Misteri Kampus Muara

Misteri Kampus Muara
eps 15


__ADS_3

Setibanya mereka didepan ruangan kelas, benar saja mereka telah terlambat selama 20 menit lamanya. Namira pun mengetuk pintu dan membuka pintu ruangan kelas. Karena merasa ada yang membuka pintu orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut menoleh ke arah pintu dan melihat Namira dan Shinta.


"Maaf pak kami terlambat…" ucap Namira.


"Kenapa kalian terlambat?" tanya pak dosen.


" I… Itu pak karena terkena macet pak," bohong Shinta.


"Baiklah, kali ini saya maafkan keterlambatan kalian… Sekarang silahkan duduk." Jawab Pak Dosen.


Merekapun berlari kecil ke bangku masing-masing. Namira yang tengah sibuk membuka tas nya dan mengeluarkan buku serta pena dan fokus ke depan untuk mendengarkan penjelasan dosen yang sedang berlangsung.


Lain hal nya dengan Namira, Shinta duduk terdiam dan ia tengah sibuk dengan fikirannya terhadap wanita yang ia jumpai di dekat tangga tadi.


"Siapa wanita itu? Apa mungkin dia Maria?" terka fikirannya.


"Kenapa hanya aku dan Namira saja yang merasakan kejanggalan-kejanggalan ini," fikirnya.

__ADS_1


Karena melihat Shinta yang terus termenung Namira pun mencoba untuk menyadarkannya.


" Shin, Shintaaaa…" panggilnya berbisik. Shinta pun kaget dan menoleh ke arah Namira.


" Iya… Ada apa?" tanyanya sedikit kaget.


"Kau melamun ya… Ngelamunin apa sih?" tanya Namira.


"Ahhh… Ti… Tidak ada…" jawab Shinta. Shinta pun mencoba untuk mengalihkan pandangan kepada dosen yang tengah sibuk menjelaskan di depan.


Setelah pelajaran usai, semua orang yang berada diruangan itu meninggalkan ruangan terkecuali Shinta dan Namira yang masih betah duduk disana. Karena merasakan hal-hal yang tidak wajar, Shinta yakin bahwa itu merupakan berasal dari arwah Maria yang di ceritakan oleh ibu kantin.


"Aku yakin… Apa yang kita alami sekarang ini ada sangkut pautnya dengan kampus ini." Sambungnya.


Mendengarkan hal itu Namira pun juga mengiyakan apa yang dikatakan Shinta ia merasa semenjak kejadian pertama kali mereka alami mereka terus menerus mengalami hal-hal yang tidak masuk di akal.


"Ayo Kita harus ke perpus lagi dan kita cari buku itu sampai dapat!!" kata Shinta sambil berdiri. Merekapun meninggalkan ruangan kelas dan berjalan menuju perpus.

__ADS_1


Setibanya mereka diperpus, Mereka berpencar untuk mencari buku itu. Satu jam sudah mereka mencari buku itu, sayangnya mereka tetap tak menjumpai buku itu.


"Aishhhhh… Kemana sih di letak buku itu?" ucap Shinta kesal.


"Sepertinya kita harus bertanya dengan penjaga perpus Shin," kata Namira.


"Tapi… Apa mungkin penjaga perpus mau memberitahu dimana buku itu berada?" jawab shinta tak meyakinkan.


"Udah ayok kita coba dulu!" kata Namira sambil berjala dan menarik tangan Shinta. Merekapun mendekati meja penjaga perpus dengan ragu Namira menanyakan tentang keberadaan buku yang tengah mereka cari.


"Permisi buk… Saya mau tanya buku yang judulnya Muara 09 di rak mana ya buk?" tanya Namira ragu-ragu.


"Muara 09?" tanya penjaga perpus keheranan. Merekapun mengangguk.


"Sebentar saya cek dulu dari komputer," kata penjaga perpus sambil mencari daftar buku yang mereka inginkan.


Sayangnya penjaga perpus tak menjumpai di rak manapun buku itu.

__ADS_1


"Tidak ada buku yang kalian maksud…Dan Saya juga tidak pernah melihat buku tersebut," kata penjaga perpus.


Mendengar jawaban penjaga perpus, Merekapun terkejut karena penjaga perpus saja tidak pernah tau tentang buku itu. Apa jangan-jangan buku itu memang sudah tidak ada lagi? fikir mereka berdua.


__ADS_2