Misteri Kampus Muara

Misteri Kampus Muara
eps 19


__ADS_3

"SHINTA, AWASSSSSS!!" teriak Namira dan mendorong tubuh Shinta. Shinta yang terkejut terjatuh kelantai dan memandang ke arah benda yang terjatuh dari atas atap yang hampir saja akan mengenai tubuhnya.


"Ayo, Shin, berdiri!" bantu Namira dengan menyodorkan tangannya. Shinta pun berdiri dan masih tertegun dengan apa yang baru saja terjadi. Tak ingin mendapatkan hal-hal yang tak diinginkan lagi Namirapun menarik tangan Shinta dan berlari secepat mungkin untuk meninggalkan ruangan itu.


Tiba-tiba…


"Brukkk…" benda terjatuh dari atas.


"Ahhkk…" kaget Namira yang hampir terkena benda tersebut.


Ketika ia dapat menghindar dari benda tersebut ia pun melanjutkan larinya sambil masih menggenggam tangan Shinta yang dari tadi masih tak berkutik. Merekapun berhasil keluar dari lantai 4 tersebut.


Karena kelelahan habis berlari tadi Namira pun menghentikan langkahnya dan terduduk lemas di tangga lantai 2. Jantungnya yang masih berdetak kencang, kaki yang masih lemas, bahkan air mata yang seketika bercucuran di pipinya. Shinta yang melihat keadaan Namira begitu memperihatinkan pun terlihat cemas dengan apa yang terjadi dengan Namira.


"Mir, Kau tidak apa-apa?" tanya Shinta. Namira yang tak bisa berkata-kata hanya bisa mengangguk.


"Ayo berdiri, Mir, Kita harus pulang. lihat… Hari akan semakin sore dan aku tak mau mendapatkan kejadian yang aneh-aneh lagi," kata Shinta sembari membantu Namira berdiri.


" Shin, suwer dah kaki ku rasanya lemas banget. Sebentar lagi ya, Shin… Plissss," kata Namira yang masih lemas. Shinta pun mengiyakan dan ikut duduk disamping Namira.


Keadaan begitu hening dan cuaca diluar terlihat telah gelap bukan karena malam tetapi karena menandakan hujan akan turun, takut untuk kehujanan Shinta pun mencoba untuk mengajak Namira pulang.

__ADS_1


"Mir, udah mau hujan ayolah kita pulang lagi, apa kau masih mau disini sama si Maria tu ha?" kata Shinta.


"Gila aja kau nyuruh aku sama si hantu gaje itu, Kau tolongin lah aku berdiri nampak nih kaki ku masih lemas," jawab Namira.


Shintapun membantu Namira berdiri, ketika Namira hendak bediri ia merasa tangannya sedang memegang sesuatu, karena tersadar apa yang Ia pegang.


"Oh iya, Shin… Tadi pas kau melemparkan buku itu ke atas aku menemukan kertas ini," kata Namira menunjukkan lembaran kertas. Shinta pun melihat kertas yang ada di tangan Namira dan kertas itu berisi.


"M0990."


"Apa itu maksudnya?" tanya Shinta kebingungan.


Tengah asik berbincang-bincang. Tiba-tiba…


"Anu pak, tadi ada buku yang ketinggalan," jawab mereka serempak.


"Sudah sudah pulang lah karena kampus ini akan saya kunci," suruh security. Mereka pun menuruni tangga dengan cepat dan meninggalkan halaman kampus.


"Heiii, Namira " panggil Seseorang yang jauh dari mereka. Namira yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah suara tersebut dan Ia melihat ternyata Randi teman sekelas mereka yang memanggilnya.


"Iya, Ran, ada apa?" tanya Namira. Randi berjalan dan mendekat dengan Mereka berdua.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak masuk?" Tmtanya Randi.


"Masuk? Bukannya hari ini kampus nggak masuk ya?" tanya mereka serempak.


"Loh, siapa bilang? Jelas-jelas kami seharian di lab praktek bedah jantung," jelas Randi.


Lagi-lagi mereka dikejutkan karena pada awalnya mereka dapat info hari ini tidak masuk, lalu tiba-tiba… Randi bilang masuk.


"Tapi… Tadi grup ada info kalau hari ini nggak masuk," ucap Shinta.


"Loh, nggak ada tu jangan-jangan kalian salah lihat kali…" jawab Randi. Sontak mereka berdua langsung mengechek hp dan ternyata benar tak ada info di grup kelas bahwa hari ini tidak masuk.


"Loh loh loh, tadi benar-benar ada kok, bahkan tadi ada juga yang bilang nggak masuk," lanjut Namira sedikit kaget kemudian di ikuti dengan anggukan Shinta.


"Sudahlah, Aku duluan ya udah mau hujan ni," pamit Randi meninggalkan mereka.


Shinta yang duduk di atas motornya pun sontak mengingat Maria.


"Ahhhhhh… Pasti ni ulah si Maria, gila bisa-bisanya kita di prank sama hantu," kata Shinta sedikit terkejut.


"Ni otak digunakan buat apa sihhh?" kata Namira sambil menjitak pelan kepala Shinta.

__ADS_1


"Awwww… Sakit tau…" jawabnya kesakitan sambil memegang jidatnya.


"Sudahlah ayo Kita pulang saja," kata Namira sambil naik ke atas motor Shinta.


__ADS_2