante Retno
__ADS_1
"tentu Bu"...
"baiklah mas Satrio mba Retno,karna waktunya udah malam banget,saya bersama istri pamit,trimakasih untuk makan malam nya yang begitu lezat,apa lagi ayam kecap nya,saya sampai nambah,pokok nya banyak trimakasih,kami permisi dulu"...kata PK ustat
"kamu yang trima kasih mas Dimas dan Selvi sudah meluangkan waktunya untuk makan malam disini,maaf jika ada yang kurang berkenan"...kata om satrio
"ini semua lebih dari cukup,ayo dek kita permisi"...kata pak ustat sembari bangkit
"Tito mama pulang ya,kamu Lo disini baik baik"...kata Tante Selvi
"iya ma"jawab Tito
dan pak ustat bersama istri pun pulang,om Satrio dan istri pun istirahat,tinggal Tito dan Winda berdua an didalam kamar Winda untuk mengerjakan tugas
disaat sedang mengerjakan tugas ,Winda tak sedetik pun mengalihkan pandangannya kearah muka Tito yang sedang menjelaskan materi tugas,Tito pun menoleh dan melihat adik nya yang sedang menatapnya dengan penuh cinta.
"kamu kenapa menatap aku seperti itu Winda?"..kata Tito
"aku tak bisa bohongi perasaan ku jika aku sayang kamu Tito,tapi rasa sayang ini bukan sebagai adik terhadap kakak ,tapi..."...kata Winda
"hust gak boleh ngomong kayak gitu,aku kakak mu,kakak kandung mu"...kata Tito sembari menutup bibir Winda dengan jemarinya
"iya tapi sayang ini tumbuh dari saat kamu nolong aku dan aku belom tau kalau kamu juga anak papa"...kata Winda sembari mengegam tangan Tito
"ini rasa yang salah Winda,aku ngantuk,aku mau tidur"...kata Tito sembari bangkit dan melangkah
"tunggu"...kata Winda sembari melangkah lalu memeluk tubuh Tito begitu erat dari belakang
"lepaskan aq Winda,aku kakak mu"...kata Tito sembari hendak melepaskan tangan Winda yang kencang memeluk.
"aku pernah patah hati karna raja,apa kamu mau buat aku patah hati lagi"...kata Winda lirih dengan nada sedih
Tito pun membalikan badan menghadap Winda.
"aku tau itu Winda,tapi sadar lah aku kakak kandung mu"...kata Tito sembari menyisihkan rambut Winda yang menutup mata.
"kenapa kamu bohongi perasaan mu ,kamu punya perasaan yang sama terhadap ku kan Tito"...
"aku sayang sama kamu,karna kamu adik ku winda"...
"bohong banget,mulut dan mata mu berkata hal yang berbeda,aku bisa rasakan itu saat aku peluk kamu jantung mu tak kan pernah berdusta"...
"tapi win"....kata Tito penuh delima.
Winda pun langsung memeluk erat tubuh Tito dan Tito pun membalasnya dengan begitu erat
__ADS_1
disaat mereka sedang terlena dalam pelukan bercampur air mata sehingga tak mendengar pintu kamar ada yang mengetuk ,Tante Retno pun langsung membuka pintu karna memang pintu tidak dibuka,begitu terkejutnya Tante Retno saat melihat Tito dan Winda saling berpelukan erat
"Winda Tito ngapain kalian?!"....