
Tiba-tiba……
"Hei kalian yang disana, apa yang kalian lakukan?" tanya seorang penjaga kampus. Dua gadis itu terkejut dan mengalihkan pemandanggannya ke arah suara tersebut.
"Ahh… Tidak ada, pak," jawab Shinta gerogi.
"Kenapa kalian masih disini. Pulang!!" suruh si penjaga.
Merekapun mengikuti perintah penjaga kampus dan perlahan meninggalkan ruangan itu. Tak jauh mereka dari penjaga kampus tersebut si penjaga tiba-tiba memperingati mereka untuk tidak pernah naik ke atas lagi terutama dalam mencoba untuk membuka pintu ruangan 9 itu.
Merekapun mengiyakan sambil berfikir ada apa sebenarnya di ruangan tersebut, kenapa penjaga kampus itu melarang mereka dengan ekspresi marah padahal kan bisa di bilang baik-baik.
Ketika mereka sudah di parkiran, disana hanya tinggal sepeda motor mereka saja karena seluruh mahasiswa dan staf kampus sudah benar-benar pulang. Disaat mereka berjalan ke arah motor mereka, Shinta merasa ada yang sedang mengikuti mereka.
__ADS_1
Shinta pun mencoba untuk menghentikan langkahnya dan memegang tangan Namira dengan maksud untuk menyuruh gadis itu menghentikan langkah, merekapun terdiam sejenak dengan rasa takut, merekapun mencoba untuk memastikan siapa yang ada di belakang mereka.
Pelan-pelan mereka membalikkan tubuh mereka dan ternyata,
Tak ada satupun orang di belakang mereka. Shinta pun bernafas lega sedangkan Namira kebingungan ada apa dibelakang mereka.
"Ada apa sih Shin kok kamu kelihatannya tegang amat?" Tmtanya Namira.
"Tidak ada apa-apa… Sepertinya aku tadi berhalusinasi," jawab Shinta ragu. Merekapun melanjutkan jalan ke arah motor masing-masing dan pulang ke rumah di arah yang berbeda.
Disaat aku dan Namira mencoba untuk pulang, sebenarnya sejak dari menuruni tangga aku merasakan ada seseorang yang sedang mengikuti kami. Awalnya aku berfikir bahwa orang itu adalah si penjaga yang kami jumpa di lantai atas, tetapi ketika aku menoleh kebelakang aku tak melihat siapapun.
Disaat kami sudah berada di parkiran aku merasakan hawa yang sangat berbeda dan juga seperti ada orang yang mengikuti kami, Aku mencoba memberanikan diri untuk berhenti dan memegang tanga Namira untuk menghentikan langkahnya. Disaat kami sama-sama menoleh kebelakang dan ternyata tak ada satupun orang disana.
__ADS_1
Aku sedikit lega karena sesuatu yang ku bayangkan tidak ada. Akhirnya kami pun pulang dengan mengendarain motor masing-masing. Saat di perjalanan aku merasa seperti ada seseorang yang duduk di bangku belakang, Akupun menghentikan motor ketepi ingin melihat kondisi motor ku.
"Nggak ada siapa-siapa, tapi kok berat benget ya motor ni rasanya, atau mungkin ban nya bocor kali ya?" fikirku sambil melihat kondisi ban ku. Ternyata ban ku baik-baik saja.
Akupun melanjutkan perjalananku. Aku pun tiba dirumah pukul 7 malam karena jarak rumah ke kampus sedikit jauh jadi memakan waktu yang sedikit lama pula.
Setibanya di rumah, Aku langsung membersihkan diri. Disaat aku sedang mencuci muka. tiba-tiba…
"Akkhhhhhh. "……
*Off
"Aakkhhhh…" teriak Shinta yang melihat seseorang yang berdiri tepat dibelakangnya dari cermin.
__ADS_1
Shinta pun membasuh wajahnya yang dipenuhi sabun, dan ia mencoba untuk memastikan apakah benar yang ia lihat tadi merupakan orang. Ketika ia melihat kembali dan ternyata tak ada siapapun disana kecuali dirinya.
Karena masih sedikit takut. Shinta bergegas untuk keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya itu dan mencoba untuk merileks kan dirinya dengan berbaring-baring di atas kasur.