Misteri Cinta Putih Abu Abu

Misteri Cinta Putih Abu Abu
Episode 29: surat wasiat almarhum istri pak ustat


__ADS_3

diantara derasnya hujan Tante Selvi terdiam hendak berucap apa,saat ia me mejam kan mata bayang PK ustat memang sllu muncul namun disisi lain hati perih karna luka yang pernah tergores belasan tahun yang lalu belom kunjung sembuh,rasa trauma pada lelaki membuatnya takut untuk mencintai rasa percaya nya kepada sosok lelaki sudah hampir tak ada lagi.


"aku untuk menjawab mas,karna apa yang aku ucap pun aku tak akan tau artinya,aku tak tau lagi mana tulus mana modus,aku tak mengerti mana cinta mana dusta,bahkan aku juga tak tau masih adakah sosok lelaki baik baik didunia ini"...kata Tante Selvi dengan pandangan kosong dan air mata mulai membasahi pipi halusnya.


"jika kamu ragu untuk menerima ku, sholat lah di sepertiga malam minta lah petunjuk dari nya"...kata pak ustat


"jujur dalam Minggu Minggu ini hampir setiap malam aq melakukan itu mas,aq memohon petunjuk Allah,dan Allah menuntun ku sampai disini bersama mu,aku pun tak tau kenapa mulut ku dengan lantang memperkenal kan mu sebagai calon suami ku pada Satrio"...


"terus apa kamu tidak memiliki rasa apa pun kepada ku?"...


"aku tak mengerti apa yang sedang aku rasakan pada mu mas,yang pasti aku punya rasa bersalah pada sosok almarhum Khotijah karna dalam beberapa hari ini aku tak mampu menepis bayang mu dalam angan ku,aku yang tak ada disaat almarhum meninggal dulu,merasa berdosa karna telah memikirkan suami nya,entah lah mas aku bingung ?"...kata Tante Selvi.


"sebenarnya tadi setelah dari makam Khotijah aku punya rencana ingin kerumah mu untuk menyampaikan suatu surat,yang ditulis Khotijah sebelum ia pergi,aku pun tak tau apa isi surat itu almarhum melarang siapa pun membuka nya,namun sebelum almarhum menutup mata almarhum berpesan untuk aku mengenal mu lebih dekat,kamu baca sendiri surat itu"...kata pak ustat sembari mengambil selembar surat yang terbungkus amplop warna merah marun.


Tante Selvi pun segera membaca surat itu


"Selvi sahabat ku,disaat kamu baca surat ini,mungkin aku sudah pergi dan kita tak akan bertemu lagi,sebenarnya dulu aku ingin ngomong langsung pada mu,dari bibir ku sendiri,tapi kamu sedang berjuang di negri orang,Selvi jika disaat kamu baca surat ini kamu masih sendiri dan belom menikah aku,aku mohon menikah lah dengan mas Dimas,suami ku,dia adalah sosok laki yang terbaik imam yang sempurna yang pernah aku kenal,aku yakin dia akan buat kamu bahagia,udah jangan nangis,kamu jelek Lo nangis,hidung jadi kayak buah kesemek,hhhh..ok sahabat ku,aku mohon menikah lah dengan mas Dimas itu jika kamu masih anggap aku sahabat mu,biar aku tenang di surga,kamu ada yang menjaga dan mas Dimas ada yang merawat,aku pergi"...isi surat yang ditulis Khotijah,seusai membaca surat itu Tante Selvi pun menangis tanpa suara dadanya terasa sesak,rasa rindu pada sosok Khotijah menjadi jadi,ia menunduk tanpa suara.


"Selvi,kamu kenapa,ada yang salah dengan isi surat itu ?"...kata pak ustat penuh kekhawatiran dan bingung .


Tante Selvi mulai mengakat kepalanya lalu menghapus air matanya dengan tisu,ia mulai menatap sosok lelaki tampan yang ada didepannya dengan tajam dan tak berkedip sedikit pun


"kenapa kamu menatap ku seperti itu,ada yang salah dengan ku atau isi surat itu".. kata pak ustat


namun Tante Selvi tetap diam dengan tatapan bagaikan elang,


"Selvi"...panggil pak ustat lagi dan Tante selvi pun mulai melunak kan pandangannya.


"kamu kenapa,ada yang salah dengan ku?"...kata pak ustat lagi dengan lirih penuh kelembutan

__ADS_1


"nikahi aku mas"...kata Tante Selvi lirih namun tegas.


"tenang kan fikiran mu dulu baru bicara,minum lah"...kata pak ustat sembari memberikan segelas air putih kepada Tante Selvi lalu Tante Selvi meminum nya.


"aku tak mau ta'aruf mas"...kata Tante Selvi seusai minum


"terus apa mau mu?"...kata pak ustat nampak bingung.


"nikahi aku secepat nya,bila perlu nikahi aku hari ini juga mas"...


"tenang kan diri mu dulu Selvi ,jangan ambil keputusan dalam keadaan bingung ,sebaik nya kita pulang dulu"...


"tidak mas,aku sangat tenang dan sadar dengan apa yang aku ucap,aku mau menikah dengan mu secepatnya"...


"kamu serius?"...


"baik lah jika itu keputusan mu,kita pulang kita bicarakan dengan keluarga mu"...


"aku sudah yatim piatu mas,aku hanya punya satu kakak yang sekarang lagi bekerja di palembang,hanya gendis dan Tito keluarga ku terdekat"...


"yasudah kita pulang kerumah mu,kita beri tahu mereka,walaupun mereka masih anak anak mereka berhak tau dengan niat kita yang insyak Allah baik ini"....kata pak ustat dan tante Selvi mengaguk sembari tersenyum manis,kemudian mereka pergi seusai membayar.


tak lama kemudian mereka sampai dirumah Tante Selvi,mereka duduk diruang tamu bersama Tito dan gendis.


"Tito,gendis,saya ingin bicara sesuatu pada kalian"...kata pak ustat


"apa pak ustat ?"...tanya tito dan gendis


"begini nak dalam Minggu Minggu ini pak saya dan ibu nya Tito ingin menikah ,apa kah kalian setuju atau ada yang keberatan ?"...

__ADS_1


"tidak pak ustat gendis sangat senang,selamat ya Tante"...kata gendis sembari memeluk Tante Selvi


"makasih sayang"...kata Tante Selvi sembari mengelus punggung ponakannya


"tito,kenapa kamu diam,boleh kah saya menikahi ibu mu dan pak ustat janji,akan membuat ibu mu bahagia"...


"Tito bingung pak ustat,Tito harus bagaimana,baru seminggu Tito mendapat pelukan dan kasih sayang dari seorang ibu kandung,Tito merasa disayangi banget,terus tiba tiba dalam waktu yang bersama an ibu akan menikah,apa mungkin ibu masih akan se sayang ini pada tito?"...kata Tito sembari menunduk


"Tito sayang,mama janji sampai kapan pun mama akan tetap sayang sama Tito dan tak akan berubah walau pun mama sudah menikah dan insyak Allah mas Dimas adalah sosok laki laki yang baik dan akan sayang sama kamu juga,bukan begitu mas"...kata Tante Selvi sembari meletak kan kepala tito pundak nya


"tentu.saya tidak akan mengambil ibu mu Tito,apa lagi mengurangi kasih sayangnya terhadap mu,tapi justru kehadiran saya di keluarga ini,insyak Allah akan menjadi pelengkap kebahagian mu,percayalah sama ucapan ku Tito"....kata pak ustat sembari tersenyum meyakinkan


tito pun tersenyum mengaguk dan semua tersenyum bahagia.


"terus tepatnya kapan Tante pak ustat kalian menikah nya ?"...kata gendis


"besok pak ustat akan urus surat suratnya dan insyak Allah Jumat depan kita melangsungkan pernikahan itu"...


"hm..hm...hm..."...dehem gendis sembari menyodok lengan tantenya penuh ejekan


"apa sih gendis"...kata Tante Selvi sembari tersenyum sedikit malu


"wah ada bakso lewat,kita rayakan dengan beli bakso ya Tante"...kata gendis


"boleh kamu panggil saja Abang bakso nya kesini"...kata Tante Selvi


"oke"...kata gendis sembari bangkit kemudian bangkit melangkah dengan penuh kegirangan,gendis sangat terkejut saat membuka pintu saat mau keluar rumah,ada sosok laki laki yang berdiri diambang pintu seperti sedang menguping sedari tadi


"om ngapain disini?"..

__ADS_1


__ADS_2