Misteri Cinta Putih Abu Abu

Misteri Cinta Putih Abu Abu
Episode 32: ketertarikan Winda pada tito


__ADS_3

Diantara rintikan gerimis Winda berlari tanpa arah tujuan,ketika ia berlari hampir saja sebuah motor matic menabrak nya.


haaaa....!jerit Winda saat motor melaju kearah nya untung sang kemudi motor itu langsung mengerem nya.


"mba hati hati donk Lo lari lari jangan dijalan raya"...kata lelaki diatas motor itu,namun Winda hanya diam tak menjawab justru malah menangis keras.


lelaki yang tak lain adalah Tito pun turun dari motor.


"kenapa kamu nangis,apa ada yang ketabrak tadi ?"...kata Tito dan Winda hanya menggeleng sembari menghapus air matanya yang bercampur hujan


"hujan nya semakin deras ayo ikut aku kita cari tempat berteduh"...kata Tito Winda pun ngikut saja lalu naik diatas motor melaju disebuah emperan toko yang nampak tutup.


"baju mu basah semua,itu ada toilet umum,ganti baju mu dengan jaket ku"...kata Tito sembari membuka dan mengambil jaket di bagasi motor nya,Winda pun mengikuti apa yang disuruh Tito tanpa menjawab sepatah kata pun.


tak lama kemudian Winda kembali lalu duduk disamping Tito disebuah bangku depan toko.


"siapa nama mu?"...tanya tito sembari membuka jas hujan yang masih melekat ditubuhnya


"Winda"...cetus Winda lirih


"sepertinya kamu sedang menghadapi masalah besar,ada apa ?"...kata Tito namun Winda hanya terdiam lalu mengakat wajahnya terus menatap Tito yang tersenyum.


"Aku Tito,cerita lah mungkin itu bisa membuat mu sedikit lega"...kata Tito sembari tersenyum me yakin kan,bibir Winda pun mulai mengembang.


"terimakasih mas Tito sudah baik banget,padahal kita belom kenal"...kata Winda


"kan sekarang kita udah kenal"...kata Tito


"iya..."...kata Winda kemudian ia mulai bercerita tanpa ia sadari ia menyandarkan kepala nya ke pundak tito sembari menghapus air mata yang menetes.


hujan tak kunjung reda malah semakin deras.


Winda yang bersandar dipundak Tito pun terasa nyaman tanpa sadar sampai tertidur.


Tito hanya diam terus membiarkan Winda tidur,namun dalam hati nya bertanya


" bukan kah gadis ini Winda,anak papa Satrio yang aku ketemu diacara pernikahan mama,kalau iya berarti dia adik ku,terus yang dimaksud cinta segitiga tadi berarti antara raja gendis dan diri nya"..


pundak Tito terasa lelah,namun Winda tak kunjung bangun,namun tiba tiba Winda terbangun saat petir berbunyi,Winda pun tanpa sadar langsung memeluk erat tubuh Tito.


"ya Allah tenang sekali hati ku saat ku peluk Tito,kenapa aku merasa aman dan tak pernah aku merasakan perasaan senyaman ini"...cetus Winda dalam hati sembari memejamkan mata tersenyum sembari merasakan kedamaian dalam hati


"sepertinya udah mulai reda hujannya,kita pulang yok,aku antar'...kata Tito

__ADS_1


"iya"...kata Winda sembari melepaskan tubuh Tito.


tak lama kemudian motor melaju kearah rumah winda.


"mau mampir dulu Tito?"...,kata Winda saat udah turun dari motor Tito yang berhenti didepan rumah nya.


"lain kali saja Winda,trimakasih ,takut hujan lagi"...kata Tito sembari kembali memakai hlemnya.


"baik lah terimakasih Tito"...kata Winda sembari tersenyum seakan beban yang baru ia terima hari ini hilang.


dan Tito hanya tersenyum sembari mengaguk kemudian melaju pergi.


Winda pun duduk di teras depan rumah nya sembari tersenyum geli jika ingat tingkahnya yang terasa bisa begitu nyaman didekat Tito


"ya ampun kenapa aku tidak minta nomor hape nya,terus gimana aku bisa ketemu lagi dengannya,tapi kenapa saya seperti tak asing dengan mukanya,dimana ya,saya pernah lihat dia ya kayaknya "...kata Winda seorang diri.


"non udah pulang,la bapak sama ibu mana ?"...kata perempuan paruh baya yang kerja sebagai asisten rumah tangga dirumah keluarga winda.


'Apa, papa dan mama belom pulang?! astaga mereka dan raja pasti sedang panik cari saya"...kata Winda sembari mengambil hape dari dalam tas nya.


"belom non,memang ada apa?"...kara Art Winda


"gak ada apa apa bik,ya ampun puluhan cat dan miscol dari mama dan raja"...kata Winda


"pa kemana kita cari Winda,mama takut terjadi apa apa sama winda"...kata Tante Retno ibunya winda sembari menangis saat ibu nya sedang menghapus air mata nya dengan tisu,hape di dalam tasnya pun berbunyi.


"Winda pa"...kata Tante Retno setelah melihat kontak si nama sipenelvon.


"cepat angkat ma"...kata om Satrio bapaknya Winda


dengan cepat ibunya Winda mengakat dan bertanya keadaan dan keberadaan anaknya.


seusai telvon dimatiin,Tante Retno menghela nafas terlihat lega.


"gimana ma,dimana Winda sekarang?"...kata om satrio


"ayo pulang pa,Winda dah dirumah"...kata Tante Retno sembari mengelus pundak suami nya


"oh,ya.alhamdulilah"...kata om Satrio sembari menghapus sisa air mata di pipi istrinya


kemudian melajukan mobil hitam nya.


"ma kamu cat atau fon raja,kasih tau dia kalau Winda udah pulang dan baik baik saja"...kata om Satrio sembari mengemudi.

__ADS_1


"iya pa". kata Tante Retno kemudian metelvon raja,memberi tau keadaan gendis.


tak seberapa lama kemudian mobil pun sampai dirumah mereka.


ibunya Winda pun segera berlari masuk rumah mencari anaknya dan langsung memeluk nya.


"kamu gak apa apa sayang?maaf in mama ya'...kata Tante Retno sembari memeluk anak nya.


"iya gak apa apa ma,kenapa mama harus minta maaf,mama gak salah kok"...


"beneran kamu gak apa apa sayang?"...kata Tante Retno


"gak apa apa kok,memang kenapa,Winda Lo baik baik saja"...


"jelas gak apa apa to ma,kan Winda anak kesayangan papa jadi pasti kuat menghadapi kenyataan apa pun itu"...kata om Satrio sembari melangkah mendekat


"Hem....dasar papa dan anak sama saja,sama sama suka bikin Mama waswas"...kata Tante Retno kemudian mereka bertiga berpelukan .


"oh,ya.sayang.mama perhatian kok kayak ada yang beda ya,dari kamu yang tadi siang dengan kamu yang sekarang ,nampak semringah sekali,benar gak pa?"...kata Tante Retno


"benar banget ma,jangan jangan tadi habis ketemu dengan pangeran berkuda putih"...kata om Satrio


"ah papa ngomong apa sih"...kata Winda sembari tersenyum tertunduk malu dan kedua orang tua nya tertawa.


"sayang habis ketemu siapa kamu?"...tanya Tante Retno sembari menyisihkan rambut anak nya yang ada didepan mata.


Winda pun mengajak orang tua nya duduk dan mulai antusias bercerita tentang tito namun tak menyebutkan nama nya.


orang tua Winda pun tersenyum lega,melihat anaknya nampak semringah dan seperti sudah bisa menerima kenyataan tentang raja.


beberapa hari kemudian Winda hampir setiap hari ketempat dimana dia berteduh bersama Tito,dia selalu duduk sendiri di bangku dia duduk bersama Tito berharap Tito datang.


lagi lagi dia kecewa karena tito tak juga datang.


sempat dia bertanya pada tukang tambal ban disebelah toko kosong itu,sembari menyebutkan ciri ciri Tito


namun tukang tambal ban tak tau.


"apa mungkin aku gak akan ketemu dia lagi,siapa dia,dimana rumah nya,dimana aku pernah melihat nya dulu"...kata winda saat duduk seorang diri sembari memeluk jaket tito,dan hujan pun turun tiba tiba dengan deras,bercampur petir.


Winda yang duduk sendiri pun memutuskan untuk hujan hujan sembari berjalan arah pulang,berharap Tito datang.


saat Winda sedang berjalan diantara deras nya air hujan yang turun,sebuah motor metic berhenti dan sang joki berkata "gak bosen hujan hujan nan terus kamu"

__ADS_1


Winda pun tersenyum lebar saat sang seorang laki laki yang ada diatas motor itu membuka kaca helm nya.


__ADS_2