
Terlalu asik berbincang-bincang tak sadar hari sudah mulai sore tiba-tiba hujan turun sangat lebat sehingga menybabkan tiga gadis ini tak bisa pulang.
Tak lama kemudian, hujanpun mulai reda Meri pun berbegegas untuk pergi karena ia sudah terlambat untuk pergi kerja
"Guys, Aku duluan ya aku udah telat nih masuk kerja," pamitnya sambil berlari.
"Okeh, Bye…" ucap Shinta dan Namira secara serempak.
Karena merasa hujan sudah berhenti merekapun bergegas untuk pulang. Di parkiran disaat Namira mencari-cari kunci motornya ia tak menemukannya.
"Loh, kunci motorku kok nggak ada?" bingungnya dengan wajah cemas.
"Coba fikir-fikir dulu dimana kau letakkan tadi kunci motor mu," bilang Shinta.
Namira pun berfikir dimana terakhir ia memegang kunci motornya.
"Aahhh… Aku ingat kuncinya tertinggal di kelas. Ayo temani aku ke kelas Shin," pinta Namira.
"Tapi…" ucap Shinta.
Belum sempat gadis itu melanjutkan perkatannya Namirapun menarik tangan Shinta untuk bergegas ke lantai 3.
Ketika sampai di depan gerbang Shinta mencoba untuk menghentikan langkahnya ia sedikit ragu untuk kembali ke atas. Tetapi lagi-lagi Namira menarik tangan Shinta sehingga mau tidak mau ia harus ikut.
Merekapun sampai di lantai tiga, Namira berlari kecil untuk memasukki ruangan kelas dan bergegas untuk mengambil kunci motornya yang terletak di atas meja.
__ADS_1
Disaat mereka hendak turun untuk pulang. Tiba-tiba……
"Fusshhhhhhh fussshhhhh…" suara angin yang sangat kencang. Angin tersebut berasal dari lantai 4.
Merekapun terdiam dan memandang lantai tersebut dengan perasaan yang sedikit takut mereka penasaran kenapa angin itu bisa berasal dari lantai itu padahal di lantai tiga saja tidak ada angin dan dilantai itu sangat gelap sekali.
"Mir, Ayo naik kita lihat ada apa di atas!" ajak Shinta dengan penuh penasaran.
"Ha? Tidak mau. Kau lihat betapa menyeramkan lantai itu apa kau mau kita mati konyol ha?" tolak Namira.
"Ayolah… Apa kau tak penasaran dengan lantai itu?" bujuk Shinta.
"Mmmm… Penasaran sih, tapi i'am afraid," jawab Namira.
Mereka pun menaiki tangga tersebut dengan sangat pelan. Ketika mereka sudah berada di lantai itusemua begitu terlihat gelap tak ada satupun yang bisa mereka lihat karna sangkin gelapnya. Shinta pun mengeluarkan hp nya dan mencoba untuk menyenter sekeliling.
Pada lorong-lorong lantai 4 tersebut semua terlihat sangat kotor dan lantainya dipenuhi dengan air yang tergenang. Lagi-lagi mereka kaget karena melihat kondisi lantai ini yang sangat berbeda dengan waktu mereka datangi.
"Loh, Kmkok kotor banget ya, Shin? perasaan kemarin bersih banget," ucap Namira sambil memegang tangan Shinta.
"Iya ya, Mir. Lihat ternyata lampu di lorong ini tidak ada," tunjuk Shinta sambil menyenter ke atas.
Shinta mencoba untuk menyenter sekeliling ketika ia menyenter toilet tiba-tiba…
"Akhhhhh…" teriaknya sambil mengalihkan senternya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Namira dengan ekspresi kaget.
Shinta pun mencoba untuk menyenter kembali toilet karena ia sedikit penasaran apa yang ia lihat tadi dan ternyata itu hanya handuk putih yang sudah usang tergantung tepat pada ganggang pintu.
Merekapun mencoba untuk melanjutkan menyenter disetiap sudut. Anehnya mereka melihat seseorang yang sedang berjalan.
"Eh Mir bukannya di lantai ini nggak ada siapa-siapa ya? Kok ada orang sih di ujung sana?" tanya Shinta.
"Shin, jangan-jangan itu arwahnya gadis yang diceritain ibu warung tadi?" kata Namira sambil ketakutan.
"Shin, ayo kita hentikan sampai disini aja, mending kita pulang aja kali ini aku takut beneran," bujuk Namira.
"Bentar dulu, lihat dia sepertinya masuk ke dalam ruangan," kata Shinta
"What? Dia masuk keruangan 9 mir…" sambungnya dengan ekspresi kaget.
Merekapun kaget dengan mata terbelalak dan mulut menganga karena banyak rumor bahwa ruangan itu tak pernah sekalipun di pakai dan juga ruangan itu angker, tapi kenapa ada orang yang berani untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Merekapun mencoba untuk mendekat keruangan itu dengan maksud untuk memastikan apakah yang mereka lihat itu beneran orang atau tidak. Setibanya mereka berada tepat di depan pintu ruangan itu angin datang lagi dengan sangat kencangdan mereka membaukan sesuatu yang sangat bau.
"Auu bau banget… Bau apa ini?" bingung Namira sambil memegang hidungnya.
Dengan ragu-ragu Shinta mencoba untuk membuka pintu ruangan itu
Tiba-tiba………
__ADS_1