Misteri Kampus Muara

Misteri Kampus Muara
eps 28


__ADS_3

"Hoss hoss… Bentar-bentar Kakiku sangat capek," ucap wanita itu sambil berhenti.


"Ayo cepatt… Nanti Kita malah ketangkap sama Mereka!!" ajak Shinta.


Wanita itupun menoleh kebelakang dan melihat Mang Ujang yang mulai semakin dekat dengan Mereka, dengan sangat terpaksa Ia pun melanjutkan larinya sekuat tenaganya.


Merekapun berlari hingga Mereka herhasil keluar dari kampus itu.


"Aduhh..… Dimana lagi Ku parkirkan mobil tadii," kata Namira panik.


"Gimana sih Kau… Saat situasi begini malah tidak ingat dimana Kau meletakkannya." Jawab Shinta kesal.


Namirapun melihat sekeliling Mereka. Tak lama Ia mencari-cari keberadaan mobil Mereka, akhirnya Iapun menemukan keberadaan mobil tersebut.


"Ha… Disana… Ayo cepattt Kita kesana," Kata Namira sambil berlari menuju ke mobil kemudian di ikuti oleh Shinta dan Wanita yang mereka tolong tadi.


"Ayoo… Cepat masukk!!" ucap Namira sambil membuka pintu mobil.


"HOSSS HOSSSS… Hampir sajaaaa," kata Shinta yang kelelahan.


"Hoss hoss… Te-terimakasihh kalian sudah menolongku," ucap wanita itu yang duduk di bangku belakang.


"Hoossss hooss… Kenapa kau tidak berteriakk saja tadi?" tanya Namira.


"Haha… Aku berfikir percuma saja rasanya jika aku berteriak karena pasti takkan ada yang dapat menolong ku saat itu. Tapi suatu keajaiban bagi ku, Kalian datang ntah darimana lalu menolongku jika tidak ada kalian mungkin saat ini aku sudah seperti mayat-mayat itu," jelas Wanita itu.


Sedangkan diluar sana, Mang Ujang yang mencoba mengejar mereka bertiga kehilangan jejak, karena Mang Ujang tidak mengetahui bahwa di ujung jalan dekat kampus ada mobil yang terparkir dan dalamnya ada mereka bertiga.


"APA KAU MENANGKAP MEREKAA?" tanya Dekan yang baru sampai di dekat Mang Ujang.


"Ti-tidak Pak… Mereka begitu cepat sehingga Saya tak mampu mengejar Mereka lebih cepat lagi," jawab Mang ujang.


"SIALANNN, BAGAIMANA INI JIKA MEREKA AKAN MEMBONGKAR SEMUANYA… PASTIKAN KAU AKAN MENANGKAP MEREKA JANGAN SAMPAI MEREKA LOLOS LAGI!!" perintah Dekan.


"Siapa Mereka itu. Kenapa Mereka bisa disana? Aishhh sialannn…" gumam Dekan kesal.


Dekan dan Mang Ujang pun pergi meninggalkan tempat Mereka berdiri itu.

__ADS_1


"Huftttt… Selamatttt…" ucap Namira sambil menatap kepergian Mang Ujang dan Dekan.


"Mending Kita pulang saja!!" ajak Shinta


"Kamu ikut Kita saja dulu ya, Aku yakin Mereka pasti akan mencarimu saat ini." Ajak Namira dengan wanita itu. Iapun hanya mengangguk.


Setibanya dirumah Shinta.


"Ehh btw… Siapa namamu?" tanya Shinta.


"Aku Marina." Jawab Wanita itu.


"Apa kau punya masalah dengan Mereka?" tanya Shinta penasaran.


"Tidak… Aku hanya ingin mengungkap kebangsatan mereka. Cihh.… Dasar sampah masyarakat mereka benar-benar nggak pantas hiduppp!!" jelas Marina kesal.


"Darimana kau tau tentang itu semua?" tanya Namira yang semakin penasaran.


"Aku adik dari salah satu korban kebangsatan mereka," jelas Marina.


"Adik?" Bingung Shinta


"Ma-Mariaa… OMGG!" kaget Mereka berdua.


"Kenapa? Kalian mengenal kakakku?" Tanya Marina. Dan Mereka berdua mengangguk.


"Darimana kalian tau tentang kakak ku?" tanyanya penasaran.


"kakakmu menghampiri kami dan ia meminta tolong untuk mengungkapkan kelakuan mereka dan ia meminta tolong untuk menemukan jasadnya," jelas Namira.


"Tapi… Kenapa kau baru sekarang mencoba untuk membongkar semuanya?" tanya Shinta.


"Tidak… Aku sudah menyelidikinya sejak lama," jelasnya.


*flasback 1990


Saat itu umurku masih 10 tahun. Keluargaku mendapatkan kabar bahwa Kakakku telah ditemukan dalam keadaan yang tidak bernyawa setelah 3 hari sebelumnya kami sudah melaporkannya hilang.

__ADS_1


Setelah mendapatkan kabar jasadnya ditemukan dikampusnya, Kamipun langsung menuju ke TKP. Saat itu keadaan jasad yang mereka temukan itu benar-benar tidak dapat dipastikan apa itu benar jasad kakak ku ataupun tidak.


Tapi, Aku sebagai adiknya sangat yakin bahwa itu bukan jasad kakakku sekalipun wajah mayat itu sangat hancur aku sangat yakin itu bukan dia.


"Ini bukan jasadnya Maria. Dimana ia?Jika saat ini kondisinya masih bernafas semoga dia tidak apa-apa, tetapi jika Ia sudah dalam keadaan meninggal dimana jasadnya. Ini bukan jasadnya." Batinku.


Setelah dua hari kematiannya, Aku mencoba untuk mencari tahu akan kebenaran semuanya. Dan benar saja itu bukan mayatnya Maria, melainkan mayat Seorang Gadis yang bekerja di salah satu kantin di dekat kampus. Tapi masyarakat setempat masih mempercayai bahwa jasad yang ditemukan itu adalah jasadnya Maria.


Tak hanya aku, ada beberapa orang yang dulunya sempat mencoba mencari penyebab kematian Maria. Sayangnya mereka semua tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi.


Lama kelamaan aku mencoba mengusut semuanya, perlahan Aaku menemukan sebuah jasad yang tergeletak didalam ruangan 9 itu. Dan ternyata mereka yang mencoba mencari kebenaran akan kematian kakakku bukan menghilang tapi mereka dibunuh.


Dan ternyata yang membunuh mereka itu adalah mereka berdua. Aku selalu mengikuti mereka dengan harapan aku dapat menemukan jasad kakakku. Tapi sayangnya setelah beberapa tahun aku mengikuti mereka hasilnya tetap nihil, aku tak menemukan jejak apapun tentang Maria.


*off


"Bahkan satu tahun terakhir mereka mengetahui tentang keberadaanku, mereka terus memburuku dan aku mencoba untuk selalu lari dari mereka hingga sampai saat ini dan akhirnya mereka menemukanku dan membawaku ke tempat itu," jelas Marina.


"Aku berharap Maria menemuiku dan mengatakan padaku dimana jasadnya disembunyiin… Tapi hingga saat ini ia tak pernah sekalipun datang kepadaku, Ia malah mendatangi kalian…" ucapnya lagi.


"Aku yakin mereka tidak akan tinggal diam, Mereka pasti akan memburu kita bertiga." Ucap Namira.


"Sepertinya kita harus membuat rencana agar kita sama-sama selamat dan bisa membongkar semuanya," kata Shinta.


"Mmmm… Tapi Bagaimana caranya?" tanya Namira penasaran.


"Huaaaa… Besok saja kita sambung aku udah ngantuk nih," kata Shinta sambil menguap. Shintapun akhirnya tertidur.


Kemudian, karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam dan matanya juga sudah mengantuk… Namirapun menyetujuinya dan ikut berbaring di samping Shinta dan tertidur.


"Terimakasih, setidaknya masih ada orang yang mau membantuku untuk membongkar semuanya," Batin Marina. Kemudian ia pun ikut berbaring di samping Namira dan ikut tertidur.…


*AUTHOR


**Terimakasih buat Kalian yang masih setia dengan cerita ini. Maaf ya guys jika ceritany kurang seru… Author masih banyak belajar 😊😊


Jangan lupa sering-sering mampir ya…Dan juga beri tanggapan kalian tentang cerita ini. Insyaallah Author akan sering-sering nge up nya

__ADS_1


Ohh iya… Mampir juga ya di cerita keduanya author "Love From Matchmaking. " 😊😊**


__ADS_2