
"WHATTTTT!!" kaget Namira tak kalah heboh. Shinta yang kaget dengar teriakan Namira yang tepat di telinganya sontak membuatnya menutup telinga dengan kedua tangannya sambil ngedumel.
"Nggak usah teriakk jugaa kalii bilang whatnya. Berasa mau pecah gendang telinga Ku Kau buat!!" omelnya.
"Hahahaha… Sorry sorry maklum lah kan aku kagett," jawab Namira.
"Kaget sih kaget tapi nggak usah di telinga ku juga!!" marah Shinta.
Tengah asik sibuk beradu cakap tiba-tiba…
"Krekk krekkk…" suara ganggang pintu.
"Hustttttt… Sepertinya ada yang datang, Mir," kata Shinta sambil berbisik.
"Loh, gimana ini, Shin? ****** lah kita ketahuan!!" jawab Namira khawatir.
Shinta yang sibuk melihat keseluruh ruangan sehingga tak mendengar apa yang dikatakan namira. Saat ia memandang ke arah pintu yang ada di pojokan ruangan ia pun menarik tangan Namira untuk cepat-cepat keluar.
"Mir, disitu ada pintu keknya itu pintu keluar lah, ayo cepat kita kesana keburu kita ketahuan!" ajak Shinta sambil berlari.
Merekapun membuka pintu tersebut dan benar saja pintu itu ternyata pintu keluar yang sepertinya sengaja dibuat. Merekapun bergegas untuk keluar dan mencoba untuk mengintip siapa yang masuk kedalam ruangan itu.
Ternyata Pria yang Mereka ikuti tadi datang kembali sepert seolah-olah dia mengetahui bahwa ada orang yang telah masuk kedalam ruangan itu, karena tidak melihat siapa-siapa pria tersebut menutup pintu kembali dan menguncinya.
Setelah Pria itu benar-benar sudah pergi.
" Hufffttt… Hampir aja ketahuan!" ucap Namira lega.
"Lebih baik lita cepat-cepat pergi dari ruangan ini sebelum ada orang yang datang lagi!!" kata Shinta sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
"Shin, Aku nginap di rumah kamu ya, soalnya Aku kepo sama isi buku itu," ucap Namira.
__ADS_1
"Ahhh buku… Mana bukunya?" tanya shinta kebingungan dimana buku itu ia letakkan. Iapun mencoba untuk mencari di dalam tasnya dan ternyata buku itu ada didalam tasnya
"Huffttt… Hampir aja aku kira ketinggalan, okehh ayo kita lihat buku ini dirumah ku," jawab Shinta.
Karena Namira akan menginap dirumah Shinta, Merekapun pulang bareng dengan menggunakan motor Shinta.
Setibanya mereka dirumah Shinta tanpa aba-aba bahkan tanpa bersih-bersih terlebih dahulu mereka langsung membuka dan melihat isi buku tersebut.
Ketika mereka membuka lembaran pertama buku tersebut mereka menemukan kertas kosong.
"Apa-apaan ini? Isinya kosong aja pun," kesal Shinta.
"Udah buat orang mati penasaran, ehh tau- taunya nggak ada apa-apa didalam buku ini…" sambung Namira kesal. Karena tidak menemukan apa-apa Merekapun memutuskan untuk tidak melanjutkan membaca buku tersebut.
Karena masih sangat kesal Namira pun menghempaskan badannya sangat kasar ke atas kasur sambil memainkan hp nya. Shinta yang juga ikut kesal pun berdiri dari tempat duduk awalnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sorepun berganti malam. Karena sudah merasa sangat lapar Shinta pun mengajak Namira untuk turun dan makan malam bersama keluarga Shinta.
"Wahhh, nggak terasa udah jam 9 aja pantasan aja mataku sayup-sayup. Hahaha…" ucap Namira sambil menghentikan aktivitasnya.
"Eh eh eh bentar deh tadi kita nggak dikasih tugaskan sama dosen?" tanya Shinta
"Nggak…" jawab Namira sambil memejamkan matanya. Karena melihat Namira yang sudah tertidur dengan sangat pulas Shintapun memutuskan untuk tidur juga tak lupa ia mematikan lampu kamar sehingga kamar terlihat begitu sangat gelap.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi tiba-tiba Shinta tersentak dari tidurnya karena ia merasa seperti ada Seseorang yang sedang duduk di atas kasurnya. Karena kamar begitu gelap jadi Shinta tak bisa melihat Orang yang sedang duduk tepat disampingnya. Untuk lebih memastikan siapa Orang itu Ia mencoba untuk meraba Namira yang berada disamping.
"Ini, Namira… Jadi yang disebelah lagi ini siapa?" fikirnya. Karena penasaran ia pun mencoba untuk mendengarkan gerak gerik orang tersebut. Tidak lama kemudian orang tersebut berdiri dan mengambil sesuatu yang berada tak jauh dari lemari hias Shinta. Orang tersebut kembali dan duduk tepat di samping Shinta sambil berbisik.
" Kau sudah memulainya… Mari kita bermain!! HAHAHAHA…" ucap orang tersebut yang hanya bisa didengar oleh Shinta.
Shinta yang mendengarkan ucapan orang tersebut badannya begitu kaku, Ia mencoba untuk memanggil-manggil Namira sayangnya ia tak mampu untuk berkata-kata. Tak lama kemudian orang itu pindah posisi duduk ke lantai samping kasur dan saat itu tubuh Shinta yang awalnya kaku sudah rileks kembali.
__ADS_1
Karena merasa ketakutan dan penasaran ia mencoba untuk memberanikan diri untuk menyenter dengan hp nya ke arah orang tersebut. disaat ia akan menyenter tiba-tiba…
"Aahhkkk…" teriaknya dalam batin. Karena ia melihat sosok wanita yang juga tengah menatapnya. Ia pun sontak menyembunyikan Hp nya dan mencoba untuk membangunkan Namira.
"Mir… Mirrrr…" panggilnya menggeretek sambil menggoyang-goyangkan tubuh Namira. Sayangnya Namira tak juga bangun.
"Brukkkk…" suara kejatuhan barang. Shinta yang mendengar hal itu takutnya semakin menjadi-jadi.
Tiba-tiba…
"KAU YANG MEMULAINYA!!HAHAHAHAH," ucap orang tersebut sambil menjatuhkan barang-barang yang tak tau dimana ia berdiri. Semakin lama barang-barang yang berjatuhan mengeluarkan suara yang begitu keras. Sehingga membuat Shinta mencoba untuk berteriakkk sekencang mungkin.
"AHHHHKKKKKKKKK… SIAPAAAA KAUUUUU??" ucapnya berteriak. Namira yang tertidur pulas tiba-tiba tersentak mendengar teriakan Shinta.
"Ada apa? Ada apa??" tanya Namira kaget. Ia pun berdiri dan menghidupkan lampu kamar.
Disaat lampu kamar sudah hidup. Tak ada satupun barang yang berserakan dilantai. Dan Namira melihat wajah Shinta yang sudah sangat pucat sekali.…
"Ta… Ta… Tadi disini ada orang, mir!! Dia seperti menjatuhkan barang-barang disekitar sini dan juga dia berkata sangat kerassss dia bilang kalau aku sudah memulainya…" kata Shinta ketakutan.
"Barang apa? Orang siapa sih? Memulai apa juga? Nggak ada siapa-siapa disini Shin," kata Namira menenangkan.
"Ta… Ta… Tapi dia benar-benar ada tadi, mir," jawab Shinta depresi.
"Udah udah, mungkin kau tadi hanya sedang mengigao. Ayo tidur lagi aja masih jam 3 ni aku masih ngantuk banget," kata Namira sambil melanjutkan tidurnya.
Disaat Namira hendak mematikan lampu Shintapun sontak melarangnya untuk tidak mematikan lampu.
"Jangan dimatikan lampunya, mir, nggak bisa tidur aku jadinya," kata Shinta melarang.
"Ooh… Okeh… Sekarang ayo kita tidur lagi!" jawab Namira mengerti. Karena masih takut dengan apa yang barusan ia alami Shinta pun mencoba dengan keras memejamkan matanya untuk tidur kembali dengan harapan Ia tak merasa takut kembali.
__ADS_1