
Dunia yang terang karna siang hari mendadak gelap Dimata raja,tak ada angin tak ada hujan hati nya bagai tersambar petir disiang bolong,air mata nya tanpa disadari mengalir dipipi nya,tubuh nya gemetar,saat ia menatap sang mempelai perempuan yang ternyata adalah sosok yang sangat ia cinta,kagumi rindukan ,khawatirkan dalam beberapa hari ini karna tak ada kabar.
"gendis"...cetus raja sembari bangkit dan menatap tajam kearah sang mempelai perempuan.
orang tua raja pun bangkit sembari sama sama berucap nama sang mempelai perempuan.
"raja"...cetus gendis dari ke jahuan sembari menatap raja dengan berlinang air mata dengan rasa yg merasa bersedih ,bingung ,sedih bercampur aduk.
"raja dan keluarganya ma"kata Tito yang berada disamping tenda bersama kedua orang tuanya.
"iya sayang,ya ampun bagaimana ini?"...kata Tante Selvi sembari menatap raja yang seperti mematung didalam tenda.
"gendis kamu jahat !"...teriak raja sembari menatap gendis dengan penuh amarah dan membanting gelas plastik yang berisi minuman mineral ,kemudian raja berlari keluar tenda,berlari tanpa arah dalam fikiranya cuma satu menjauh dari wajah gendis,dan gendis pun mendadak pingsan,semua yang mengenal mereka bingung,orang tua raja dan Tito mengejar raja yang berlari kencang
sementara Tante Selvi bersama suami dan keluarga yang punya hajat sibuk mengurusi gendis yang tak sadarkan diri.
"raja tunggu raja"...teriak Tito sembari mengejar raja yang terus berlari.
orang tua raja pun juga ikut mengejar sembari terus berteriak teriak memanggil raja namun raja tak menghiraukan,orang tua raja pun kelelahan nafas nya ngosngosan dan akhirnya menghentikan langkah nya.
"pak Joko,ibu.biar Tito saja yang mengejar raja,pak Joko dan ibu istirahat saja"...kata Tito
"iya trimakasih tito,tolong ya"...kata ayahnya raja
"siap pak Joko"...kata tito kemudian kembali mengejar raja yang semakin menjauh
sementara kejadian ditempat yang punya hajat,gendis pun pingsan hingga tak sadarkan diri dan semakin lemas,hingga akhirnya dibawa kerumah sakit.
setelah hampir satu jam orang tua raja menunggu di emperan toko namun raja dan Tito tak kunjung kembali mereka memutuskan kembali ketempat acara,namun suasana sepi,acara dangdutan yang tadi ada pun berhenti bermain,para panitia,nampak terdiam semua bingung karna sang pemilik acara tidak ada dirumah,langkah kaki pak Joko ayah raja mendekati pak ustat yang nampak terdiam duduk dipojok tenda.
"pak ustat"...sapa ayah nya raja
"oh,pak Joko,bagaimama raja dimana dia sekarang?"...kata pak ustat sembari bangkit.
"raja ntah kemana berlari kencang,kami tak sanggup mengejarnya,namun Tito masih mengejarnya pak ustat,ini ada apa sebenarnya kenapa kok gendis mendadak menikah dengan anak dari teman saya?"...,kata ayahnya raja.
__ADS_1
"cerita persisnya seperti apa saya kurang paham pak Joko ibu Joko,istri saya mungkin paham,karna kemaren saya datang kesini,semua acara telah siap"....
"terus kenapa sepi,dimana dek Selvi dan mempelai serta sang pemilik hajat?"...tanya ibunya raja
"oh,ya.sampek beku otak saya,seperti tak bisa berfikir Bu Joko,ikut syok dengan kejadian ini"...kata pak ustat
"apa lagi kami pak ustat,berasa tak tega lihat wajah raja dan air matanya tadi?"...kata ibunya raja
"yang lain pada kemana pak ustat?"...kata ayahnya raja
"tadi gendis pingsan seusai raja pergi dan sempat nafasnya berhenti,sekarang dibawa kerumah sakit ,semua ikut kesana,sengaja saya gak ikut karna ingin menunggu bapak sama ibu,jujur saya bingung sekarang harus bagaimana?"...kata pak ustat
"begini saja pak ustat,sekarang sebaik kita kerumah sakit me nusul gendis ,sembari memastikan keadaan gendis sekaligus kami ingin pamit pada yang punya hajat,kami juga pengen dengar cerita langsung dari mba Selvi atau siapa saja ada apa sebenarnya ini?"..
"tapi yah ,bagaimana dengan raja anak kita?"...
"ibu tenang saja raja gak apa apa,yakin saja,lagian ayah yakin Tito pasti bisa kejar raja"...kata ayahnya raja
"sebaik sekarang juga kita kerumah sakit"...kata pak ustat
"iya,pakai mobil saya saja pak ustat,seperti nya saya masih ingat jalan kearah rumah sakit terdekat"...kata ayahnya raja.
tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit dan melangkah masuk rumah sakit terlihat Tante Selvi dan yang lain sedang berkumpul didepan ruangan UGD .
pak ustat dan kedua orang tua raja pun mendekat
"dek Selvi,bagaimana keadaan gendis?"...kata ibunya raja.
"mba"...kata Tante Selvi sembari bangkit dan menangis lalu memeluk ibu nya raja.
"ada apa to sebenarnya ini,kenapa tiba tiba gendis bisa menikah ?"...kata ibunya raja sembari mengelus pundak Tante Selvi
"joko sahabat ku,maaf kan ,aku tidak tau jika gendis yang sekarang menjadi menantu ku ,adalah kekasih dari anak mu"...kata teman nya ayahnya raja yang punya hajat
"tidak apa apa Aldi,semua sudah takdir yang penting sekarang semua sehat dan selamat"...kata ayahnya raja sembari melihat suami dari gendis yang terdiam duduk dilantai.
__ADS_1
"trimakasih atas pengertian mu sahabat ku"...
"oh,ya.sebaiknya kamu pulang,kasihan para tamu undangan mu dan para panitia hajat mu pasti kebingungan ,karna tuan rumah tidak ada,soal gendis biar diurus keluarganya dan kami pun langsung pamit mungkin jika nanti raja anak kami ditemukan kami langsung pulang"...kata ayah nya raja
"maaf kan kami ya Joko"...kata pak Aldi sang pemilik hajat sembari memeluk ayah raja.
"iya GK apa apa"...kata ayah nya raja
"kamu gak marah dengan ku atau keluarga ku kan Joko?"...
"gak ada alasan untuk aku marah sama kamu dan keluarga mu Aldi,lain kali aku akan main kerumah mu atau kamu main kerumah ku,kita ngobrol banyak,kalau sekarang ini keadaan yang tidak bisa membuat kita ngobrol banyak,sebaiknya kamu pulang tamu mu sudah menunggu"...
"baiklah ,ibu Selvi dan pak ustat kami permisi dulu,kami titip gendis selalu kabari kami tentang gendis"....kata pak Aldi
"iya pak"...kata pak ustat,kemudian keluarga mertua nya gendis bersama suami gendis pun meninggal kan rumah sakit.
"ada apa sebenarnya dek Selvi,kenapa bisa seperti ini?"...kata ibunya raja
"jujur saya juga syok dan tak percaya dengan semua ini mba,pak Joko,tapi kini semua telah terjadi,awal mula aku antar gendis pulang karna tujuan nya mau jenguk ibunya gendis yang tak lain adalah kakak saya yang sedang sakit,tapi sesampai nya disini berbeda,gendis diharuskan menikah dengan romi anak pak Aldi,yang tak disangka adalah sahabat pak Joko"...kata Tante Selvi sembari menghapus air mata nya dan disaat Tante Selvi sedang bercerita hape nya berbunyi satu pesan dari tito masuk dan memberi tahu jika dia sudah bersama raja.
"tito kirim pesan"...kata Tante Selvi
"apa,sudah lah ketemu raja nak Tito?"...Kate ibunya raja
"sudah mba,Tito bilang ma sampaikan ke orang tua raja,jika raja baik baik saja,gak usah kawatir ,biar Tito tenangkan raja dulu,nanti tito kabari lagi"...
"alhamdulilah"...kata mereka serentak
"oh,lanjutin cerita mu tadi dek selvi"...kata ibunya raja
"iya begitu kami sampai disini,keadaan ibunya Selvi sangat memburuk,karna habis kecelakaan dan jadi korban tabrak lari,dan pak Aldi lah yang menolong hingga membayari semua biaya operasi ibunya gendis,namun pak Aldi juga punya masalah yang sangat serius,dia sudah punya rencana mau menikah kan anaknya tadi namun calon istri anaknya malah kabur meninggalkan Romi sedangkan undangan dan yang lain sudah disebar,dan pak Joko dan mba bisa lihat sendiri Romi sangat terpukul,bukan hanya itu ternyata kakak ku punya hutang materi dan jasa yang sangat besar pada pak Aldi,jadi tak ada pilihan lain sebagai kakak ku untuk membalas semua kebaikan pak Aldi,ya terpaksa menjodohkan gendis dan Romi,bahkan sampai detik ini ibunya gendis pun belom pulang dari rumah sakit,dan gendis sebagai anak tak punya pilihan lain selain mengikuti permintaan ibunya"...
"yang pasti ini semua terjadi sudah perjalanan takdir pak Joko ibu Joko,kita sebagai wayang hanya ngikutin dalangnya saja,dan dalangnya adalah Allah,yakin lah,didalam setiap kejadian pasti ada hikmahnya dan Allah tau mana yang terbaik untuk hambanya"...
"iya kami mengerti,sekarang yang menjadi tugas kami adalah memberi pengertian pada raja"...
__ADS_1
disaat mereka sedang bercakap ditengah kesedihan seorang suster yang sedang mengecek keadaan gendis berlari mencari dokter karna terjadi sesuatu pada gendis.
"ada apa dengan ponakan saya suster?"...kata Tante Selvi namun suster tak menjawab dan masuk bersama dokter lalu mengunci pintu.