Misteri Kampus Muara

Misteri Kampus Muara
eps 26


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, cuacapun terlihat seperti akan hujan.


"Kita masih ada waktu seketar 2-3 jam lagi. Huaaaaa… Aku tidur dulu ahhh," kata Shinta sambil merebahkan badannya di kasur.


"Iya nih badanku rasanya mo remuk semua… Huaaaaa…" ucap Namira sambil ikut merebahkan badanya di samping Shinta yang telah tertidur.


Tak terasa Mereka telah terlelap selama 2 jam lamanya.


"Woahhh… Udah jam berapa ini?" tanya Namira yang terbangun sambil melihat jam.


" Sudah jam 9:30. Woi Shinta…Bangunnnn lihat sudah jam 9:30," kata Namira sambil menggoyangkan tubuh Shinta.


"5 menit lagiii…" jawab Shinta sambil mengubah posisi tidurnya.


"Dasar bodoh… Apa kau lupa dengan misi kita malam ini huh?" gertak Namira.


Ketika mendengar kata misi tiba-tiba Shinta membuka matanya lalu ia berdiri dan langsung siap-siap, kemudian di ikuti oleh Namira yang juga bersiap-siap. Setelah bersiap-siap Mereka pun langsung ke TKP.


Setibanya di kampus…


"Kesempatan nih… Mumpung nggak ada orang yang jaga tu pos Ayo kita masuk saja…" ajak Shinta sambil berlari.


Setibanya Mereka berada di lantai 3 dan akan menuju ke lantai 4. Tiba-tiba…


"Tak tuk tak tuk." Suara kaki seseorang.


"Ahhh sialan… Ternyata disana ada orang." Batin Shinta kesal.


Karena merasa langkah kaki itu semakin dekat, Namira dengan cepat menarik tangan Shinta dan bersembunyi di bawah tangga.


"Hufttt… Hampir saja Kita ketahuan." Legah Namira setelah melihat orang tersebut sudah pergi menjauh.


Merekapun manaiki tangga satu persatu hingga tibalah Mereka di lantai yang tak berpenghuni ini. Shinta dengan sigap mengambil senter di dalam tasnya dan mulai menyenter ke seluruh lorong. Mereka pun berjalan dan kali ini Mereka berjalan begitu santai tanpa ada merasakan takut sedikitpun. Tepat di ruangan 9 dengan begitu beraninya Shinta memanggil-manggil Maria.


"Mariaa… Mariaa… Maria…" panggilnya.


Tiba-tiba……


"Ahhhkkkk!!!" teriak Namira yang kaget melihat kehadiran Maria yang tepat berada di belakang Mereka.


"Hufttt hufttt… Jantungkku berasa ingin copottt," ucapnya sambil memegang dadanya.


Maria menghampiri Mereka, kali ini Ia memberikan ekspresi yang sangat bersahabat Ia tersenyum begitu lebar, senyumnya seperti mengatakan "Aku bahagia."


"Kenapa Kau menyuruh Kami kesini?" tanya Shinta. Ia tak mengatakan apapun Ia hanya menunjuk ruangan 9.

__ADS_1


"Bisakah kau katakan apa yang telah terjadi padamu? Dan ada apa dengan ruangan ini?" suruh Namira.


Tiba-tiba wajah yang terlihat bahagia kini telihat begitu muram.


"Waktu itu… " katanya memulai cerita.


*Flasback 1990


Setelah acara penyambutan Dokter-dokter besar selesai, Aku mencoba untuk membantu para CS kampus membersihkan ruangan yang digunakan saat acara itu dimulai.


Disaat sedang menyusun-nyusun bangku aku menjumpai bangku yang sudah patah. Awalnya aku ingin mengatakan kepada dekan agar bangku itu dibawa olehnya ke ruangan 9, karena ruangan ini hanya dialah yang boleh memasukkinya.


Aku mencari-cari keberadaannya sayangnya aku tidak menjumpainya. Aku mencoba menanyakan kepada orang-orang yang ada disana hasilnya nihil, Mereka tak melihat dekan bahkan ada yang mengatakannya tak melihat Dekan sejak acara dimulai.


Akupun berinisiatif untuk membawa bangku itu sendiri dengan harapan aku jumpa dengan Dekan.


Disaat aku hendak sampai di lantai 4. Aku melihatnya berjalan ke atas awalnya aku berfikir mungkin dia akan menuju ruangan itu, dengan senang aku mencoba memanggilnya. Belum sempat memanggil aku melihat dekan bersama seseorang yang berpakaian serba hitam.


"*K*enapa mereka disana?" fikir Maria. Karena penasaran aku mencoba untuk mengikuti mereka.


"Loh… Mereka masuk ke ruangan itu," fikirnya lagi.


Tiba-tiba… Orang itu keluar dari ruangan itu dan masuk kedalam ruangan 10. Ia keluar dari ruangan 10 dan membawa paksa seorang gadis masuk ke dalam ruangan 9.


"Yahhh… Pintunya malah ketutup… " Keluh Maria. Tak lama ia melihat ada sebuah lobang yang cukup besar tepat di pintu.


" Aku intip aja dah…" ucapnya sambil mulai mengintip.


"Buka bajunya!!" perintah Dekan. Kemudian laki-laki itu membuka baju gadis itu.


"Loh… Loh…" kaget Maria. Ia pun mencoba mengintip lagi.


"Eh… Bukannya katanya ruangan ini cuma buat di isi bangku dan meja yang rusak ya… Tapi kok tidak ada satupun bangku atau meja yang rusak disitu." Fikirnya penasaran.


Disaat Ia mengintip mereka Maria terkejut dan berteriakkk karena ia melihat dekan melakukan hal yang tak senonoh kepada gadis itu.


"Dasar *******!! Muka aja yang polos…Nyatanya kelakuan kek *******… " batinnya kesal.


"Bunuh dia!!" perintah Dekan. Lelaki itupun membunuh gadis itu, setelah membunuhnya ia memakaikan baju si gadis itu.


"Dimana mau diletakkan mayat gadis ini Pak?" tanyanya.


"Biarkan saja disini," ucap Dekan.


Maria yang menyaksikan hal itu langsung berteriak.

__ADS_1


"AAKKKHHHH… TOLONGG… ADA PEMBUNUHANNNN!!" teriaknya keras.


"SIALANN. CEPATT KAU TANGKAP DIA!!" perintah Dekan marah. Maria yang mendengar langsung lari secepat mungkin sambil berteriak meminta tolong, sayangnya disana tak ada siapapun.


"Brukkkk…" Maria terjatuh karena tersenggol kayu yang ada di bawah kakinya.


"Auuuuhh…" rintihnya.


Tak lama… Tiba-tiba…


"Bukkkk…" Lelaki itu memukul kepala Maria Sehingga ia tak sadarkan diri. Lelaki itu menyeretnya ke dalam ruangan 9 lalu mengunci pintu itu.


Tak lama… Dengan sayup-sayup ia mencoba membuka matanya.


"Auhhh… Kepala ku," rintihnya.


" Kau sudah sadar nonaa?" ucap Dekan dingin. Kemudian Ia berjongkok dan mencekam muka Maria dengan kasar.


"KATAKAN APA YANG KAU KETAHUI?" tanyanya Marah.


"SEMUANYAA BANGSATT!! DASAR BINATANG KAU, KAU SEHARUSNYA TAK HIDUP!!" lawan Maria


"HAHAHAHA… APA YANG AKAN KAU LAKUKAN NONA?" Tanya nya sambil memperkuat cengrtmannya.


"LIHAT SAJA AKAN KU BONGKARR KELAKUAAN SAMPAH KAU INI!! CUIHH… DASAR SAMPAH MASYARAKAT!!" lawan Maria sambil meludahkan Dekan dengan darah yang ada di mulutnya.


"****** SIALANN… AKAN KU BUAT KAU SEPERTI GADISSS INI!!" marah Dekan sambil melepaskan cengkramannya dengan kasar.


"BUNUH DIAA!!" perintahnya.


Lalu lelaki itu membunuh Maria. Ia memukul kepalanya berkali sampai Maria benar-benar tak bernyawa lagi.


"SEMBUNYIKAN MAYATNYA DITEMPAT YANG AMAN… HANCURKAN WAJAH GADIS ITU!!" suruhnya sambil menunjuk ke jasad gadis yang pertama.


*Off


"Begitulah ceritanya? Ia akan selalu mencari mangsa buat melakukan hal bejatnya itu disini, Kalian harus bisa membongkar kebejatannya. Dan satu lagi tolong temukan jasad Ku… Hikss hikss," ucap Maria sambil menangis.


"Tapi kenapa kau selalu menghantui orang-orang disekitar sini?" tanya Shinta penasaran.


"Aku tak bermaksud mengganggu mereka hiks… Aku hanya ingin mereka mencoba untuk mencari tahu tentang kematian Ku. Sayangnya tak ada satupun orang yang memahami makna kehadiranku, hingga aku mencoba untuk mengganggu kalian dan hasilnya kalian memahami makna keberadaanku hikss hikss…" jawabnya Menjelaskan.


Ketika Mereka tengah asik mengobrol.


Tiba-tiba…

__ADS_1


__ADS_2