Misteri Kampus Muara

Misteri Kampus Muara
eps 29


__ADS_3

*keesokan paginya


"Huaaaa… Udah jam berapa ini?" bangun Shinta sambil melihat jam yang ada di meja.


"Masih jam 6," katanya lagi.


Tak lama Shinta bangun, Marina pun juga ikut bangun dan langsung berdiri menuju ke kamar mandi sedangkan Namira masih berada di alam mimpi.


"Apa kalian hari ini ada jadwal kuliah?" tanya Marina keluar dari kamar mandi.


"Mmm… Tidak adaa… Huaaa…" jawab Shinta sambil menguap dan membaringkan badannya lagi.


"Bagus kalau gitu, apa kalian mau menemaniku untuk pulang kerumah sebentar? Ada barang yang harus aku ambil," kata Marina.


"Mmm… Okehh." Jawab Shinta sambil mengangguk.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Namira pun terbangun sambil mengucek-ngucek matanya dan melihat Shinta dan Marina sudah tidak ada di kamar.


"Kemana Mereka?" fikirnya. Ia pun beranjak dari kasur menuju ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai mandi, Ia pun keluar kamar. Ia menemukan Shinta dan Marina yang sedang berdiskusi serius di dekat ruang keluarga.


"Lagi diskusiin apaan nih?" tanya Namira sambil meneju kemeja makan untuk sarapan.


"Ada deh… Ntar kau juga bakalan tau apa." Jawab Shinta.


"Nanti Kita kerumah Ku ya," ajak Marina.


"Mm.… Kenapa kerumah mu?" tanya Namira.


"Ada barang yang harus aku ambil," jawabnya.


"Barang? Pentingkah?" tanya Namira lagi.


"Sangat… Sangat penting. Bahkan juga penting bagi kalian jika mengetahui barang apa itu," jawabnya lagi.


"Mmm… Okehh… Kalau gitu sekarang aja Kita berangkatnya…" ajak Shinta.


"Yaudah ayok," kata Namira sambil berdiri dan membawa roti yang sudah ia lumuri dengan selai.

__ADS_1


Merekapun pergi menuju kerumah Marina dengan menggunakan Mobil Shinta.


Setibanya dirumah Marina, terlihat rumah itu sangat sepi dan sepertinya tidak ada siapa-siapa.


"Sepi amat rumah Mu," kata Namira sambil keluar dari mobil, kemudian di ikuti oleh Shinta dan Marina.


"Jelas lah… Aku tinggal sendirian dirumah ini," Katanya.


"Ha… Sendirian?" tanya Namira keheranan. Marina hanya mengangguk dan tersenyum.


"Rumah segede ini… Dan Kau sendirian, Kemana Orang Tua mu?" tanya Namira sambil berjalan melihat rumah Marian


"Mari kita masuk dulu nanti akan kuceritakan." Ajak Marina masuk kedalam rumahnya.


Merekapun masuk kedalam rumah Marina, Shinta dan Namira begitu terpanah dengan rumah Marina yang bernuansa klasik, banyaknya foto-foto keluarga yang terpajang di dinding, serta hiasan bunga dimana-mana. Ketika Namira mendekati salah satu foto yang terletak di dekat dinding tangga, ia melihat 4 orang yang sedang tersenyum manis ke arah kamera.


"Apa ini Maria kakak mu?" tanya Shinta yang kebetulan juga berdiri di samping Namira.


"Mmm."Jawab Marina mengangguk tersenyum.


"Dia sangat cantikk," kata Namira memegang foto itu.


setibanya dikamarnya, Marina mengambil sesuatu yang ada di dalam laci mejanya.


"Apa itu?" tanya Shinta.


"Ini flasdick, Yang isinya barang bukti kejahatan mereka berdua," jawab Marina sambil menunjukkan flasdick.


Namira dan Shinta yang mendengar barang bukti langsung terkejut dan tak percaya apa yang baru saja mereka dengar.


"Darimana kau mendapatinya?" tanya Namira langsung mendekatinya.


"Mungkin Mereka bodoh, tetapi aku tidak… Selama aku mencari tau tentang kematian kakakku, Aku selalu mengunjungi kampus itu, mencoba untuk mencari barang bukti. Awalnya aku sempat kecewa karena jika aku tidak menemukan barang bukti untuk menjatuhkan mereka aku bakalan merasa sangat bersalah dengan kakak dan orang tua Ku, dan Setelah aku mencari-cari aku tersadar bahwa diruangan itu ada Cctv, dengan cepat aku langsung mengambil rekaman dari cctv itu tanpa ada yang mengetahuinya," jelas Marina


"WAHHHH… Kau benar-benar hebattttt." Takjub Namira.


"Tunggu… Tunggu.… Apa maksudmu orang tua?" tanya Shinta.


"Yaa.… Setelah dua hari penemuan jasad Maria. Ayahku depresi sedangkan Ibu ku menjadi gila. Ayahku merasa selalu terhantui oleh arwah kakakku sehingga ayahku bunuh diri, sedangkan Ibu setelah satu bulan lamanya ia di Rumah Sakit ia meninggal," cerita Marina dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Ini semua karena mereka berdua dan sekarang akan ku buat mereka menderita di jeruji besi selamanya," Sambungnya sambil mengepalkan tangannya.


"Kita harus membuat strategi buat menjatuhkan mereka. Aku yakin jasad Maria ada disuatu tempat, mungkin juga Mereka meletakkannya bersamaan dengan jasad-jasad lainnya!!" ucap Shinta.


"Aku yakin Mereka pasti mencarimu kesini lagi. Lebih baik kita harus meninggalkan tempat ini." Ajak Namira.


"ya… Kau benar… Mereka selalu mencari Ku kesini setelah mengetahui keberadaanku… Ayok Kita keluar." Kata Marina.


Merekapun cepat-cepat keluar dari rumah itu dan langsung pergi.


Tak lama Mereka keluar dari pekarangan rumah itu, benar saja…Dekan beserta ajudannya mendatangi rumah Marina.


"CARI DIA DIDALAM!!" perintah Dekan. Para ajudanpun langsung bergegas masuk kedalam rumah dan Mereka mencari-cari keberadaan Marina.


"MAAF BOS… DIDALAM TIDAK ADA SIAPA-SIAPA," kata Ajudan sambil berlari keluar mendekati Dekan.


"AISSHHH… SIALANNN… KEMANA DIA LARI!!" kesal Dekan.


Tiba-tiba.…


"Kring... Kring…" suara hp Dekan berbunyi.


"Halo," kata Dekan


"Apa kau sudah menemukan identitas dua gadis itu?" tanyanya kepada seseorang yang ada di sebrang telepon itu.


"Bagus… Katakan siapa mereka?" ucap Dekan.


"APA!! SIALANN… YAYAYA AKU MENGENAL MEREKA BERDUA. KAU PANTAULAH MEREKA, AKU YAKIN WANITA ITU PASTI BERSAMA MEREKA SAAT INI… KAU CARI TAU ALAMAT MEREKA SEKARANGG!!" perintah Dekan.


Dengan sangat kesal, Iapun pergi meninggalkan rumah itu dan menuju ke kampus.


Setibanya Dekan di kampus, Ia menemui Mang Ujang yang tengah sibuk memindahkan para mayat-mayat yang ada di ruangan 9 itu.


"Mumpung kampus lagi libur. Carikan Aku penghibur sekarang!!" suruh Dekan.


"Kenapa pak? apa yang membuatmu sekesal ini? Kau takkan membutuhkan itu jika sedang tidak kesal…" tanya Mang Ujang penasaran.


"Gadis malam itu adalah Shinta dan Namira… Aishhh SIALAN, PASTIKAN JIKA KAU MENANGKAP MEREKA KAU HARUS MEMBUNUH MEREKA," Ucap Dekan sangat kesal.

__ADS_1


"SUDAHLAH… APA KAU TIDAK MENDENGARKANKU? CARIKAN AKU PENGHIBUR!! SUDAH LAMA RASANYA AKU TIDAK BERMAIN DENGAN PARA ******, AKU SEDANG INGIN MEMBUNUH ORANG," katanya, lalu dengan cepat mang Ujang keluar dari ruangan itu.


__ADS_2