
Winda nampak geram melihat Tito dan gendis ngobrol begitu akrab.
"jangan jangan gendis mau rebut gebetan mu lagi,seperti dia rebut raja dari kamu"...bisik Sarah mencoba untuk menghasut Winda.
Winda pun terlihat begitu geram.
saat Winda mencoba mendekati gendis yang sedang berjalan memasuki gerbang sekolah,bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran segera dimulai.
mereka pun segera memasuki kelas masing masing.
"gendis kamu lihat gak Winda dari tadi ngelihatin kamu dengan mata yang melotot ,kayak macan mau menerkan kelinci"...bisik tina kepada sahabatnya.
"iya,aku melihat nya dari tadi saat masuk kelas,padahal kemaren udah baik ,eh...sekarang malah kayak gitu cara dia menatap ku,ntah lah,biarkan saja"...kata gendis dengan nada lirih sembari menulis
tak seberapa lama kemudian,jam istirahat pun tiba.
"hey Winda,kamu mau diam saja,tanpa kasih pelajaran apa pun sama gendis,hati hati nanti jangan jangan gebetan mu diambil gendis lagi"...kata sarah membisiki Winda yang sedang membaca buku di perpustakaan
"maksud mu apa Sarah?"...kata Winda sembari bangkit
"ya kamu kasih peringatan apa lah sebelum terlanjur,sekarang gendis ada dikantin"...kata sarah terus menjadi provokator
"benar kamu,kalau begitu aku harus samperin gendis dan kasih dia pelajaran,kamu ikut aku Sarah"...kata Winda,dengan wajah yg mulai nampak marah
"waduh,aku gak bisa aku lagi mau cari buku,karna tugas yang kemaren aku belom kerjakan"...kata sarah
"terserah kamu lah,aku mau cari gendis"...kata Winda sembari mulai melangkah mencari gendis
"oke oke,semoga berhasil,berantem berantem lah kalian aku tinggal jadi penonton"...kata sarah saat Winda sudah pergi
"kenapa kamu suruh Winda melabrak gendis,bukanya malah bagus kalau sampai gendis jadian sama gebetan nya Winda,jadi kamu jadi punya kesempatan untuk mendekatin raja lagi "...kata anggel sahabat Sarah
"itu mah dipikir nanti saja anggel yang paling penting sekarang aku mau lihat Winda dan gendis bertengkar,ayo kita ikutin Winda"...kata sarah lalu melangkah
"tunggu tunggu Sarah ,katanya mau cari buku"...kata venta sembari membenarkan kaca matanya.
"sudah diam kamu Oneng,ikut saja !"...kata sarah sembari menghentikan langkah nya dan menoleh ke venta yang terlihat bingung,kemudian mereka kembali melangkah.
terlihat dikantin sekolahan winda dengan langkah cepat mendekati meja dimana gendis dan Tina makan.
"hey gendis kamu itu tu jangan serakah jadi cewek ! udah punya raja,masih saja deketin cowok lain?"...kata Winda sembari menggebrak meja makan gendis
"Aku gak mengerti apa yang sedang kamu bicara kan winda?"...kata gendis nampak bingung
__ADS_1
"orang tu ngomong baik baik tanya baik baik,gak asal datang marah marah,lagi datang bulan kamu win ?"...kata Tina
"diam kamu Tina jangan ikut campur !"..kata winda sembari menunjuk muka tina.
"ngapain kamu bentak bentak aku dan tunjuk tunjuk aku,ngajak ribut aku kamu"..kata Tina sembari bangkit
"ayo donk berantem pukul pukul an"...kata sarah yang sedang mengintip dari kejauhan.
"ih gak boleh gitu Sarah,kata Bu guru gak boleh berantem Lo,kita harus pisahkan mereka"...kata venta sembari hendak melangkah namun anggel menariknya lagi
"mau kemana kamu oneng ?"...kata sarah sembari melotot
"mau misahin mereka,nanti berantem"...kata venta
"ya ampun Oneng,kamu tu sebaiknya diam,atau kamu mau kita keluar kan dari Genk Sarah cs,"...kata sarah
"jangan jangan keluarin,iya maaf aku diam"...kata venta sembari menunduk terus kembali dibelakang Sarah
sementara Winda pun semakin marah dengan gendis dan Tina .
"sudah sudah ,jangan berantem malu dilihat teman teman,oh,ya.winda jujur saya masih belom mengerti dengan tuduhan mu,apa maksudnya semua itu?"...kata gendis sembari bangkit
"halah gak usah munafik kamu gendis,kamu pacaran sama raja tapi dibelakang raja kamu deketin cowok lain"...
"kamu tu memang harus dikasih pelajaran gendis,biar kamu maksud dengan ucapan ku!"...kata Winda sembari hendak menampar pipi gendis,namun tiba tiba ada tangan yang menangkisnya.
"Raja"...cetus mereka bertiga
"kamu kenapa sih win,kamu sudah tidak seperti Winda,sahabat ku dulu,sekarang kamu kasar"...kata raja yang masih memegang lengan Winda
"kamu tu seharusnya berterima kasih pada aku,karna aku sudah kasih pelajaran sama pacar kamu yang keganjenan ini"...kata Winda.
"maksud mu apa?"...tanya raja sembari melepas lengan Winda.
"ih raja ganggu tontonan pagi ini saja,Ayo pergi udah GK seru dan jangan sampai kita kena imbasnya"...kata sarah kemudian mengajak para cs nya pergi
"kamu tanya saja sama gendis pacar tersayang mu ini,dia dibelakang mu bermain dengan siapa?"...kata Winda sembari mencibirkan bibirnya pada gendis
"gendis bisa kamu jelaskan apa maksud nya winda?"...kata raja sembari duduk
"bagaimana aku mau jelaskan,apa yang dimaksud Winda saja saya tidak tau,dia datang saat aku dan Tina sedang makan terus marah marah gak jelas,menuduh aku yang gak gak,kamu kenapa Winda belom iklas kamu aku dekat dengan raja?...kata gendis
"siapa yang belom iklas kamu saja yang masih kegenitan Deket deket,pegang pegang cowok lain !"...kata Winda sembari bangkit dan marah lagi
__ADS_1
"sudah sudah ,sekarang semua duduk ,kamu jelas kan semuanya Winda,gak usah ditutup tutupi lagi,ngomong apa adanya"...,kata raja sembari bangkit dan memegang pundak gendis dan Winda.
"apa maksud mu sebenarnya Winda,aku benar benar tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan?"....kata gendis dengan lirih
"masih saja pura pura bodoh,sebelum masuk sekolahan tadi pagi kamu ngapain?"...kata Winda
"dari berangkat sekolah aku bareng raja,kami berangkat bareng dari rumah ,kita berhenti didepan tukang foto kopi samping sekolahan ,terus aku masuk sekolah duluan karna aku ada perlu dengan kepala sekolah,memang ada yang aneh"...
"bohong banget cerita mu,dis gendis"...kata Winda sedikit sadis
"semua cerita ku benar,kalau kamu gak percaya kamu bisa langsung kamu tanyakan sama raja ,dari pagi kami bersama"...
"iya yang dikatakan gendis benar,kami dari rumah berangkat sekolah bersama,terus dimana dan dengan siapa gendis keganjennan sama cowok lain ayo ceritakan saja biar semua jelas"...kata raja
"nggak mungkin aku kayak gitu sayang,Winda itu cuma ngawor"...kata gendis sembari memegang lengan raja
"iya aku percaya ,biarkan Winda menjelaskan semua nya dulu"...kata raja sembari tersenyum dan mengelus tangan kekasih nya.
"ayo cerita ngapain diam saja"...kata Tina saat melihat Winda terdiam
"iya sebentar"...kata Winda sedikit gugup saat melihat mata raja dan gendis yang penuh cinta.
"iya katakan saja Winda,semua yang kamu tuduhkan langsung didepan raja"..kata gendis sembari tangannya digenggam raja.
"terus apa yang kamu lakukan tadi pagi didepan gerbang ketawa ketawa sama laki laki lain saling memukul manja,nampak akrab sekali"...kata winda
"Oalah tito to"...kata raja dan gendis kompak sembari tertawa.
"kamu mengenalnya raja?"...kata Winda nampak bingung
"sangat mengenalnya"...kata raja
"Winda kamu tau siapa Tito dan ada hubungan apa dengan saya"...kata gendis sembari tersenyum pada kekasihnya.
"memang siapa kamu?"...
"aku dan Tito itu saudara an,Tito itu Abah Tante Selvi,dan Tante Selvi itu adalah adik kandung ibu ku"...kata gendis sembari tertawa kecil
"huuuu...makanya apa apa itu tanya tanya dulu"...kata Tina dan Winda hanya terdiam sembari memegangi dadanya,lalu tiba tiba ingat kalau dia pernah ketemu Tito diacara pernikahan Tante Selvi,saat itu Tito dan papanya sedang berpelukan dan samar samar terdengar Tito memanggil papanya dengan sebutan papa.
Winda nampak meringis kesakitan sembari memegang i dadanya .
"Winda win,kamu gak apa apa?"...kata raja saat Winda terlihat kesakitan sembari memegang dadanya.
__ADS_1