
masuk lah sepasang suami istri kedalam rumah Tante Selvi,raut muka Tito yang tadi mulai tersenyum kini kembali sedikit manyun melihat sosok laki laki yang tak asing baginya masuk kedalam rumah nya.
"eh...mas Satrio mba Retno,ayo ayo masuk silahkan masuk silahkan duduk"...sapa an hangat dari pak ustat,kedua tamu itu pun duduk bersebelahan
"apa kabar mas Satrio mba Retno udah lama gak main?"...kata pak ustat lagi dengan penuh senyuman
"alhamdulilah baik "...kata om Satrio
"dari mana ini kok tumben malam malam kesini?"...kata pak ustat
"kami dari rumah saja mas Dimas,sengaja kami kesini karna ada yang harus kami bicara kan dengan mas Dimas,Selvi,terutama nak Tito"...kata Tante Retno sembari menunjuk Tito yang berdiri dibelakang ayah sambung nya.
"oh,ya.tito kok gak sopan,salaman donk,mereka juga orang tua mu"...kata pak ustat
"ayah benar,tapi jika mereka sendiri mau meanggap Tito sebagai anak nya,kalau tidak ya bagaimana Tito mau anggap mereka orang tua yah"...kata Tito sembari muka sedikit kesal
"hus gak boleh,sekarang kasih salam pada mereka terus duduk disini"...kata pak ustat lalu Tito menuruti apa yang diucap oleh ayah sambungnya.
"oh,ya.kalian mau minum apa?"...kata Tante Selvi sembari bangkit
"gak usah sel,trimakasih"....kata Tante Retno ibunya Winda
"gak apa apa,tunggu sebentar aku buatin minuman"...kata Tante Selvi kemudian melangkah ke dapur.
"oh,ya.gimana bisnis nya lancar ini kayak nya mas satrio mbok saya diajak to"....kata PK ustat
"cuma berjalan seperti biasa mas,beda sama mas Dimas,yang sudah PNS bengkelnya juga ramai"...kata om Satrio
"Yo alhamdulilah disyukuri saja"...kata pak ustat tak lama kemudian Tante Selvi datang dengan membawa 2 gelas teh diatas nampan dan sepiring pisang goreng.
"silahkan diminum Retno Satrio dan dimakan pisang goreng ,tapi udah gak hangat"...kata Tante Selvi
"dapat pisang goreng,beli dimana sel?"...kata Tante Retno
"gak beli,tadi goreng sendiri,mas Dimas yang goreng,aku malah gak tau"...kata Tante Selvi
"iya tadi saya yang goreng,kebetulan lagi gak ada kegiatan,jadi saya manfaat in barang yang ada didapur saja"...
"ih jago juga bikin pisang goreng mas"...kata Tante Retno
"lama hidup sendiri jadi ya,terbiasa serba sendiri,karna guru yang paling hebat ya pengalaman,dan jadikan pengalaman sebagai sebuah pembelajaran,ayo ayo silahkan diminum trus dicicipi pisang goreng buatan saya"...kata pak ustat sembari tertawa kecil
kedua tamu itu pun mulai meminum teh hangat.
"oh,ya.katanya tadi ada yang mau dibicarakan dengan kami apa itu,mas Satrio ,mas Retno,sepertinya ada yang serius sekali,ada apa?"...kata pak ustat
"benar mas dimas,papa ayo ngomong"...kata Tante Retno.
__ADS_1
"iya ma,begini mas Dimas,kedatangan saya kesini mau minta maaf sama kalian semua,terutama sama Tito,Tito maaf in papa ya nak mungkin papa tadi udah buat kamu tersinggung marah ,tapi sumpah papa gak berniat seperti itu,tadi papa bingung dilema dengan semua itu"...kata om Satrio sembari mata berkaca kaca
"kenapa papa malu punya anak Tito?"...kata Tito dengan nada sedikit keras,lalu PK ustat menyentuh tangan Tito kemudian mengelengkan kepala memberi isyarat kepada Tito untuk tidak bersikap seperti itu
"tidak nak tidak,tadi papa benar benar dilema,bingung ,papa sadar itu salah ,maaf in papa nak "...kata om Satrio sembari turun dari kursinya dan hendak bersujud pada Tito,namun Tito dan pak ustat melarangnya.
"sudah jangan seperti itu mas Satrio,pakai sujud segala"...kata PK ustat
"saya bingung mas Dimas,aku benar benar menyesal "...kata om Satrio sembari menghapus air mata nya dan Tante Retno sang istri pun mengusap usap pundak suami nya terlihat menenangkan.
"begini,maaf sebelumnya,saya coba menjadi penengah untuk semua,buat Tito dengerin ayah"...
"iya yah"...
"Tito,walau bagaimana pun,pak Satrio ini tetap ayah kandung mu,apa pun itu kamu harus maaf kan beliau dan buat mas satrio mba Retno,saya tadi sudah mendengar cerita kejadian ini dari Tito,dan saya memahami bagaimana ke dilema an mas Satrio,dan satu lagi yang perlu diingat,walau bagaimana pun Tito ini darah daging mas Satrio,jadi buat mba Retno harus bisa legowo menerima Tito juga seperti anaknya"...
"kalau saya mas Dimas,saya sangat legowo menerima Tito dan saya sangat bahagia,jika nak Tito berkenan menerima saya sebagai ibu nya juga,"...kata Tante Retno
"nah kalau seperti itu,udah gak ada masalah donk,tinggal kamu Tito,kamu harus memaafkan mereka,karna mereka juga orang tua mu,sama seperti ayah dan mama Selvi,"...
"tapi yah"...kata Tito nampak bimbang.
"apa lagi Tito,yang membuat mu ragu?"...
"Winda yah,apa kah papa Satrio sanggup mengakui aku sebagai anak kandungnya,didepan Winda"...
"berarti karna ancaman Winda,jadi papa kesini?"kata Tito
"sudah tito,apa pun alasannya niat mereka baik dan sebagai hamba Allah yang baik kamu wajib menyambut kebaikan itu,bukan begitu mama selvi?"...kata PK ustat sembari mengusap pundak Tito
"iya,benar yang dibilang ayah mu Tito,jujur tadi mama marah saat mendengar cerita mu tentang sikap papa mu,tapi setelah melihat kejadian ini mama lihat ketulusan air mata papa mu"...kata Tante Selvi
"ayo maaf kan papa mu nak"...kata pak ustat sembari mengelus kepala Tito dan tersenyum mengaguk Tito pun menatap wajah PK ustat dengan ketulusan lalu mengaguk
"tito mau maaf kan papa kan nak?"...,kata om satrio.
"iya Tito maafkan dan Tito juga minta maaf jika Tito berlaku kurang sopan pada papa dan Tante"...kata tito sembari mata berkaca kaca,lalu om Satrio langsung memeluk anak nya sembari berucap"trimakasih nak"...pelukan itu diiringi dengan senyuman dan air mata haru bercampur bahagia.
"nah gini kan jauh lebih baik,sekarang minum lagi,dan makan pisang goreng lagi"...kata PK ustat sembari mengambil pisang goreng
"trima kasih mas Dimas"...kata om Satrio
"sama sama mas Satrio,kita semua keluarga"..
"oh,ya.boleh saya minta sesuatu sama kamu Tito"...kata Tante Retno
"apa Tante?"...
__ADS_1
"mau kah kamu panggil Tante dengan sebutan ibu atau mama,bolehkan Selvi Tito panggil aku dengan sebutan itu?"...
"tentu boleh donk Retno,terserah tito saja yang penting dia nyaman"...kata Tante Selvi
"iya Tante Retno,Tito akan berusaha membiasakan diri untuk panggil ibu"...
"iya makasih sayang,pelan pelan saja"...kata tante Retno
"alhamdulilah,seneng saya lihat nya kalau seperti ini"...kata pak ustat
"oh,ya.Tito papa masih punya satu permintaan lagi,mau ya kamu makan bersama dirumah"...kata om Satrio
"tentu pa,jangankan makan bersama jika papa dan ibu izinkan saya pun bersedia sekali kali nginep dirumah papa"...
"wah dengan senang hati sayang,ibu akan siap kan kamar teristimewa buat anak laki laki ibu"...kata Tante Retno
"makasih Bu"...kata Tito sembari tersenyum penuh haru
"mas Dimas,Selvi,kami juga mengundang kalian untuk makan malam bersama digubuk kami besok"...kata om satrio
"insyak Allah kami hadir mas Satrio,iya kan dek Selvi?"...kata PK ustat
"iya mas"...kata Tante Selvi sembari tersenyum manis pada suaminya.
waktu pun terus bejalan jarum jam tak berhenti berputar Tante Retno pun sibuk menyiapkan beberapa menu makanan,
"ma,mang mau ada acara apa to,kenapa mama masak sebanyak ini,terus tadi aku lihat mama sibuk disain kamar yang kosong,mang ada tamu jauh yang mau datang?"...kata Winda nampak bingung saat melihat mamanya menyajikan berbagai menu dimeja makan
"ada tamu sepesial malam ini,sekarang kamu siap mandi ganti baju yang bagus sana"...
"siapa ma?"...
"rahasia donk"...kata tante Selvi sembari tersenyum
"ih mama rahasia rahasia an sih,gak asik terserah lah Winda mau bobok sore,Winda lagi males ketemu papa"...kata winda
"terserah kamu saja"...
"ih mama kok gitu?"...
"iya donk,gimana pa udah siap?"...kata Tante Selvi saat melihat suami nya keluar dari kamar dengan berbaju rapi
"siap donk,oh,ya.mereka juga sudah dijalan pasti bentar lagi datang,Winda kok kamu Lom siap?"...kata om Satrio
"Winda gak ikut an,Winda masih marah sama papa"...kata Winda dan hampir bersamaan bel rumah berbunyi.
"ayo kita sambut pa,kita bukakan pintu"...kata Tante Retno kemudian melangkah membuka pintu
__ADS_1
"ih kok nyebelin,aku dicuekin nyebelin banget"...kata Winda kemudian dia pun diam diam mengintip siapa yang datang,dia pun terkejut saat melihat yang datang,dia salah tingkah karna masih memakai kaos oblong dan celana kolor,dia lgsung lari kekamar.