
Setibanya Mereka dirumah, Mereka bertiga langsung membuka file yang ada di dalam Flasdick.
"OMG… GILA EMANG TU SI BANGSATT!!" kaget Shinta setelah melihat rekaman itu.
"OH NOOO… HUEKKK…" kaget Namira sambil muntah melihat rekaman.
"DASAR SAMPAH MASYARAKAT!!" teriak kesal Shinta.
Tak lama Mereka melihat rekaman bukti, Marina mengeluarkan laptopnya dan menunjukkan sesuatu yang membuat kaget Namira dan Shinta.
"BA-BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKANNYA?" tanya Namira kaget
"Dua tahun yang lalu Aku mengendap-endap masuk kedalam ruangan itu, lalu Aku menyembunyikan Cctv kecil dekat dinding samping pintu untuk memantau kebejatan yang Mereka lakukan… Sekalian untuk sebagai barang bukti," katanya tersenyum.
"WAHH… GOOD JOB GIRL…" salut Shinta dan Namira sambil mengangkat dua jempol.
Dan sekarang Mereka sedang memantau Mang Ujang yang tengah sibuk memindahkan jasad-jasad yang telah membusuk.
"AISHH… DIA BERHASIL MENGELUARKAN TU BARANG BUKTI," kesal Namira.
"Tenang saja, Kita mempunyai peluru yang banyak buat nembak Mereka saat ini. Dan Aku juga yakin pasti Dia memindahkannya masih didekat-dekat situ juga," ucap Shinta yakin.
Tengah asik berbincang, tiba-tiba Marina mengagetkan Mereka berdua.
"Eh eh eh lihat… Si biang keroknya datang," Kata Marina sambil menunjuk ke arah layar laptop.
"Apa yang Dia lakukan disitu… Apa Dia juga ikut membantu Mang Ujang mindahin tu mayat kali ya." Ucap Namira.
"Nggak deh kayaknya. Lihat dia sepertinya sedang kesal… Loh loh Mang Ujang kok malah pergi," Kata Shinta.
Tanpa sepengetahuan Dekan dan Mang Ujang, Mereka memantau dari kejauhan gerak gerik Mereka. Tak lama kemudian Mang Ujang kembali dengan membawa seorang Wanita. Mereka kaget…
"WHAT THE FUCKK.… HE PSYCHOPAT?OMGGG. GILA TU ORANG, PASTI ITU KORBAN SELANJUTNYA LAGI…" kaget Namira, Shinta dan Marina hanya melotot dan menggeleng-geleng kepala.
"Wajah aja yang sok polos, sok baik, sok ramah… Aslinya sampah masyarakat," kesal Namira.
"Apa yang akan Dia lakukan dengan Wanita itu?" bingung Shinta dan Marina.
Sedangkan di kampus…
__ADS_1
"Ini pak. Saya sudah membawakan Gadis cantik buat buat bapak," Kata Mang Ujang.
"Baiklah… Kalau gitu keluarlah dulu!!Tinggalkan aku dengan Gadis Ku," perintah Dekan sambil membelai wajah Gadis itu.
Setelah Mang Ujang keluar, Dekan dengan kasar menarik tangan Gadis itu sehingga membuat Gadis itu terjatuh kelantai…
"HEI JANGAN TAKUT. MARI KITA BERSENANG-SENANG SAYANGG," kata Dekan sambil membuka kemejanya.
"ANJING. INI TIDAK BISA DIBIARKAN…AYO KITA KEKAMPUS SEBELUM TU PEREMPUAN JADI KORBAN SELANJUTNYA!!" kesal Shinta yang melihat kelakukan Dekan dari cctv.
Dengan cepat Mereka menuju kampus, karena sudah tidak tahan lagi melihat kelakukan semena-mena Dekan dengan setiap Wanita.
"TUNGGUUU KAUUU BINATANGG!!" marah Shinta yang semakin membara.
Setibanya di Kampus…
"Ayok turun!!" ajak Shinta yang keluar dari mobil kemudian diikuti oleh Marina dan Namira.
Mereka berlari secepat mungkin untuk bisa menyelamatkan gadis yang ada diruangan itu. Saat mereka tiba di lantai 4, Mereka menjumpai Mang Ujang.
"KA-KALIAN. APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?" kaget Mang Ujang melihat Mereka bertiga.
"HEII KAU BERSIAPLAH UNTUK BERAKHIR DI PENJARA. SAMPAHHH!!" kata Namira memaki Mang Ujang.
Dengan sigap, Mereka bertiga berhasil menghindari pukulan Mang Ujang.
"NAMIRA DI BAWAH KAKI MU ADA BESI!!" kata Marina sambil berlari menghindari Mang Ujang.
Namira yang mengerti maksud dari ucapan Marina pun langsung mengambil besi itu dan memukul Mang Ujang dari belakang sehingga Mang Ujang jatuh pingsan.
"Hoss hoss… Baguusss," kata Marina dan Shinta serempak.
setelah merasa berhasil melawan mang Ujang, Mereka langsung berlari menuju ke ruangan 9. Setibanya mereka didepan pintu ruangan itu dengan sangat emosi Shinta menedang-nendang pintu ruangan itu.
"YAKKK… BAJINGANNN, BUKA PINTUNYAA!! KAMI TAU KAU ADA DIDALAM!!" teriak Namiraa.
Dekan yang berada di dalam ruangan itu kaget mendengar suara teriakan.
"BUKA PINTUNYA!! KAMI TAU APA YANG SEDANG KAU LAKUKANNNN!!" teriakk Marina.
__ADS_1
"Sialan… Darimana mereka tauuu?" fikir kesal dekan.
Gadis yang bersamanya ingin berteriak meminta tolong, tapi dengan cepat Dekan membungkam mulutnya dan mengancamnya.
"Diamlah… Jika tidakkk akan Ku bunuh Kau saat ini!!" ancam Dekan. Seketika gadis itu langsung terdiam.
"Kita lanjutkan saja sayang… Mereka takkan bisa membuka pintunya," ucap Dekan sambil membelai wajah Gadis itu.
" JIKA KAU TIDAK MEMBUKANYA.. KAMI AKAN MENDOBRAK PINTU ITU!!" ancam Shinta.
Namira yang melihat ada besi didekat mereka langsung mengambilnya.
"Minggirlah.… Biar ku dobrak," kata Namira.
"Brukkk… Brakkk…" suara dobrakan.
"Aishhh… Sialan!! Menggangguku saja mereka," kata Dekan kesal.
Setelah berkali-kali Namira mendobrak akhirnya pintu itu terbuka, dan Mereka melihat Dekan yang sedang keadaan bugil bersama gadis itu.
"Aauhh… Aku ketahuaannn… Hihi," kata dekan sambil berdiri dan mengambil pisau yang ada di kursi.
Ia langsung membunuh gadis itu.
"Akkhhh…" teriak mereka bertiga kaget melihat adanya pembunuhan secara langsung.
"APA KAU BERFIKIR KAU AKAN SELAMAT HA KALI INI?" kata Shinta.
"Eits… Jangan marah-marah dong sayang. Mari Kita bermain dulu," kata Dekan mulai mendekati mereka.
"CUIH… BAHKAN BINATANG PUN TAKKAN MAU BERMAIN DENGAN KAU SAMPAH," kata Namira.
"KAU PAKAILAH BAJU MU. BAHKAN KAMI PUN TAK BERNAPSU MELIHATMU BEGITU DASAR TAK TAU MALU!!" marah Marina.
Mendengar ocehan mereka membuat Ia murka.
"Akhirnya tanpa ku cari, Kalian sendiri yang datang kepadaku," kata Dekan.
"KAU KIRA KAMI KESINI BUAT BERMAIN DENGANMU HUH? TENTU TIDAK… KAMI KESINI AKAN MEMBONGKAR SEMUA KEBUSUKAN MU!!" kata Shinta.
__ADS_1
Ketika asik berargumen…
Tiba-tiba…