
Setelah matkul selesai semua Mahasiswa kerumunan untuk pulang termasuk Shinta dan Namira karena tak ingin merasakan hal-hal yang tak mengenakan seperi sebelum-belumnya mereka memutus kan untuk langsung pulang. Mereka pulang dengan menggunakan mobil Shinta kebetulan hari ini Shinta membawa mobil dan Namira pun nebeng.
Selama perjalanan pulang karena kelelahan Namirapun untuk menutup matanya sejenak alih-alih sejenak. Ia malah ketiduran selama 30 menit, selama itu ia bermimpi sesuatu yang sangat mengerikan.
*World dream
Namira membuka matanya perlahan ia mencoba melihat sekelilingnya.
"Kenapa aku masih di kelas…" fikirnya heran. Ia pun mencoba untuk berdiri dan melihat di sekelilingnya.
"Sepertinya ini bukan kelas yang biasa. Kenapa kelas ini sangat kotor sekali…" katanya lagi semakin keheranan karena ia tak menjumpai siapun di ruangan tersebut.
Disaat Namira mencoba untuk mendekati pintu, tiba-tiba…
"Loh… Kok gelap sih oni pintunya kok nggak bisa dibuka?" bingung Namira sambil memegang ganggang pintu.
"TOLONGGG!! SIAPAPUN YANG DILUAR TOLONG!! TOLONG BUKAIN PINTU!!" pintanya mulai panik dan berteriak sekeras mungkin.
Karena tak ada satupun orang yang mendengarkannya Namira pun mencari-cari barang yang dapat membuka pintu tersebut, Ia pun mencoba untuk mendekati meja yang tak jauh darinya. disaat Ia berjalan beberapa langkah…
"Aahhkkkk!!" kagetnya ketika ia melihat ada darah dibawah kakinya.
__ADS_1
"HIKS HIKSSS HIKSS, SIAPAPUN YANG DILUAR SANA TOLONG AKU!!" tangisnya sambil berteriak.
Sayangnya tak ada satupun yang orang membantunya. Ia pun memberanikan diri dan tetap berjalan meskipun yang ia pijak itu adalah genangan darah.
"Darimana darah ini berasal?" bingungnya sambil mencari asal darah tersebut.
Ia pun berhenti di mana titik darah itu berasal. Betapa terkejutnya dia ternyata darah tersebut berasal dari Shinta yang sudah di penuhi oleh darah segar.
"AHHKKK!!! SHINTAAAAAA… KENAPA INI? SHINTA, BANGUNNNNNNNLAH!! AAHH DARAHNYA KENAPA TERUS MENGALIR? BERHENTI LAH, AYOLAH BERHENTI!!" ucap Namira sambil mencoba untuk menutup asal darah itu keluar dengan tangannya. Sayangnya darah itu semakin deras keluar dari tubuh Shinta.
Tiba-tiba…
"JANGAN PERNAH UNTUK MEMBUKA RUANGAN INI LAGI!! JIKA KALIAN SEMAKIN NEKAT, MAKA AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN BERDUA!!HAHAHAHA…" teriak seseorang yang tak jauh dari Namira. Sayangnya Namira tak menemukan orang tersebut.
Tiba-tiba, Shinta menghilang dari pelukannya dan ia melihat Shinta berada di depan pintu dengan seseorang yang mencekik lehernya.
"Ahhk ahhk ahkkk… To… To… Tolong!!" ucap Shinta terpatah-patah.
*Off
"SHINTAAAAAAAA!!" teriak Namira.
__ADS_1
mendengar teriakan Namira Shinta pun mencoba untuk membangunkan Namira dengan menggoyang-goyangkan tubuh Namira.
"AAHHHKKKK!!" teriak Namira sambil terbangun.
" Hhuft huuft.…" nafas nya yang tersengal-sengal seperti di kejar setan.
"Kau kenapa?" tanya Shinta penasaran.
Karena masih syok atas apa yang baru ia alami sehingga ia tak menggubriskan pertanyaan Shinta.
"Shin, Aku bermimpi, Kita berada di suatu ruangan dan aku melihat tubuh mu dipenuhi darahhh. Hiks hiks hiks." Ceritanya sambil ketakutan.
"Nggak nggak nggak, Kita nggak boleh ke ruangan itu lagi Shin nggak boleh!" sambungnya sambil gemetaran.
Karena kebingungan Shinta pun mencoba untuk menenangkan Namira.
"Ngak papa itu cuma mimpi dan maksudmu apa?ruangan apa?" tanya Shinta.
Lagi-lagi Namira tak menggubriskan Shinta, Namira terdiam dan bermain dengan fikirannya. Karena tak mendapatkan jawaban apapun Shinta pun diam dan ia mencoba untuk mamahami Namira.
Tak lama kemudian, Mereka pun tiba di depan rumah Namira. Tak seperti tadi, Namira tak memberikan ekspresi apapun kepada Shinta ia hanya terdiam dan membuka pintu mobil lalu ia berlalu begitu saja.
__ADS_1
"Kamu nggak papa, Mir?" tanya Shinta.
"Nggak papa, Shin, makasih ya tumpangannya hati-hati di jalan," jawab Namira datar kemudian berlalu memasuki rumah. Shintapun langsung melajukan mobilnya dan pulang kerumah.