Misteri Cinta Putih Abu Abu

Misteri Cinta Putih Abu Abu
Episode 41: kepulangan gendis,bagaikan separoh nafas raja hilang .


__ADS_3

tapapan mata gendis dan Tina penuh rasa tanya,ada apa sebenarnya.


"Raja ada apa to ini sebenarnya?"..


tanya gendis saat melihat raja sedang mengelus elus pundak Winda dan Winda pun meneteskan air mata.


"gak ada apa apa kok,gendis,maaf ya,ayo kita belajar diruang tengah saja"...kata Winda sembari tersenyum sedikit getir


semua pun mengaguk kemudian melangkah menuju ruangan yg telah disepakati untuk belajar.


"kamu tinggal berapa orang dirumah Segede ini win?"...kata Tina sembari melihat diberbagai sudut


"berempat,oh,ya.kalian mau minum apa ?"...kata Winda


"apa saja win,yang penting ada cemilannya"...kata Tina


"hus kamu ini tin,makanan Mulu"...kata gendis


"gak apa apa Lo gendis,apa mau makan dulu bibik ku juga masak Lo kayaknya"...kata Winda


"gak usah win,makasih,kita langsung belajar saja biar gak ke sore an"...kata gendis.


"ok,aku bikin minum dulu ya"...kata Winda kemudian melangkah kearah dapur.


tak lama kemudian kembali bersama asisten rumah tangga nya,dengan membawa empat gelas minuman sirup berwarna merah dan beraneka ragam cemilan.


mereka pun belajar sembari ngemil terlebih lagi Tina tak sedetik pun toples makanan lepas dari genggaman nya.


sekitar 2 jam mereka belajar,mereka pun menyudahinya dan memutuskan pulang kerumah masing masing.


beberapa waktu kemudian mereka telah sampai dirumah Masing masing.


rasa penasaran gendis dengan hal yang terjadi tadi tak bisa ia lupakan,akhirnya ia memutus kan untuk bertanya pada raja melalui telvon.


"halo "...,jawab raja seusai mengakat telvon dari gendis


"iya ja,ja aku mau nanya"...kata gendis diujung telvon


"apa to,kayak nya serius amat?"...


"iya ja,ini serius,kalau boleh tau,apa sebenarnya yang terjadi tadi,kenapa winda meneteskan air mata,saat jumpa sama Tito,apa Winda belom bisa menerima Tito sebagai kakak nya"...


"bukan begitu,intinya ada sesuatu yang sangat rahasia dan maaf aku tidak bercerita dengan siapa pun termasuk kamu,karna aku sudah berjanji sama winda"...


"kamu merahasiakan sesuatu pada ku ja"...


"maaf kan aku gendis,aku orang yg tak bisa ingkar janji,walau itu sekecil apa pun"...


"masak sama aku kamu gak mau cerita"...


"maaf ya gendis,sebaiknya sekarang kamu tidur,besok kita akan menghadapi ujian"...


"terserah kamu ah ja"...kata gendis dengan nada bete dan langsung mematikan telvon nya


"dasar cewek"...kata raja sembari tersenyum senyum dan menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah gendis yang tiba tiba mematikan telvon nya


dan keesokan hari nya raja dan gendis pun berangkat ke sekolah bersama


"masih marah ?"...tanya raja sembari memutar gas dimotor nya dan motor melaju dengan pelan


"gak,kenapa harus marah,itu kan rahasia diantara kalian"...


"seharusnya kamu tu bangga,punya kekasih yang konsisten memegang janji"...

__ADS_1


"iya iya"...


"iya donk,karna kalau aku cerita ke kamu,tentang masalah nya Winda,sementara aku sudah berjanji sama Winda untuk tidak cerita sama siapa pun,berarti aku tidak amanah,bukan tidak mungkin jika aku tidak amanah aku juga bisa mengingkari juga janji cinta kita"...kata raja sembari tersenyum


gendis terdiam sebentar ia berfikir lalu tersenyum senyum sendiri,lalu merangkul raja sembari berkata"ayo agak kencang nanti telat ujiannya"...


raja pun tersenyum lalu mengelus jemari kekasihnya kemudian kembali melaju kan motor nya sedikit kencang,


sesampai nya mereka disekolahan kemesraan mereka membuat panas hati Sarah yang berjalan menuju kelas bersama kedua sahabatnya.


"awas kamu gendis"...kata Sarah yg berada di kejauhan sembari menatap gendis dan raja yg berada ditempat parkir dengan pandangan penuh kebencian,lalu masuk kelas dan semua pun masuk kelas Karena hari ini adalah hari pertama ujian


hari hari pun dilewati dengan penuh warna,rasa pusing dan ketegangan dalam menghadapi soal pun ia lewati sudah.


beberapa hari kemudian sekolah pun diliburkan tinggal menunggu proses pengumuman kelulusan sekolah.


raja dan gendis pun bercakap di taman.


"Ada apa gendis,kenapa kamu suruh aku kesini cepat cepat,sepertinya ada yang penting?"...tanya raja


"maaf ja,aku suruh kamu kesini cepat cepat karena memang ada yang penting"...kata gendis dengan nada lirih


"ada apa ?"...kata raja sembari duduk disamping gendis yang nampak tegang terlihat dengan posisinya duduk yang tak nyaman dan jemarinya yang terus bergerak antara satu kesatu nya.


"besok aku harus pulang"...


"pulang,kemana?"....


"ya kerumah ku sendiri to ja,ke desa srigading ,kan aku disini cuma numpang tempat Tante selvi"...


"iya aku paham gendis,tapi kata kamu orang tua mu kan ke palembang,terus kamu mau pulang disana ada siapa?"...


"orang tua ku sudah pulang,mereka menyuruh ku pulang cepat,seperti nya ibu ku sedang sakit"...


"kamu tenang saja ja,nanti aku bakal kesini lagi untuk itu semua,setelah ibu ku sehat,aku juga udah bilang sama pak ustat suami Tante Selvi tentang rencana kita kuliah bersama,om dimas setuju dan akan bantu kita segala proses nya"...


"tapi kenapa,hati ku sakit perih ntah apa lagi ini yang aku rasakan,saat kamu bilang ingin pulang gendis,aku takut kehilangan kamu"...kata raja sembari mengegam tangan gendis lalu mencium nya,dan mata pun mengalirkan air mata kepedihan


"jujur aku juga heran ja,aku juga merasakan apa yang aku rasakan,ada rasa takut berpisah dengan kamu,jadi tolong ja,kita berdoa semoga semua baik baik saja,ibu ku juga cepat sehat,biar aku cepat kesini lagi" ..kata gendis


"kamu masih ingat janji kita untuk selalu bersama" ...


"tentu"...


",trimakasih"...kata raja sembari menghapus air mata gendis yang mengalir di pipi halusnya,gendis pun tersenyum walau sedikit perih,lalu mereka pun berpelukan erat banget.


dan tiba tiba hujan pun turun begitu deras nya ,raja dan gendis berlari kesebuah ruangan kosong seperti sebuah kantor di taman itu.


hujan pun semakin deras petir menyambar begitu kencang,suasana dingin merasuki kulit dan tulang mereka suasana gelap bercampur hujan membuat suasana bertambah hening,mereka pun saling berpelukan,erat hingga mereka tak sadar setan pun berbisik sehingga dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu,melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan.


"raja kenapa kamu lakukan ini?"...tanya gendis sembari menangis


"maaf kan aku gendis,aku juga tak tau setan apa yang merasuki kita,sampai kita melakukan hal dosa ini"...


"sebaik nya kita pulang,hujan mulai reda"...kata gendis sembari bangkit


"kamu marah dengan ku?"...


"aku marah sama diri ku sendiri kenapa aku bisa serendah ini ja,aku sudah kotor"...


"maafkan aku ya gendis,bukannya aku menjaga mu,aku malah mengotori mu"...kata raja sembari memeluk gendis


dan mereka pun pulang.

__ADS_1


rasa sesal mereka pun tak henti henti terucap,puluhan pesan wa raja ke gendis pun terkirim,namun belom dibuka oleh gendis karna gendis masih berdiam diri dikamar mandi terdiam dibawah air mengalir yang berasal dari shower .


dan setelah satu jam lebih gendis didalam kamar mandi,ia keluar dan melihat hp nya ada puluhan panggilan tak terjawab dan belasan cat dari raja,dan semua ucapan permintaan maaf,gendis pun langsung menelfon raja


"halo gendis,kamu marah ya?"...jawab raja seusai mengakat telvon


"enggak kok,gak ada yang perlu dimarahi,semua sudah terjadi,tak mungkin bubur kembali jadi beras,lupakan semua dan jangan pernah kita ulangi sebelum kamu meng halal kan aku"...kata gendis


"iya aku janji,akan jaga kamu"...


"iya aku percaya,aku mau tidur besok pagi aku harus pulang bareng Tante Selvi,naik bis,doa kan ibu ku cepat sehat,supaya aku cepat kesini lagi"...kata


"aamiin,aku tunggu kamu disini"...Kata raja


"yaudah aku matiin,aku mau bobok"...kata gendis kemudian panggilan pun berakhir setelah setelah salam terucap dan terjawab.


beberapa hari kemudian raja pun seperti kehilangan separo nafasnya saat gendis pulang kerumah orang tuanya hati nya gundah saat nomor gendis tak bisa dihubungi.


raja pun mendatangi rumah Tante Selvi,terlihat Tito sedang berada di teras rumah


"selamat siang Tito?"...sapa raja saat mendekati Tito yang sedang main hp


"siang ja,ayo sini duduk,dari mana kamu?"..


"dari rumah to,oh,ya.aku mau nanya,kenapa nomor gendis gak bisa ditelvon ya 2 hari ini?"...kata raja sembari duduk


"masak sih,coba aku telvon "...kata Tito kemudian ia menghubungi nomor gendis ternyata memang tidak bisa.


"gimana Tito bisa gak?"...


"gak bisa ja,diluar jangkauan,coba aku hubungi nomor mama Selvi ya ja,gendis kan pulang bareng mama"...


"iya tolong Tito,aku kawatir terjadi sesuatu sama gendis"...


"iya ja,aku paham perasaan mu"...kata tito sembari menghubungi nomor mama nya.


"nyambung gak?"...kata raja


"nyambung ja,bentar bentar"...kata Tito dan raja tersenyum


"halo ma,asalamualaikum "...sapa Tito dari balik telvon


"iya,walaikum salam,ada apa sayang,ayah mu udah kesini belom?"..kata Tante Selvi dibalik telvon


"memang ayah mau kesitu ma,Tito malah gak tau ,ayah belom pulang dari kampus"..


"iya ayah mau kesini,kamu mau ikut gak?"...


"entah lah ma,masih banyak tugas kampus,oh,ya.ma.disini ada raja,dia nanya kenapa nomor gendis gak bisa dihubungi ya,apa hape nya rusak?"...


"mana raja?,kasih kan dia mama mau bicara"...


"raja mama mau bicara"...kata Tito sembari memberikan hp nya pada raja.


"asalamualaikum Tante"...


"walaikum salam raja"...


"tante boleh raja bicara sama gendis,soal nya nomornya gak bisa dihubungi "...


"iya ini kamu ngomong sama gendis sendiri"


"halo ja,aku sayang kamu,sampai kapan pun aku tetap sayang kamu"...kata gendis dibalik hape Tante Selvi sembari menangis terisak Isak sebelum raja sempat menjawab ucapan gendis panggilan pun berakhir dan ber kali kali Tito kembali menelpon tidak bisa,

__ADS_1


rasa penasaran raja dengan ucapan dan tangisan gendis semakin menjadi jadi.


__ADS_2