Misteri Cinta Putih Abu Abu

Misteri Cinta Putih Abu Abu
episode 35: impian raja dan gendis


__ADS_3

Diantara rintikan gerimis Winda duduk seorang diri disebuah alun alun taman


langkah kaki ringan perlahan mendekat,lalu duduk lah seorang Tito disamping Winda


"mau apa kamu kesini?"...kata Winda sedikit ketus


"hapus dulu air mata mu"...kata Tito sembari memberikan sebuah sapu tangan pada Winda


namun Winda hanya diam tak mau menerima


lalu Tito pun menghapus air mata Winda dengan tangannya,Winda menatap mata tito dengan penuh perasaan.


"aku bisa sendiri "..kata Winda sembari menepis tangan Tito lalu mengambil sapu tangannya dan menghapus air matanya sendiri.


"ngapain kamu hujan hujan,duduk seorang diri disini,nanti kalau ada petir nanti kalau ada orang jahat gimana"...kata Tito


"pergi kamu Tito,tinggalkan aku sendiri,aku mau sendiri "...kata Winda


"gak mungkin banget aku tinggalkan mu seorang diri"...


"pergi"...kata Tina lirih


"tidak"...jawab Tito


"pergi,aku bilang pergi !"....kata Winda sembari mendorong tubuh Tito keras hingga tubuh Tito terjatuh dan seperti nya Tito pun pingsan tak sadar kan diri.


"Tito,kamu gak apa?"...kata Winda sedikit cemas saat melihat Tito terdiam dengan muka tertutup


"tito bangun tito,kamu kenapa,masak cuma jatuh gitu saja kamu pingsan,jangan bercanda gak lucu,Tito,tito ayo bangun,Tito bangun "....kata Winda sembari mengoyak ngoyak tubuh Tito yang nampak tetap terdiam.


"tito bangun donk ,jangan buat aku kawatir,ayo bangun,Tito aku sayang kamu,ayo bangun"...kata Winda sembari memeluk Tito dan menangis penuh ke kawatir an


"beneran sayang"...kata tito sembari membuka mata nya.


"Tito kamu pura pura pingsan ya?"...kata Winda sembari mengakat kepalanya dari dada tito dan tito hanya tersenyum.


"ih jahat nya,bohongin aku,kamu jahat banget"...kata Winda sembari memukul dada Tito pelan


"aduh aduh sakit"...rintih Tito


"biarin,biar kapok terus pingsan beneran"...kata Winda.


"nanti Lo aku pingsan lagi ada yang nangis,lagi,Tito bangun bangun,jangan buat aku kawatir,aku sayang kamu"...kata Tito sembari tersenyum meledek.


"gak, siapa juga yang kawatir,kamu mau pingsan mau kenapa kenapa bukan urusan saya"...kata Winda sembari bangkit dan melangkah lalu duduk ditempat yang tadi

__ADS_1


"ah yang benar"...kata Tito sembari bangkit dan kembali duduk didekat Winda.


"ngapain kamu kesini dan dari mana kamu tahu aku disini?"...kata Winda dengan nada ketus


"aku kesini cari kamu dan yang kasih tahu aku tentang kamu disini adalah raja"...


"pergi kamu pergi Tito tinggal kan aku sendiri aku mau sendiri"...kata Winda lirih


"tidak aku tak akan pernah tinggalkan kamu sendiri disini,aku akan antar kamu pulang aku pastikan kamu pulang kerumah dengan selamat"...


"gak usah sok perduli dengan aku Tito,semua orang jahat,aku benci mereka aku benci kamu aku benci semua,aku pengen pergi jauh"...kata Winda sembari bangkit lalu melangkah ke depan dan menyandarkan tubuh nya,ke tiang penyangga alun alun


"siapa yang kamu maksud jahat,siapa?"...kata Tito sembari mendekat ke winda.


"ya semua nya"...


"kamu salah,justru mereka semua sayang sama kamu Winda"...


"sayang kamu bilang Tito,kalau mereka sayang gak mungkin mereka menyakiti hati ku,gak mungkin mereka menghancurkan perasaaan ku"...kata Winda sembari menghapus air mata nya.


"duduk lah,dengarkan aku bicara"...kata Tito sembari mengajak Winda duduk.


"Winda mereka yang kamu maksud itu orang tua mu,raja ,gendis dan siapa lagi?"...kata Tito lagi saat sudah duduk.


"ya semua"...


"tunggu,jangan tinggalkan aku"...kata Winda sembari bangkit dan berlari ke Tito lalu memeluk erat tubuh Tito dari belakang.


"jangan tinggalkan aku Tito,aku sayang kamu"...kata Winda sembari,terus memeluk tubuh Tito


"sudah kamu renungkan ,apa yang aku bilang"...kata Tito sembari berbalik badan dan Winda hanya mengaguk.


"benar apa salah yang aku bilang"...kata Tito lagi sembari mengegam tangan Winda


"iya,semua itu aku ya salah,aku keras kepala,aku egois,tapi plis jangan tinggal kan aku ya"...kata Winda.


"tidak aku tidak akan tinggalkan kamu,sampai kapan pun,aku akan menjaga mu"...Kate tito sembari tersenyum meyakinkan.


"aku sayang kamu Tito"...kata Winda sembari memeluk erat tubuh Tito,jantungnya berdebar kencang,aliran darah winda mengalir begitu deras dan Tito hanya menarik nafas panjang diantara dekapan Winda.


"aku kakak mu Winda ,bagaimana cara aku menyampaikannya"...cetus tito dalam hati.


"makasih ya Tito"...kata Winda sembari menghapus sisa air mata nya seusai memeluk Tito.


"iya,sama sama,sekarang pulang yok,aku antar"...kata Tito dan Winda mengaguk,kemudian Tito mengantar Winda pulang melaju dengan motor N max nya.

__ADS_1


seusai tito dan Winda pergi,raja dan gendis muncul dari balik tembok toilet taman lalu melangkah ketempat duduk yang tadi diduduki Winda dan tito,ternyata sedari tadi mereka mengintip Tito dan Winda,untuk memastikan Winda baik baik saja.


"aku lega ja,Tito bisa bujuk Winda pulang"...kata gendis sembari duduk.


"iya,ternyata Winda juga tidak kenapa kenapa,sepertinya dia telah sehat,"...kata raja sembari duduk disamping kekasihnya.


"tapi ada yang masih buat aku men ganjal ja"...


"apa?"...


"aku melihat Winda mulai suka dengan Tito,dan pasti perasaan nya akan kembali hancur saat tahu kalau Tito adalah kakak kandungnya"...


"iya benar,itu pasti sekarang ini yang membuat Tito delima,dengan semua ini,kita berdoa saja,semoga semua nya baik baik saja,aku yakin Tito punya cara sendiri untuk itu semua"...


"aamiin"...


'"cinta memang rumit ya,bikin pusing"...


"oh..maksudnya aku bikin pusing kamu ya raja iya,oke kalau begitu gak usah cinta cinta an,kita sendiri sendiri"...


"ih..kok gitu to,bukan itu maksud ku"...


"Lo katanya bikin pusing cinta,ya udah gak usah cinta cinta an,lagian anak sekolah gak boleh cinta cinta an"...


"gak mau ,pokoknya aku sayang kamu"...kata raja sembari memeluk gendis.


"katanya gak mau pusing"...


"aku akan tambah pusing dan mungkin akan kehilangan separuh nafas ku jika aku jauh dari kamu,akan ku arungi hidup tanpa cinta jika tidak bersama mu gendis, aku sayang banget sama kamu"...


"gak boleh ngomong kayak gitu lah,aku juga sayang kamu kok"...kata gendis


"janji jangan pergi dari aku ya"...kata raja sembari mengelus pipi halus gendis.


"iya,oh,ya.sebentar lagi kita lulus,kita lanjutkan kuliah dimana?"...


"terserah kamu,yang penting aku bisa kuliah bersama kamu,terus kita jadi guru bersama seperti mimpi kita berdua,jadi guru terus kita bangun sekolahan bersama"...kata raja sembari tersenyum dan gendis pun tersenyum sembari mengaguk.


dan disudut lain Tito pun sampai kerumah winda.


"mampir dulu,kayak nya papa dan mama ada dirumah"...kata winda dan tito mengaguk,kemudian masuk rumah seusai mengucap salam,terlihat orang tua Winda sedang santai diruang tivi.


"Winda kok kamu bisa bareng Tito?"...kata om Satrio sembari bangkit dan terkejut saat melihat kedua anaknya bersama


"kebetulan papa ada dirumah ,tadi aku mau tanya ke tito lupa,kalau gak salah ingat,dulu aku lihat papa dan Tito berpelukan diacara nikahannya ibunya Tito,dan samar samar aku dengar tito panggil papa dengan sebutan papa,salah atau tidak pendengaran ku dulu?"

__ADS_1


...


semua terdiam dengan pertanyaan Winda.


__ADS_2