
tangis haru air mata kepedihan tak henti hentinya dikeluarkan oleh mata ibu nya raja,ayah nya raja pun tak henti hentinya berusaha menenangkan
rasa sesak di dada orang tua raja begitu terasa,keberangkatan raja yang tiba tiba ke Pacitan membuat kehidupan orang tua raja terasa kehilangan separo nafasnya.
begitu juga dengan raja didalam bis dia hanya terdiam sembari mendengarkan musik Melo dari hapenya yang tersalur melalui kabel hensat ,mata nya terpejam namun bayangan gendis selalu berlari lari didalam angan nya,tak bisa ia pungkiri pernikahan gendis adalah sebuah sayatan nyata didalam hati nya,jiwa nya tergoncang nafasnya terasa pedih,dadanya terasa sesak,hingga dia tak tau harus menjalani hari esok dengan cara apa dan bagaimana tanpa seorang gendis,seorang perempuan cantik yang pertama kali bisa membuatnya jatuh cinta.
tangis ibu nya raja pun belom berhenti meski hari mulai larut,dia berkali kali menelfon anaknya namun raja tak menjawab,raja hanya menjawab dengan pesan wa ,yang mengatakan jika dia baik baik saja sembari mengirim foto keadaan dia sekarang.
sang fajar pun tiba,setengah perjalanan raja lalui,tangis sang ibu pun masih belum usai.
"sudah lah Bu,doakan saja anak kita semoga dia baik baik saja,toh raja pergi juga kerumah pakde nya dan dia juga pergi untuk melanjutkan kuliah nya,terlebih lagi pakde nya sendiri juga seorang dosen,yakin saja kalau raja pasti baik baik saja"...kata ayahnya raja saat duduk dimeja makan untuk sarapan
"iya yah ibu tau,ibu yakin raja pasti baik baik saja,tapi ibu itu tidak pernah jauh dari raja apa lagi dalam waktu yang cukup lama"...
"iya ayah ngerti banget perasaan ibu,tapi kita bisa apa jika itu sudah menjadi keputusan dari raja,kita hanya bisa memberikan yang terbaik untuk raja,sesuai kebutuhan nya"...kata ayahnya raja sembari mengelus pundak istrinya,dan ibunya raja hanya mengaguk sembari menghapus air mata nya
disisi lain disaat yang lain,disaat teman teman sekolahnya sibuk dengan pendaftaran kuliah dan sebagian sibuk mencari lapangan pekerjaan,justru gendis disibuk kan dengan hari hari barunya menjadi seorang istri dia harus mengurus kebutuhan Romi sebagai suami selain itu dia juga harus bolak balik rumah sakit karna ibunya masih dirawat disana.
sedangkan tante Selvi dan keluarga pun hari ini tiba dirumahnya di probolinggo,Tito yang baru turun dari mobil langsung lari kerumah raja untuk memastikan bagaimana keadaan raja,Tito pun mengetuk pintu rumah raja sembari mengucap salam ,lalu salam pun terjawab,ayah raja pun keluar.
"oh,nak Tito,ayo masuk nak "...
"makasih pak"...kata Tito kemudian masuk.
"ayo duduk,oh,ya.ini baru pulang apa sudah dari tadi,karna kelihatannya semalam rumahnya masih kosong?"...
"iya PK Joko,baru saja kami masuk bahkan saya belom masuk rumah dan labgsung kesini,pengen ketemu raja soalnya saya telfon tidak diangkat"....kata Tito sembari duduk
"jangan kamu nak Tito,ibu nya saja telvon gak diangkat,tapi jika cat dibales sama raja,ya mungkin raja gak pengen ibunya tau jika dia sedang bersedih"...
"tunggu tunggu pak,maksudnya gimana ini ,ibu telvon raja ,memang raja kemana?"...kata Tito
"raja kejawa nak "...cetus ibunya raja sembari melangkah mendekat
"ke Jawa ,kapan dan dalam rangka acara apa?"...
"kemaren pagi ,malam nya kita pulang dari karang anyar dan pagi nya raja berangkat kejawa"...kata ayahnya raja
"kok mendadak sekali pak ,raja tidak pernah cerita apa pun kesaya kalau dia mau berangkat kejawa"...kata Tito penuh tanya
"itu yang membuat kami syok nak Tito,kamu lihat sampai detik ini air mata ibunya raja belom berhenti,karna kami pun tidak tau jika raja punya keniatan mau kejawa,kerumah pakde nya"...kata ayahnya raja
"dan yang membuat ibu tambah sedih nak raja kesana bukan hanya main tapi raja punya keinginan untuk kuliah disana,tentu itu akan butuh waktu yang lama untuk raja pulang,dan ibu tidak pernah berpisah dengan raja jauh apa lagi dalam waktu yang lama"...kata ibu nya raja sembari menghapus air matanya dan ayahnya raja mengelus pundak nya berusaha menenangkan
"maaf kan saya dan keluarga saya Bu,ini semua terjadi disebabkan oleh pernikahan gendis"...kata Tito sembari berlutut
__ADS_1
"sudah sudah Tito ini bukan salah siapa pun ,ayo bangun"...kata ayahnya raja sembari mendirikan Tito,dan Tito pun kembali duduk.
"iya Tito ini bukan salah kamu atau keluarga kamu apa lagi salah gendis,ini semua memang sudah perjalanan hidupnya raja"...
"iya Bu,tapi Tito tetep punya rasa bersalah"...
"sudah ,sekarang kita doakan saja raja baik baik saja semua diperlancar,begitu juga dengan gendis semoga dia bisa menjalani hari hari nya dengan bahagia karna aku yakin hari hari gendis sekarang itu tidak mudah,perasaan yg ia rasakan itu sama dengan yang raja rasakan"...kata ayahnya raja dan tito hanya mengaguk dengan raut muka penuh kesedihan.
tak lama Tito pun pulang,mukanya seperti ditekuk saat ia memasuki rumah nya.
"kamu kenapa sayang,kok terlihat sedih banget?"...kata Tante Selvi saat melihat Tito masuk rumah dengan muka seperti ditekuk
"raja ma"...kata Tito sembari duduk dan menyandarkan tubuhnya di kursi.
"raja kenapa,apa yang terjadi dengan raja,raja tidak apa apa kan?...kata Tante Selvi terlihat panik.
"raja pergi kejawa dan memutuskan untuk kuliah disana"...
"terus ,kenapa kamu terlihat begitu murung,raja kan pergi untuk menuntut ilmu"...kata Tante Selvi.
"mama ini gimana sih,memang benar raja itu pergi untuk nuntut ilmu,tapi mama ingat kan raja pergi itu dalam keadaan patah hati,dan mama gak lihat sih bagaimana keadaan ibunya raja,yang terus menangis"...
"iya ayah paham yang kamu maksud Tito,dan kamu dek Selvi,sebaik nya nanti setelah hilang capek nya kamu temui ibunya raja sedikit berikan ketenangan"...kata pak ustat
"iya gak apa apa ma,Tito ke kamar dulu"..kata Tito sembari bangkit.
"iya sayang"...kata Tante Selvi sembari tersenyum .
dan kini hari pun telah berganti,saat azan subuh terdengar udara dingin begitu terasa menusuk tulang raja,mobil bus pun berhenti,disebuah terminal yang ternyata letaknya tak begitu jauh dari rumah pakde nya raja.
raja pun segera menghubungi nomor telvon pakde nya,dan ternyata sudah dari tadi pakde nya menunggu raja.
pelukan hangat diiringi air mata raja dan pakde nya.
"sudah sudah pakde tau yang kamu rasakan raja,sekarang kita cerita dirumah saja,bude mu dari kemaren sudah uringuringan menunggu kedatangan mu"...kata pakde raja sembari menghapus air mata keponakan nya
dan raja hanya mengaguk kemudian mereka melaju menuju rumah pakdenya dengan naik motor,dan ternyata rumah nya tak begitu jauh.
sesampainya dirumah pelukan hangat dari bude nya menyambut raja.
"sekarang kamu minum dulu teh nya,apa mau langsung makan"...kata bude nya raja.
"nanti saja bude"...kata raja sembari mengambil secangkir teh diatas meja.
"raja bagaimana keadaan orang tua mu ?"...
__ADS_1
"alhamdulilah baik bude"...
"kamu sabar ya sayang,itu sudah perjalanan hidup sayang,yang sudah menikah saja banyak yang bercerai,apa lagi yang masih pacaran,sekarang fokus sekolah kejar mimpi dan cita cita mu"...
"iya bude"...
"iya donk,harus semangat dan tegar laki laki itu harus kuat dan hebat"...kata pakde nya raja
raja hanya tersenyum mengaguk.
"pakde bude cuma berdua tinggal disini?"..
"enggak ada bibik yang tiap hari bantu bantu dirumah,soalnya bude kan ada butik dan pakde mu juga harus ngajar,jadi ada bibik yang bantu bantu disini sekalian nunggu rumah jika kami pergi,bude seneng banget kamu tinggal disini"...
"iya bude,terus mba indah gak pulang kesini bude?"...
"mba mu indah ikut suami nya yang tugas di Bandung dan mba indah juga ngajar Lo disana jadi ya pulang nya pas libur panjang saja"...
"raja sekarang kamu mandi terus istirahat,kalau mau makan ya makan ,makanan dimeja makan,tidak usah nunggu disuruh anggap rumah sendiri ,hari ini pakde akan menyiapkan semua kebutuhan mu untuk daftar dan masuk kuliah ,kamu istirahat kalau mau jalan jalan belanja dan lain lain,ngomong ma bude mu"...
"iya pakde,bude,makasih banyak,maaf raja sudah ngerepotin"....
"justru kami senang kamu ngerepotin,kalau tidak di repot kan,justru kami marah,ya gak Bu"...
"iya,benar yang dibilang pakde mu,ayo sekarang bude antar ke kamar kamu,kamu mandi terus istirahat"...kata budenya raja
raja pun bangkit melangkah mengikuti budenya.
"nah ini kamar kamu raja,sudah bude siap kan semuanya,tapi jika kamu gak suka dengan sprei atau yang lain nya kamu ngomong ya,sekarang kamu mandi terus habis itu mau makan ya sudah siap mau istirahat dulu ya Monggo"...
"iya makasih bude,ini sudah luar biasa,raja mau mandi terus istirahat sambil telfon ayah dan ibu,mau bilang kalau raja sudah sampai"...
"iya terserah kamu,nanti Lo butuh apa apa kamu panggil bude ya"...
"siap bude"...kata raja sembari mengacungkan jempol,bude nya raja hanya tersenyum kemudian keluar kamar.
raja pun langsung mandi kemudian memberi tahu orang tua nya kalau dia sudah sampai,dan telvon pun diiringi air mata.
beberapa waktu kemudian raja pun mulai masuk kuliah dan disaat itu hari dimana raja harus ikut MOS oleh para seniornya.
disaat raja sedang duduk istirahat karna baru mengikuti beberapa kegiatan,tiba tiba ada sesosok perempuan lewat didepan nya dan melangkah sedikit cepat .
"gendis cetus raja"...kata raja sembari bangkit kemudian berlari mengejar perempuan itu ,
"tunggu gendis tunggu"...kata raja sembari memegang pundak perempuan itu dan raja pun terkejut saat ,seorang perempuan itu menoleh.
__ADS_1