Misteri Kampus Muara

Misteri Kampus Muara
eps 34


__ADS_3

*sedangkan di ruangan 9…


"A-aku mohonn jangan bunuh akuu," mohon Mang Ujang kepada Maria.


"KAU TAKKAN KU BERI AMPUNNNN!!" jawab Maria.


Mang Ujangpun berlari keluar, Kemudian Maria mengejarnya dan menangkapnya.


"KAU TAKKAN BISA LARI DARIKUUU!!" Kata Maria.


"Aku mohonnn jangan bunuh aku hikss hikss," ucap Mang Ujang sambil menangis.


"KAU MEMBUNUHKU TANPA ADA RASA BERSALAH. DAN KINI MARI KITA MATI BERSAMA-SAMAAA," kata Maria sambil mendorong Mang Ujang dari tangga. Mang Ujang terjatuh hingga terguling-guling dari atas hingga bawah sehingga kepalanya pecah dan ia seketika tewas.


Dekan yang masih berada di ruangan itu seketika panik dan langsung dengan cepat mengenakan pakaiannya.


"AISHHH SIALANNN, KENAPA BISA BEGINI?" katanya sambil memakai bajunya.


Tiba-tiba…


"Akhhhhh… Ka-kau!!" teriak Dekan yang kaget melihat Maria berada tepat di depannya.


"A-apa mauuu mu?" tanya nya ketakutan.


" Aku akan membalas semua kelakuamu!!" jawab Maria yang hendak ingin mencekik Dekan.


Namun…


"Jangan Mariaa…" pinta Namira yang masih terikat.


"KENAPA? KENAPA AKU TIDAK BOLEH MEMBUNUH ORANG YANG TELAH MEMBUNUHKU DAN MEMBUAT KELUARGAKU HANCURRR!!" teriak Maria.


"Jika Dia mati Siapa yang akan bertanggung jawab atas semua ini?" jelas Namira.


Dekan yang melihat Namira berbicara dengan Maria dengan langkah cepat Ia lari terbirit-birit meninggalkan ruangan itu.


Ketika ia menuju ke tangga…


"Aakhhhh…" teriaknya melihat Mang Ujang yang telah dalam keadaan meninggal.


Tak menghiraukan, Ia kembali berlari keluar.


Tapi sayangnya, disaat Ia merasa legah atas bebas dari kejaran Maria..


"JANGAN BERGERAKKKKKK… ANDAA SUDAH KAMI KEPUNGGG!!" kata Polisi dari luar perkarangan kampus. Dan disana sudah banyak warga setempat yang berkerumunan untuk menyaksikan.

__ADS_1


"DASAR SAMPAH. WAJAH AJA YANG SOK RAMAH, ASLINYA DIA DALANG DARI SEMUA INI," marah salah satu warga yang menyaksikannya.


Dekan yang sudah terkepung pun semakin ketakutan dan ia mencoba untuk melarikan diri ke dalam ruangan bawah tanah, sayangnya…


"Eitss… Mau kemanaa tua bangkaa…" kepung Shinta yang tepat waktu keluar dari ruangan itu.


"Ka-kau… Bagaimana bisa Kau tau tempat ini?" kaget Dekan melihat Shinta yang tiba-tiba keluar dari ruangan itu.


"Sepintar-pintarnya Kau menyembunyikan semuanya, Aku lebih pintarrrr darimu dalam membongkar semuanya," kata Shinta.


Dengan cepat dua polisi langsung berlari mengejar Dekan dan menangkapnya.


"LIHATT SAJA KALIAN, AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUAAAA!!" teriaknya sambil di gerek polisi.


"DASAR TIDAK TAU MALUUU!!" marah salah satu warga.


"PAK DIDALAM ADA MAYAT…" ucap Shinta sambil menunjukk ke dalam ruangan itu, dengan cepat beberapa polisi masuk kedalam dan mengevakuasi mayat-mayat tersebut.


" DI ATAS SANA ADA TEMAN SAYA PAK DAN JUGA ADA SATU MAYAT LAGI," kata Marina yang baru saja sampai.


Polisi serta Shinta Dan Marina pun berlari ke atas, Ketika mereka hendak naik ke atas, mereka menemukan mayat Mang Ujang.


"Petugas Evakuasi mayat ini." Perintah Polisi.


" Baik Pak," jawab anggotanya.


"TOLONGG AKUUUUU…" teriak Namira dari dalam. Merekapun bergegas membuka pintu dan mendapati Namira yang terikat dan mayat yang tergeletak di lantai.


"Ayo cepat Kita evakuasi mayat ini," kata Polisi tersebut.


" Namiraa…" teriak Shinta sambil membukakan ikatan tali yang ada dibadannya.


"Kami tidak terlambat bukannnn?" tanya Shinta. "Hikss hikss..… Kaliannn hebatt…Aku hampir saja mati," jawab Namira menangis.


Marina yang melihat kakaknya berdiri disamping Namira…


"Ka-kakak…" katanya sambil berjalan dan menitikkan air mata.


"Hikss hikss… Benarkah kau ini?" katanya sambil menangis.


"Adik kuu hikss hikss," ucap Maria yang langsung memeluk adiknya.


"Maaf Kak, Maaf Aku terlambatttt. Hikss hikss." latanya menyesal.


"Tidakk, Kau hebatt. Ibu dan Ayah pasti akan sangat bangga padamuuu…Terimakasih Kau telah datang menyelamatiku hiks hikss." kata Maria sambil mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Terimakasih, Shinta, Namira…Terimakasih kalian sudah membantu Ku," kata Maria sambil melepaskan pelukannya dan melihat Shinta dan Namira. Mereka hanya tersenyum dan mengangguk.


"Sekarang aku bisa pergi dengan tenang. Dan juga gunakanlah kembali lantai ini dengan syarat lantai ini harus direnovasi ulang. Dan buat kau adikku, hiduplah dengan tenang, jangan fikirkan aku, ayah serta ibu karena melihat kau bahagia dari atas sana Kami akan baik-baik saja," Kata Maria.


" Dan satu lagi, makamkanlah jasadku sesuai yang di anjurkan…" pesan Maria.


"Aku pamitt, terimakasih buat semuanya." Ucapnya, kemudian Maria menghilang begitu saja.


"KAKAKKKKKK HIKSSS… HIKSS." Histeris Marina yang melihat kakaknya menghilang begitu saja.


"Tenanglahh, kini dia sudah bisa tenang dialam sana," kata Shinta menenangkan.


"Kalian Wanita hebattttt," ucap Namira sambil memeluk Shinta dan Maria.


"Bukan hanya kami, tapi kita," kata Shinta.


Merekapun meninggalkan ruangan itu dan menuju ke luar perkarangan kampus.


"Terimakasih, Shinta, Namira kalian sudah membantu Ku. Jika malam itu Kalian tidak datang menolongku, mungkin Aku akan seperti Kakakku…" ucap Marina.


"Masalah pemakaman kakakku biarlah Aku yang mengurusnya, dan setelah memakamkannya selesai aku akan pergi keluar negri untuk tinggal bersama Tante Ku disana," ucapnya lagi.


"Kalau begitu, Aku pamit dulu. Sekali lagi terimakasih dan senang sudah mengenal kalian." Pamit Marina.


" Baik lah, Kau berhati-hatilah," jawab Shinta. Marina pun pergi untuk menyusul jasad kakaknya yang dibawa oleh polisi kerumah sakit.


Seminggu setelah kejadian itu… Kampus masih ditutup. Shinta dan Namirapun sudah menjumpai Yayasan kampus untuk mengatakan apa yang di katakan Maria malam itu.


Tanpa berfikir panjang, Kepala yayasan pun menyetujuinya dan perenovasian lantai 4 pun dilaksanakan, menjelang siap, seluruh mahasiswa disana diopor ke kampus satu.


Setelah tiga bulan perbaikan akhirnya lantai itu bisa digunakan kembali tanpa ada gangguan apapun lagi, dan dekan kampus itu juga sudah ada yang baru. Semenjak hari itu, semua kembali seperti semula, tak ada yang harus ditakuti, dan juga tak ada lagi ruangan yang tidak di pakai buat proses belajar mengajar.


"dunia ini penuh misteri… Jika kau ingin mengetahuinya, maka kau harus bersiap untuk melawan segala tantangan yang ada di depanmu. "


**TAMAT.


*Author**…


Terimakasih buat kalian yang sudah setia dengan cerita ini… Akhirnya Author bisa menyelesaikan ceritanya.


Maaf ya jika ceritanya kurang seru, hihi maklum masih pemula dan juga author masih belajar.


Nantikan cerita author yang lain ya.


jangan lupa, jika kamu suka dengan cerita ini di like dan vote dan dikomen ya..

__ADS_1


bye byeee… Salam manis dari author "Mmmuuuacchh" 😘😘😘


__ADS_2